cool hit counter

Persyarikatan Muhammadiyah

gambar
Rabu, 28 Sep 2011 | 11:42 WIB |
Dibaca: 4427

Syamsul Anwar: Muhammadiyah Konsisten Menggunakan Hisab Wujudul Hilal

Yogyakarta- Ketua Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah syamsul Anwar mengungkapkan, dengan banyaknya metode yang ada dalam penentuan awal bulan Hijriyah, Muhammadiyah sampai saat ini masih konsisten dalam menggunakan metode hisab wujudul hilal yang memang sudah lama dipegang majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriyah.

Menurut Syamsul Anwar yang disampaikan di acara Konsolidasi Nasional Muhammadiyah, penggunaan metode hisab wujudul hilal sudah tepat, karena hanya dengan metode tersebut, penyatuan kalender Hijriyah secara Internasional dapat dilakukan. “Penggunaan metode rukyat pada kahirnya membelah dunia menjadi dua wilayah waktu, dan tidak dapat dilakukan pada wilayah dunia bagian utara atau selatan, yang selama enam bulan matahari dapat bersinar tanpa henti,” jelasnya, Rabu (28/09/2011). Penggunaan metode hisab imkanur rukyat yang ditawarkan pemerintah menurut Syamsul Anwar, banyak memiliki kelemahan, diantara kelemahan tersebut adalah kebimbangan kdalam memutuskan ketika ada kesaksian bahwa hilal dapat disaksikan ketika di bawah 2 derajat, dan sebaliknya apabila dalam situasi ketinggian hilal sudah dua derajat atau lebih tapi tidak satupun saksi yang dapat melihat, hal tersebut dapat menjadi masalah.

Lebih lanjut menurut Syamsul Anwar, apabila menggunakan metode penentuan awal bulan Hijriyah yang ditawarkan pemerintah, maka dalam 18 tahun mendatang untuk Idul Adha, akan terjadi 10 kali perbedaan dengan Arab Saudi. “Akan lebih banyak perbedaan lagi dalam penetapan Idul Adha dengan Arab Saudi selama 18 tahun mendatang, yakni 14 kali apabila menggunakan metode imkanur rukyat 4 derajat yang ditawarkan Thomas Djamaluddin,” jelasnya. Sedangkan dengan metode hisab wujudul hilal yang diterapkan Muhammadiyah menurut Syamsul Anwar, kemungkinan perbedaan selama 18 tahun mendatang mengenai penetapan Idul Adha dengan Arab Saudi adalah empat kali, sehingga lebih mendekati .


Tags: muhammadiyah, falak, hisab, wujudul hilal
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: pimpinan pusat muhammadiyah

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

15 Komentar


suud
28-09-2011 18:31:10
...muhammadiyah tidak boleh mundur, harus tetap konsisten dengan metode wujudul hilal....
Albi Fitransyah, S.Si, M.T
28-09-2011 20:10:00
Assalamualaykum. Wr.Wb. Dengan menggunakan Hisab Wujudul Hilal juga tetap akan membagi bumi menjadi 2 bagian Pak... Yang membelah oleh Garis Wujudul Hilal di ketinggian bulan 0 derajat. Coba bayangkan lagi... Jadi, yang penting adalah: mau pakai metode yang mana, tetap saja akan membagi bumi menjadi 2 bagian. Kita juga andaikan secara Internasional, Islam sudah menggunakan 1 metode yang sama, misal: Hisab Wujudul Hilal, maka ya tetap saja akan membagi bumi menjadi 2 bagian. Kenapa ya BUMI INI BULAT? Lalu, Saudi Arabiya tidak bisa menjadi patokan awal bulan Qamariyah. Dengan Hisab Wujudul Hilal juga, suatu saat bisa saja Indonesia dengan Saudi Arabiya akan berbeda. Karena di Saudi, Bulan sudah wujud, sedangkan Indonesia belum.
Andi P. Rukka
28-09-2011 22:06:22
Saya ingin mendapatkan penjelasan mengenai pendapat Pak Prof tentang frekuensi perbedaan waktu lebaran Idul Adha antara Indonesia dengan Arab Saudi. Apakah karena Arab Saudi sama dengan Muhammadiyah menggunakan kriteria Wujudul Hilal atau ada alasan lain?
Mustafa Umar
29-09-2011 11:26:47
Sebagai sebuah ormas yang besar dan berusia lanjut, Muhammadyah sudah seharusnya menjadi pelopor dalam persatuan dan kesatuan ummat Islam, di Indonesia bahkan di dunia. Khusus mengenai masalah penetapan awal bulan Hijriyah, Muhammadyahpun harus menjadi pelopor dalam mencari kesepakatan agar di Indonesia dan kelak di dunia ada kesepakatan dalam hal ini. Memang usaha ke arah kesepakatan bukan lah hal yang mudah, akan tetapi tetap harus diupayakan. Akan dibutuhkan banyak sekali diskusi, seminar atau bentuk komunikasikomunikasi lainnya agar hal tersebut terwujud. Adanya kesepakatan mengenai hal ini merupakan suatu keniscayaan, agar kelak di kemudian hari terjadi persatuan dak kesatuan ummat Islam di Indonesia dan di dunia dalam aspekaspek yang lainnya. Ayo Muhammadyah harus menjadi pelopor tercapainya kesepakatan.
A Faza
30-09-2011 14:18:41
Pak Albi, memang saat ini Muhammadiyah masih menggunakan wujudulhilal yang masih membelah dunia menjadi 2 waktu. Tapi, Muhammadiyah bercitacita untuk menggunakan kriteria yang bisa menyatukan kalender islam secara global. Dan saat ini telah ada 4 kriteria kalender global yang tengah dikaji.
mujiman
30-09-2011 14:33:51
Muhammadiyah sudah teruji, dan terpuji atas kebenarannya. Maka segera berduyunduyunlah untuk mengikuti Muhammadiyah.
wachyu
29-09-2011 14:44:27
Bukankah semua metode sebenarnya mempunhyai kelebihan dan kekurangan masing2? Semestinya bukan dipertentangkan tapi dikompromikan! Metode wujudul hilal tentu sangat sekuler karena tidak perlu rukyat lagi, padahal para ulama lainnya berpegang dengan dalil rukyat. Memang rukyat di masa sekarang hanya bernilai zhan dan hisab bernilai qathi, akan tetapi ahli hisab juga perlu menyepakati sebuah kriteria penentuan awal bulan. Hanya dengan kelapangan dada dan keluasan ilmulah para ulama akan bisa bertemu.
bagas Bromantyo
30-09-2011 08:37:39
Assalamualaikum waohmatullah wabarokatuh, Artikel tersebut akan sangat membantu pemahaman umat apa bila dilengkapi dengan penjelasan lebih tehnis detail , sehingga umat tidak hanya mengikuti para ahli saja. Atau mungkin bisa diberikan rujukan tulisan atau artikel yg menguraikan metode atau cara pendekatan dalam menentukan tgl tsbt secara lebih rinci. Terima kasih. Wassalamualaikum wrohmatullah wabarokatuh.
Bambang
01-10-2011 10:05:04
Kalau boleh sama kenapa harus beda! bukan Kalau boleh beda kenapa farus sama..? Semoga segera ada kebersamaan
Fauzi
01-10-2011 10:21:53
kok malah bingung... apa benar muhammadiyah sudah sepakat dgn ormas lainnya seperti di website dibawah ini.. http:tdjamaluddin.wordpress.com20110926lokakaryakriteriaawalbulanperwakilanormasislambersepakat
Ahmad, Pekalongan
01-10-2011 13:57:21
untuk masalah rukyatul hilal itu sebenarnya tidak hanya dilihat dengan mata telanjang saja, namun bisa dilihat dengan perhitungan. itulah kenapa Muhammadiyah menggunakan Hisab wujudul hilal dengan pengamatan dan perhitungan. hal ini untuk kehatihatian dalam rukyatul hilal. bahkan dengan hisab itu malah lebih tepat dibandingkan dengan metode yang lainnya. kebenaran hanya milik Allah, Muhammadiyah (Tarjih) sudah berikhtiyar semaksimal mungkin.
salem omar
01-10-2011 19:13:23
AWW Sebaiknya semua metode mengenai hilal digabungkan saja dan dapat disatukan dengan metode yang ada seperti wujudul hilal hilal diatas 2 derajat ijma sebelum fajar semua dapat disatukan dari barat sampai timur dan semua metode tsb dapat digunakan sepertipada bulan syaaban 1432(1juli 2011) GMT 8.54 Makkah 11.54 JAKARTA15.54 WELLINGTON 20.54 polynesia diatas 2 derajat di MAKKAH dan INDONESIA wujudul hilal dan di WELLINGTON ijma sebelum fajar jadi semua metode berlaku diseluruh dunia trima kasih
amron darajatun
05-10-2011 14:36:28
Assalam.wrb. Era saqat ini..perkembangan zaman sangat cepat..peradaban teknologi informasi sudah diambang mata, usul : dakwah Muhammadiyah buat meja khusus untuk menjawab tantangan dakwah di dunia informasi digital. Trimakasih.
Hamba Allah
20-07-2012 08:34:07
Allah berfirman: “Hai orangorang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan kepada pemimpin diantara kamu. Jika kalian berselisih dalam sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (AlQur’an) dan RasulNya (AsSunnah)… (AnNisa’: 59) ......5) Jangan engkau bertentangan denga ulil amri (pemerintah) meskipun memandang bahwa engkau lebih benar darinya…. (HR.Bukhari, Ahmad 5238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani Baransiapa yang taat kepadaku sungguh dia telah taat kepada Allah, barangsiapa yand durhaka kepadaku, sungguh dia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada pemimpin, sungguh dia telah taat kepadaku. Barangsiapa yang durhaka (menentang) kepada pemimpin berarti dia telah durhaka kepadaku. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4384 dan Muslim 614, dan Nasa’i)
M. Ilyas ahkab
30-07-2012 09:31:54
Saya cuma minta supaya Muhammadiyah menjawab kritik Prof Dr Thomas Djamaluddin di blognya, agar ummat tidak bingung.

Beri Komentar


iklan

Berita Terpopular

Yogyakarta- Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap  menolak gerakan dan faham lslami ... selengkapnya
Jakarta – Kalau ada apa-apa keterlibatan kita dilingkaran manapun, sosial maupun politik ya ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Tidak Ada
iklan