cool hit counter

Persyarikatan Muhammadiyah

gambar
Senin, 02 May 2011 | 17:26 WIB |
Dibaca: 3640

PERNYATAAN SIKAP PIMPINAN PUSAT PEMUDA MUHAMMADIYAH

Jakarta - Tanggal 1 Mei setiap tahunnya diperingati oleh para buruh dari berbagai belahan dunia sekaligus untuk memperjuangkan perbaikan nasib mereka. Peringatan sudah berkali-kali dilakukan, namun nasib buruh yang diharapkan berubah ternyata semakin hari semakin memprihatinkan. Fakta sosial menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan buruh tetap saja lebih rendah daripada kelompok masyarakat lainnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya political will dari pemerintah untuk segera menyelesaikan berbagai macam problematika yang melingkari dunia perburuhan di tanah air.

Oleh karena arah dakwah Pemuda Muhammadiyah yang selalu berorientasi pada upaya pemberdayaan kelompok sosial masyarakat yang terpinggirkan atau kaum mustadhafin seperti kelompok buruh, menyebabkan Pemuda Muhammadiyah merasa terpanggil untuk menyatakan sikap terkait dengan hari buruh  yang dilaksanakan besok hari. Melalui momentum hari buruh 1 Mei 2011, Pemuda Muhammadiyah menyatakan sikap sebagai berikut;Jakarta - Tanggal 1 Mei setiap tahunnya diperingati oleh para buruh dari berbagai belahan dunia sekaligus untuk memperjuangkan perbaikan nasib mereka. Peringatan sudah berkali-kali dilakukan, namun nasib buruh yang diharapkan berubah ternyata semakin hari semakin memprihatinkan. Fakta sosial menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan buruh tetap saja lebih rendah daripada kelompok masyarakat lainnya. Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya political will dari pemerintah untuk segera menyelesaikan berbagai macam problematika yang melingkari dunia perburuhan di tanah air.

 

1. Pemuda Muhammadiyah menilai bahwa 33 juta kaum buruh dari total 116,5 juta jiwa angkatan kerja  Indonesia adalah kelompok yang sangat perlu mendapatkan perlakuan dan perlindungan dari pemerintah. Secara faktual, mereka adalah motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia. Akan tetapi, sampai saat ini pemerintah masih saja selalu absen dalam memberikan perhatian, perlindungan, dan kepastian sosial ekonomi terhadap para pekerja tersebut, bahkan lebih parah lagi cenderung menegasikan eksitensi sosial ekonomi mereka.

2. Berdasarkan data ILO (International Labor Organization)  pada tahun 2010, telah terjadi eskalasi  peningkatan jumlah buruhOutsourching dan Kontrak  kerja di Indonesia. Dengan rata-rata peningkatan 5% setiap tahunnya, hari ini buruh outsourching tersebut telah mencapai 65%  total buruh formal yang ada. Padahal, lima tahun yang lalu jumlah buruh outsourching dan kontrakhanya berjumlah 30%. Peningkatan drastis ini, disebabkan karena pengabaian pemerintah terhadap kesejahteraan buruh. Sikap pengabaian ini tercermin keengganan pemerintah untuk merevisi UU NO. 13 Tahun 2003 yang sangat merugikan para kaum buruh di Indonesia. Berkenaan dengan itu, Pemuda Muhammadiyah meminta agar pemerintah segera mencabut UU NO 13 TAHUN 2003 atau melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan kebutuhan para buruh Indonesia.  

3.            Pemuda Muhammadiyah mendesak agar pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Pengesahan undang-undang tesebut diharapkan bukan melakukan peleburan institusionalisasi lembaga jaminan sosial nasional, tetap mendisain model ekonomi jaminan sosial (economic security) yang mampu melindungi semua pekerja di Indonesia, termasuk pekerja sektor informal dalam maupun luar negeri. Selain itu, pemerintah juga didesak untuk mengalokasikan sebagian dari dana APBN untuk melindungi tenaga kerja Indonesia.

4.            Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri, khususnya TKW yang bekerja di sektor informal. Data terakhir menunjukkan bahwa pemerintah mengirimkan rata-rata 400.000 orang berangkat ke Luar Negeri setiap tahunnya. Secara akumulatif, saat ini ada sekitar 4,5 juta orang yang menjadi TKI di luar negeri dimana 70% di antaranya adalahTKW. Pemuda Muhammadiyah menilai bahwa pemerintah selama ini hanya menjadikan TKI maupun TKW sebagai komoditas dan instrumen yang dieksploitasi untuk menambah devisa negara. Sementara pemerintah selalu tidak pernah memperdulikan prilaku yang tidak manusiawi yang mereka terima setiap saat, terbukti dengan banyaknya kasus-kasus penyiksaan TKW yang terjadi berulang kali.

5.            Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan cepat dan terukur dalam membebasan ABK Sinar Kudus yang nota bene-nya adalah anak-anak bangsa yang bekerja sebagai buruh kapal. Kami menilai bahwa usaha untuk membebaskan mereka adalah sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja dan anak negeri sekaligus sebagai upaya menjaga kehormatan, harkat, dan martabat bangsa Indonesia.

6.            Pemuda Muhammadiyah menilai bahwa peningkatan problematika yang mengitari kaum buruh Indonesia khususnya dua tahun belakangan ini adalah dikarenakan miskinnya rancang kerja dan program riil dari Kementerian Teknis yakni Kementerian Transmigrasi dan Ketenagakerjaan. Persoalan ini menjadi semakin kompleks karena frame-work menteri terkait selalu berada dalam kisaran politis dan cenderung mengabaikan kerja-kerja teknis untuk memperbaiki nasib buruh. Oleh karena itu, Pemuda Muhammadiyah mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menyegarkan kepemimpinan di Kementerian Transmigrasi dan Ketenagakerjaan.

 

Demikian Pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan harapan buruh Indonesia dapat mencapai kesejahteraannya sesuai dengan keinginan kita bersama.

 

Fastabiqul Khoirot

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

Ketua Umum                                                                                                                     Sekretaris Jenderal

 

Dr. Saleh P Daulay, M.ag, M.hum, MA                                                                   Rahimandani, MA


Tags: hari buruh sedunia, May Day
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: pemuda muhammadiyah

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

12 Komentar


Abd. Khalid
03-05-2011 02:59:01
Eksistensi sbuah gerakan adalah trgantung sensitifitasnya dlm menyikapi persoalan yg ada. Dan apa yg dinyatakan oleh PP. Pemuda Muhammadiyah adalah sst yg tepat dan ini bentuk pengamalan wahyu Allah yg pertama diturunkan kpd Nabi Muhammad SAW. (Iqro Bismirobbika Alladzi Khalaq) bacalah (kondisi sosial) yg ada disekitarmu Muhammad. tentunya dg membaca dg Nama Tuhan (krn) Tuhan yg tlah mnciptakan. Allahu Akbar 1 juta kali. Hidup kader Muda Muhammadiyah, maju terus pantang mundur.
hilmi
03-05-2011 17:38:53
Maju terus Pemuda Muhammadiyah, ditanganmu kader persyarikatan bergantung
PD PM Cilacap
06-05-2011 15:10:00
Pemuda Muhammadiyah insya allah semakin baik dari hari ke hari dan semakin dekat dengan ummat islam
Ahyaruddin
14-05-2011 19:47:50
Di pundak Pemuda Muhammadiyah kemajuan generasi bangsa......... Agen Pencerah segala bidang......
satria khilafah
26-05-2011 05:22:31
sebagai salah satu gerakan islam, muhammadiyah seharusnya bersama memperjuangkan tegaknya syariah islam dan khilafah islamiyah, karena hanya dengan islamlah kehidupan ini akan menjadi lebih baik ! bukan kapitalisme liberal dan sekulerisme ! Allohu akbar
kauman wiradesa
29-05-2011 12:07:20
hidup pemuda muhammadiyah
PDPM Banda Aceh
06-06-2011 10:10:41
saya berharap ada aksi yang nyata dari seluruh jajaran aktivis pemuda Muhammadiyah terkait masalah buruh ini. saya sangat mendukung upaya PP Pemuda untuk memperhatikan nasib buruh di Indonesia termasuk buruh Migran. Namun, pernyataan sikap itu tak akan berarti apaapa tanpa aksi yang nyata dari kita semua. Fastabiqul khairat...
isnul
08-08-2011 09:48:53
Ass.sambil beribadah kita menata kehidupan ini dengan akal dan iman.pemuda muhammadiyah sebagai sebuah ortom merupakan cikal bakal pimpinan muhammadiyah kedepan,tentunya permasalahan yang dihadapi bakan hanya pada tataran kepemudaan saja (internal dan eksternal) namun lebih terpenting lagi pada permasalahan persyerikatan.kami di daerah merasakan pergerakan persyerikatan terhambat oleh katakata KADER. tolong diperhatikan permasalahan ini.Billahifisabbilhaq Fastabaiqulkhairat.
alhamda
01-10-2011 11:03:19
ass. saya alhamda selaku KABID Organisasi menambahkan jaminan kesehatan para buruh juga harus diperhatikan, karena ketika paraburuh sakit mereka tidak bisa membiayai berobat mereka, juga perbedaan klas dalam berkerja antara klas borjuis dan ploletar ketika perbedaan kelas ini diterpkan maka itu akar permulaan terjadi intimidasi dan kekerasan dalam pekerjaan itu..... sadar tidak sadar lemahnya pemahaman itu dan lemahnya hukum kita yg menyebabkan jaminan kesehatan, jaminan hargadiri dan jaminan hdup tidak akan terpenuhi pada para buruh kita....
nuryanto
08-10-2011 11:12:41
fastabiqul khoirot....
ABDULHARIS MUSLIM
28-12-2011 15:10:22
banyak umat islam kita yang terjajah hak asasi nya. terutama petani, nelayan dan buruh. tolong bantuan lembaga hukum muhammadiyah untuk membantu. terima kasih
PDPM Rejang Lebong
17-07-2012 18:30:28
ho oh..sudah seharusnya kita para pemuda lebih jeli melihat perkembangan politik yang kadang sangat sangat tidak berpihak kepada masyarakat bawah. Kedepannya peran Pemuda Muhammadiyah harus lebih di tingkatkan di segala bidang.... Terima kasih.

Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Yogyakarta- Sebagaipuncak acara Milad Muhammadiyah, rencananya akan digelar di Sportorium Univers ... selengkapnya
Yogyakarta- Muhammadiyah mengecam segala bentuk terror dengan menggunakan kekerasan atau senjata ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Kompetisi yang amat ketat sudah di depan mata, tetapi strategi mengelola perubahan belum terpikirkan. Kita terjebak hanya berkutat dalam lumpur rutinitas, sementara hal-hal yang strategis belum juga kita lakukan.
[Ulung Pribadi]
iklan