| Trik Berbuka dan Sahur di Jerman dan Korea |
|
|
|
| Administrator | |
| Senin, 01 Oktober 2007 | |
|
Di masjid komunitas Arab setiap adzan maghrib berjajar orang menawarkan kurma yang telah dibelinya “karena pahala memberikan sesuatu untuk berbuka sama dengan pahala puasa orang berpuasa” ungkapnya aktifis PCIM Jerman ini. Menurut Sadr, biasanya Di depan kami menu buka direntangkan pada plastik yang cukup panjang, kemudian semangkuk sup ayam di distribusikan. Setelah itu datang lagi menu nasi beserta sup kacang merah ditambah dengan daging, porsinya 1,5 kali porsi orang Indonesia. Sedangkan di Masjid komunitas Anak Benua India-Asia Tengah, menunya biasanya kari kambing beserta roti bantal, khas makanan dari Pakistan, India, Afghanistan, dan sekitarnya. Kari tersebut diletakkan di sebuah nampan yang besar, yang bisa menampung sampai dengan 5 porsi. Tiap-tiap nampan di letakkan di depan sekelompok orang. “Pertamanya saya agak aneh, makan kari dengan roti” ungkap Sadr yang berasal dari Tasikmalaya ini. Ramadhan di Busan Ceritanya kepada muhammadiyah.or.id ahad malam (30/09/2007), ditengah kesibukan studinya dia hanya bisa dua kali seminggu ikut berjama’ah tarawih di masjid, itupun dari asrama kampusnya harus menempuh perjalanan 45 menit menggunakan subway. Masjid Al Fatah yang merupakan masjid satu satunya di kota Busan itu digunakan oleh jama’ah asal Indonesia, Pakistan dan Turki dengan Imam orang Korea, dan Bangladesh.“Tapi orang Indonesia emang paling banyak dan yg paling menghidupkan suasana masjid ini, kebanyakan pekerja” terangnya. Pada masjid tersebut, masyarakat Islam Indonesia berada Persaudaraan Umat Islam Indonesia masjid Al Fatah (PUMITA). Mereka sering bermalam di masjid tersebut dan kadang menjadi kesempatan untuk memasak makanan khas Indonesia untu sahur bersama. ” Masakan dari mana saja...misalnya urap, gulai, soto, pecel...” ungkap Nurul yang mengaku kangen dengan suasana Ramadhan di Kauman Yogyakarta, tempat asalnya (Arif) |





Yogyakarta-
IMM
ok dr Taufiq saya sangat setuju dan&n...
Assalamu'alaykum wr. wb. Kiranya mod...
di tempat saya di daerah muntilan sus...
spemuventa 2010 semangaat
Oh ya kalau begitu bagaimana kalau ki...