Peb
10
2010
Today

Rubrikasi

Layanan User

Sep 19 2007
Maklumat Penetapan 1 Syawal 1428H Terbit PDF Cetak Kirim
Arif Nur Kholis   
Rabu, 19 September 2007

Yogyakarta- Setelah sebelumnya sempat dinyatakan H. Muchlas Abror ditengah  materi pertama Pengajian Ramadhan 1428 H, selasa malam (18/09/2007) , penetapan Muhammadiyah untuk satu syawal 1428 H  terbit dalam bentuk maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor : 03/MLM/1.0/E/2007.

Terbitnya maklumat ini sempat disingung dalam pidato penutupan pengajian Ramadhan yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir. Menurutnya  maklumat ini memang sengaja terbit tidak bersamaan dengan penetapan awal Ramadhan, dan tidak perlu dipermasalahkan. ”Karena kemarin mau Ramadhan dahulu, kemudian sekarang lebaran”  demikian ungkapnya seraya menyilahkan peserta pengajian Ramadhan yang merupakan utusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah berbagai Propinsi di Indonesia itu untuk mengambil teks maklumat yang disediakan panitia untuk dibawa pulang.

Sebelumnya, peserta pengajian mendapatkan penjelasan dari Drs. Oman Faturrohman, SW , MA tentang dasar dasar mengapa Muhammadiyah menetapkan satu syawal 1428 H pada tanggal 12 oktober 2007. Dalam paparannya,  ahli falak Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini menerangkan sejak dalil dalil Al Qur’an dan  Sunnahnya, hingga dasar dasar astronomisnya.
(Arif)

Silahkan Klik! Banner di atas untuk Download Maklumat 
Comments
Add New Search RSS
Sadr LM   |141.58.11.xxx |2007-09-19 20:59:12
boleh tuh diposting hasil pengajiannya supaya yang tidak menghadiri bisa tahu
juga
Anonymous   |202.152.36.xxx |2007-09-20 08:36:17
tolong terangkan dalil2 nya serta dasar astronominya...biar masyarakat tau dan
bisa menilai sebenarnya....
dikaw Fahlupi  - penetapan satu syawal   |202.169.53.xxx |2007-09-20 09:23:04
boleh diposting hasilnya biar warga non muhammadiyah bisa tau dasar penetapan
satu syawal yang ditetapkan muhammadiyah
Andista   |222.124.24.xxx |2007-09-20 10:27:05
Aku tuh penginnya lebaran semua sama tanggalnya... jadi terkesan merasakan
gimana kebesaran umat islam di indonesia bersatu...walau berbeda organisasinya.
ars   |121.52.51.xxx |2007-09-20 10:31:22
tolong dimuat di situd ini dalil dalil Al Qur’an dan Sunnahnya, hingga dasar
dasar astronomisnya supaya masyarakat jelas...please
suyatni   |222.124.125.xxx |2007-09-20 10:32:07
Apa gak sebaiknya pengumuman/maklumat ini disampaikan menjelang akhir ramadhan,
agar orang awam seperti saya ini gak menjadi bingung. :?
jarot  - budi   |202.169.38.xxx |2007-09-20 10:35:38
:grin
Mohon agar bisa dishare alasan alasannya. Sehingga saya akan lebih pas
untuk tidak berpuasa pada tgl 12 oktober nanti.
AL hasan   |202.146.241.xxx |2007-09-20 10:43:58
:? , weeh jadi bingung, kapan ya pemerintah dan lembaga islam bersatu di satu
meja menetukan tanggal iedul fitri ??, masa bakal beda2 terus seeh..!!!
Qadar Ramadhan  - System Support   |122.200.48.xxx |2007-09-20 10:45:27
Sungguh benar jika ada landasan hukumnya , namun secara logika Muhammadiyah tidak bisa menentukan puasa awal pada H-3, namun bisa menetapkan 1
Syawal di H-21
. Logika kita pasti bertanya sungguh aneh dan terlalu dini. Ingat Allah tidak
menyukai sesuatu yang tergesa-gesa. :?
To : Qadar Ramadhan  - Sudin   |202.69.96.xxx |2007-09-20 11:27:03
Allah tidak suka sesuatu yang tergesa-gesa?????
Lho ???
Masak dibilang
tergesa...
Besok gak usah bikin kalender....
Cukup tau besok pagi tanggal
brapa, gitu ???
Ahhh... yang bener aja
Katrok  - 1 Syawal 2007   |222.124.134.xxx |2007-09-20 11:50:06
Baiknya muhammadiah mengumumkan jadwal lebaran dari sekarang sampai 100 tahun
yang akan datang biar masyarakat tahu tahun 2099 lebarannya tanggal berapa dan
hari apa .... hayo kalau berani, bisa-bisa beda 7 bulan dengan pemerintah,
itupun kalau indonesia masih ada.
ags   |203.130.255.xxx |2007-09-20 11:56:37
aku orang awam namun aku sangat setuju dengan pemikiran muhammadiyah mudah
diikuti dan gampang dinalar.
Trisna  - Tetaplah dalam ijtihad mu   |202.152.238.xxx |2007-09-20 12:00:37
Kepada Muhammadiyah, tetaplah dalam ijtihad mu dalam mengambil hisab sebagai
metoda penentuan bulan.

Semoga Allah yang Maha Rahman selalu memberi
ridhoNya.
titotea  - Awal Syawal 1428 H   |219.83.68.xxx |2007-09-20 12:02:30
Awal Syawal 1428 H

Kedudukan garis tinggi nol derajat, garis ILDL dan
posisi Matahari saat konjungsi terjadi untuk situasi awal Syawwal 1428 H. Hanya
area di sebelah kiri garis putus-putus saja yang memenuhi kriteria Wujudul
Hilaal, demikian pula hanya area di sebelah kiri garis biru saja yang memenuhi
kriteria Odeh.
Konjungsi Bulan-Matahari terjadi pada tanggal 11 Oktober 2007
pukul 05 : 02 GMT. Di Makkah al-Mukarramah, pada 11 Oktober 2007 itu Matahari
terbenam pukul 17 : 56 waktu setempat dengan umur Bulan 9 jam 54 menit (kurang
dari 12 jam).
Posisi Matahari saat konjungsi berada di atas wilayah Indonesia
bagian barat daya, tepatnya di dekat Selat Sunda. Garis tinggi nol derajat
membelah Indonesia sehingga wilayah yang memenuhi kriteria Wujudul Hilaal adalah
Australia, sebagian Indonesia, sebagian besar Afrika (kecuali negara-negara
maghribi), sebagian besar Amerika (seluruh Amerika Selatan dan Amerika Utara
kecuali Kanada dan sebagian Amerika Serikat) serta Pasifik. Sementara wilayah
yang memenuhi garis ILDL dari kriteria Odeh hanyalah sebagian wilayah Amerika
Selatan dan Pasifik.
Sehingga :
• Saudi Arabia kemungkinan besar akan
melaksanakan shalat Idul Fitri pada tanggal 13 Oktober 2007 jika menggunakan
kriteria Umm al-Qura atau pada tanggal 12 Oktober 2007 jika menggunakan kriteria
Wujudul Hilaal.
• Indonesia akan melaksanakan shalat Idul Fitri pada 12
Oktober 2007 jika berpedoman pada kriteria Wujudul Hilaal (yakni Muhammadiyah,
Persis dan sebagian kalangan NU yang meyakini pada hari itu Hilaal sudah bisa
dilihat) dan pada tanggal 13 Oktober 2007 jika berpedoman pada “kriteriaâ€
MABIMS (yang dikenal tidak reliabel) maupun garis ILDL dari kriteria Odeh.

(Oleh Rovicky Dwi Putrohari)
Rujukan :
1. Odeh, 2005, Exp. Astron. (2005) 18
: 39 - 64.
2. Schaefer, 1996, Q.J.R. Astr.Soc (1996) 37 : 759 - 768.

3. Ruang diskusi ICOP
Agus  - Kenapa pada pengen cepet2 idul   |202.158.1.xxx |2007-09-20 12:14:28
kgw pengennya idul fitri tahun depan aja, maunya bulan ramadhan terus ... kenapa
pada buru2 ngabisin bulan ramadhan?
oki  - penjelasan keputusan lebaran   |222.124.158.xxx |2007-09-20 12:54:07
penetapan tanggal 1 syawal dilihat dari tenggelamnya matahari dan bulan..jika
matahari lebih dahulu tenggelam maka sudah masuk bulan baru..kasus tahun kemarin
beda terbenamnya matahari dan bulan hanya 4 menit, jadi wajar saja dengan mata
biasa walaupun memakai teleskop perbandingan yang tipis itu tidak akan
kelihatan..untuk tahun ini lebih dekat lagi yaitu hanya 1 menit matahari
tenggelam lebih dahulu dari bulan...pihak muhamadiyah menggunakan perhitungan
atau hisab sehingga lebih akurat..namun kita tetap tidak boleh mengatakan pihak
lain salah karena mereka memiliki dalil2 yang kuat juga...sehingga diharapkan
masing2 pihak dapat menghormati keyakinan masing-masing..semoga bermanfaat
edy  - jangan dipaksa sama   |222.124.227.xxx |2007-09-20 13:02:55
ass, rasanya umat islam mmg jgn dipaksa untuk puasa dlm waktu yg sama, krn itu
sama dg kita memaksakan laki-laki dan perempuan harus sama, siang dan malam
harus sama, jadi jangan alergi dg keragaman yg indah itu....
Kaki  - dicoba baca   |202.69.96.xxx |2007-09-20 13:34:50
Saya kira harus di mulai dri mengapa Muhammadiyah memakai Hisab dalam
Bertitik
tolak kepada pemaduan bayānī dan burhānī:
Ayat-ayat
al-Quran:
الشمس
والقمر
بحسبان
[الرحمن 5]
Matahari dan bulan (beredar)
menurut perhitungan [Q. 55: 5].

هو الذي
جعل الشمس
ضياء والقمر
نورا وقدره
منازل
لتعلموا عدد
السنين
والحساب ما
خلق الله ذلك
إلا بالحق
يفصل الآيات
لقوم يعلمون
[يونس : 5]
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar
dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi
perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
(waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia
menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui [Q.
10: 5]

وسخر لكم
الشمس والقمر
دائبين وسخر
لكم الليل
والنهار
[إبراهيم : 33]
Dan Dia telah
menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam
orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang [Q.14:
33].

Hadis-hadis Nabi saw:
"Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan
berbukalah (beridulfitri) karena melihatnya. Jika hilal itu ak terlihat olehmu,
maka genapkanlah bilangan bulan (berjalan)" [HR Muslim].

"Jangan kamu
puasa sebelum melihat hilal dan jangan berlebaran sebelum melihat hilal. Jika
hilal itu tak terlihat, maka perhitungkanlah" [HR
al-Bukhārī].

'Sesungguhnya kami adalah umat yang tidak bisa
baca-tulis dan tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu begini begini. Maksud
beliau bulan itu kadang­-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari" [HR
al-Bukhari dan Muslim].

Pemahaman:
-Al-Quran menegaskan bahwa benda langit
dapat dihitung geraknya dalam peredaran masing-masing. Rembulan dapat dihitung
gerak orbitalnya dan matahari juga dapat dihitung gerak semunya.
-Perhitungan
gerak benda-benda langit itu, khususnya matahari dan rembulan, berguna untuk
perhitungan waktu baik tahun, bulan, hari dan seterusnya.
Pernyataan
deklaratif al-Quran bahwa bulan dan matahari dapat dihitung gerak edar
masing-masing dapat diartikan imperatif (perintah) untuk melakukan perhitungan
(الجملة
الخبرية
بمعنى
طلب/إنشاء, yang berarti
sekaligus al-Quran mendorong umat untuk mengembangkan pengetahuan alam khususnya
astronomi.
-Jadi perhitungan waktu termasuk menentukan awal bulan, menurut
al-Quran, adalah pada asasnya berdasarkan hisab.

Karena tingkat peradaban
dan kemajuan pengetahuan alam dan astronomi pada zaman Nabi saw masih relatif
belum maju, maka Nabi saw menggunakan cara yang mudah pada zaman itu untuk
menentukan awal bulan, yaitu dengan cara rukyat. Jadi rukyat hanya sebagai cara
tehnis sementara saja untuk menentukan awal bulan, dan bukan bagian dari iabadah
puasa itu sendiri. Hal ini dapat difahami secara jelas daam hadis Nabi
saw,

Artinya: Sesungguhnya kami adalah umat yang tidak bisa baca-tulis dan
tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu begini begini. Maksud beliau bulan itu
kadang­-kadang 29 hari dan kadang-kadang 30 hari [HR al-Bukhari dan
Muslim].

Ulama-ulama besar seperti MuÂ¥ammad Rasyīd Ri«ā,
Mu¡¯afā AÂ¥mad az-Zarqā, dan Yūsuf al-Qara«āwī
menyatakan bahwa perintah rukyat adalah perintah ber‘illat (disertai
‘illat), yaitu keadaan umat yang masih ummi, sehingga apabila ‘illat itu
sudah tidak ada, maka perintah itu tidak berlaku.
Mereka juga menegaskan bahwa
rukyat hanyalah sarana (wasilah) saja untuk menentukan m...
Ali Nardi  - Alhamdulillah Keputusan Sudah   |222.124.72.xxx |2007-09-20 13:39:05
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, dengan telah
dikeluarkannya Maklumat Ketetapan 1 Syawal oleh PP, maka kami sudah dapat
mempersiapkan pelaksanaannya secara lebih dini.
Mengenai perbedaan dengan
pemerintah, itu adalah hal yang biasa dan tidak perlu terlalu dibesar-besarkan
seakan-akan melambangkan perpecahan di tegah umat. Karena masih banyak kegiatan
lain yang dilaksnakan bersama-sama, akan tetapi kenyataan di tengah umat masih
sering juga terjadi perselisihan. Artinya, perbedaan awal syawal bukanlah
penyebab terjadinya perbedaan, akan tetapi sikap, pandangan hidup dan
keyakinanlah yang membuat terjadinya sengketa. Oleh sebab itu, marilah kita
bekerjasama untuk hal-hal yang sama, dan marilah kita toleran untuk hal-hal yang
berbeda. Tawa shaubil haq wa tawa shaubil shabr.
Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
ananta  - BUKAN ZAMAN RUKYAT LAGI !!!   |203.130.207.xxx |2007-09-20 14:08:41
Dasar penetapan ramadhan yang dipedomani muhammadiyah adalah HISAP HAKIKI
WUJUDUL HILAL, dengan kriteria:
1. menurut perhitungan hisab, telah terjadi
ijtimak.
2.ijtimak terjadi sebelum magrib (sebelum matahari tenggelam)
3. pada
saat terbenam matahari, bulan berada diatas ufuk (bulan belum terbenam)

Bila
ketiga kriteria tersebut terpenuhi, maka malam itu dan keesokan harinya adalah
dinyatakan sebagai bulan baru.

satu hal lagi, PERCAYALAH, BAHWA RUKYAT TIDAK
BERLAKU LAGI PADA ZAMAN SEKARANG. Karena pada saat perintah rukyat itu (zaman
dulu kala), keadaan ummat pada saat itu masih UMMI, dalam arti masih belum
banyak yang mengenal baca tulis dan perhitungan (HISA astronomi.
Oleh karena
itu mereka menggunakan sarana yang tersedia bagi mereka pada zamannya untuk
menentukan permulaan bulan baru, yaitu dengan melihat "anak bulan"
secara visual.
Sekarang, dengan kemajuan yang tinggi dalam dunia astrologi dan
perkembangan ilmu pengetahuan telah dapat memberikan akurasi perhitungan yang
amat meyakinkan, MAKA RUKYAT TIDAK DIPERLUKAN LAGI.

WASSALAM
Frans Purba  - hamba Allah.   |202.93.142.xxx |2007-09-20 14:34:31
Dgn adanya kenyataan bahwa akan ada 2x sholat Ied bagi ummat Islam di Indonesia
,pasti memberi kesan ada dua golongan dgn faham yg yg tidak bersatu dan berbeda
.Namun dibalik itu seyogiyanya harus dibayar dgn amalan Islam yg nyata dan
significan utk membuktikan bahwa ummat Islam itu adalah satu.
Frans Purba  - hamba Allah.   |202.93.142.xxx |2007-09-20 14:34:52
Dgn adanya kenyataan bahwa akan ada 2x sholat Ied bagi ummat Islam di Indonesia
,pasti memberi kesan ada dua golongan dgn faham yg yg tidak bersatu dan berbeda
.Namun dibalik itu seyogiyanya harus dibayar dgn amalan Islam yg nyata dan
significan utk membuktikan bahwa ummat Islam itu adalah satu.
irdhiansyah  - awal syawwal   |202.152.175.xxx |2007-09-20 14:43:09
untuk muhammadiyah, terima kasih telah memberikan info ini.Kepada pemerintah,
harap segera merumuskan masalah awal bulan ini, karena pada 1433 H mungkin
perbedaan ini terjadi lagi.Kepada publik, harap dapat mengambil keputusan apakah
berpuasa 29 hari atau 30 hari.semoga Allah merahmati kita semua.
irdhiansyah  - awal syawwal   |202.152.175.xxx |2007-09-20 14:44:05
untuk muhammadiyah, terima kasih telah memberikan info ini.Kepada pemerintah,
harap segera merumuskan masalah awal bulan ini, karena pada 1433 H mungkin
perbedaan ini terjadi lagi.Kepada publik, harap dapat mengambil keputusan apakah
berpuasa 29 hari atau 30 hari.semoga Allah merahmati kita semua.
ibnu rosyad  - masya allah   |222.124.46.xxx |2007-09-20 16:24:53
assalamu'alaikum
salam ta'zim untuk semua saudaraku di ormas Muhammdiyah.
saya perhatikan 3
tahun belakangan ini ormas Muhammadiyah ingin Unjuk Gigi ya...mohon maaf
sebelumnya. Yang terpenting adalah bgm mjg kenyamanan bagi ummat islam, tidak
menggangu ibadah mereka. pak din, tolong ini menjadi catatan igh
budi s  - petunjuk definitif Al Qur'an   |125.161.200.xxx |2007-09-20 16:39:31
mohon dibaca surah al baqarah ayat 189 yang merupakan definisi tanggal satu
bulan qomariyah, dimulai dari sejak bulan sabit (hilal). bulan sabit adalah
bulan memantulkan cahaya mahatari sehingga terlihat bentuk sabit yang
tipis.bulan mati (tidak memantulkan cahaya matahari) belum dihitung sebagai awal
bulan. ayat ini justru "dilupakan" untuk menetapkan awal bulan sesuai
maklumat pp muhammadiyah, mohon maaf bukan untuk berdebat, tetapi untuk
mengingatkan ada ayat lain yang lebih definitif.
Ass,Muhammadyah is the best.  - Go...   |195.189.142.xxx |2007-09-20 16:43:26
SaptoGiriHaryoto  - Untuk IBNU ROSYAD   |Registered |2007-09-20 17:38:33
KALAU BILANG 3 TAHUN BELAKANGAN MUHAMMADIYAH INGIN UNJUK GIGI SEHINGGA IDUL
FITRINYA BEDA, YANG BILANG SEPERTI INI ADALAH ORANG YANG TIDAK TAHU SEJARAH.
PEMERINTAH SEJAK TAHUN 50-AN SUDAH MENENTUKAN LIBUR IDUL FITRI 2 HARI,YAITU
UNTUK YANG PUASA 29 HARI DAN YANG PUASA 30 HARI.
Irfan  - Ralat buat Mas Nur   |203.128.72.xxx |2007-09-20 17:43:45
Mas nur, lha kok Idul Fitri jatuhnya jadi tanggal 28 Oktober 2007?, yang benar
kan tanggal 12 Oktober 2007.
Salam
Pengikut Muhammadiyah  - sepakat   |202.69.96.xxx |2007-09-20 17:52:58
Saya sepakat pada mas Budi S, mas,..Muhmmadiyah juga berpedoman pada ayat itu,
masalahnya,...apa ketika bulan yang tidak terlihat itu pasti mati???
masalahnya
dalam metode rukyat menganggap,..kalau tidak terlihat artinya hilal tidak
ada.
masalahnya kembali sepoerti tadi, apa benar yang tidak terlihat itu tidk
ada. (kalau kita berpahaman seperti itu saya yakin keimanan kita jadi rusak.
Allah juga ga terlihat masalahnya).
Hilal tidak terlihat (oleh mata atau
teropong).
Menurut ahli astronom yang saya baca :
(teropong infrared
sekalipun tidak dapat menyingkirkan awan, hanya mendekatkan kita pada object)
bisa di buktikan.

1.hilal dapat terlihat ada yang bilang pada ketinggian 5
derajat, ahli lain bilang 7 derajat, untuk rukyat 2 derajat.
2. tapi ada syarat
lain untuk ahli astronom. yakni posisi kita dengan objek.
3 Tempat dimana kita
melihat object.
4 Kemiringan tempat kita dengan object.
5 Cuaca saat kita
melihat object
6 Cahaya ketika kita lihat object.
7 emosional kita saat liat
object (apabila dari rumah kita menginginkan hilal ada, maka benda apapun yang
terlihat menyerupai hilal akan kita anggap Hilal.
8 Penglihatan kita sendiri.
(yang ini bisa diukur sendiri.

Naa hal-hal inilah yang membuat kesimpulan
bahwa sulit untuk melihat secara langsung.
sekali lagi tidak terlihat bukan
berarti tidak ada.
untuk itu kita butuh science...
dan Islam menuntut kita
untuk menuntut ilmu..
buat kami ijtihad dan memikirkan dengan ilmu berpahala
satu kalau salah, daripada Taqlid terhadap sesuatu.
thanks.
Mahmudin  - Jakarta Timur   |202.93.42.xxx |2007-09-20 18:09:53
Alhamdulilah, kita sudah dapat informasi idul fitri tgl : 12 oktober.
persoalan
ada yang berbeda itu adalah hal yang wajar. bukannya perbedaan itu adalah
sunahtullah. lebih baik sholat id walau berbeda waktu, dari pada koar-koar nggak
karuan tetapi tidak melakukan sholat.
Salam
Mahmudin  - Jakarta Timur   |202.93.42.xxx |2007-09-20 18:44:59
Alhamdulilah, kita sudah dapat informasi idul fitri tgl : 12 oktober.
persoalan
ada yang berbeda itu adalah hal yang wajar. bukannya perbedaan itu adalah
sunahtullah. lebih baik sholat id walau berbeda waktu, dari pada koar-koar nggak
karuan tetapi tidak melakukan sholat.
Salam
Adimihardja  - Tanggal 28 Oktober?   |202.158.36.xxx |2007-09-20 19:14:05
Ass.ww
Mohon dikoreksi, tanggal 1 Syawal 1428 H yang ditetapkan itu bertepatan
dengan tanggal 28 Oktober 2oo7? Apa tidak salah?
arifnur  - Ralat redaksi   |Publisher |2007-09-20 20:02:15
Untuk Mas Irfan dan Mas Adi, terimakasih koreksinya. Sudah dikoreksi menjadi 12
Oktober 2007.

Wassalam
Mohammad Iqbal Santoso-Garut  - Apa perbedaan qomar dengan hil   |61.94.111.xxx |2007-09-21 00:46:57
Tolong jelaskan dalil mengapa Muhamadiyyah menggunakan ufuk mar-i sebagai
landasan penetapan awal bulan Hijriyyah. Jika ufuk yang digunakan adalah ufuk mar-i kenapa untuk bulan tidak Qomar mar-i?. Menurut Syara awal bulan ditetapkan jika hilal sudah berada di atas ufuk.
Bukan "Bulan" yang di atas ufuk. Karena bulan di atas ufuk belum tentu sebagai hilal. Hadits Muslim menyatakan: "... jika hilal tidak tampak, maka genapkanlah
bulan sya'ban 30 hari (istikmal)" bahkan dalam hadits lain dikatakan jika
bulan yang sudah di atas ufuk terhalang, maka diharuskan istikmal. Hadits-hadit
tersebut mengandung makna walaupun saat maghrib bulan diatas ufuk tetapi tidak
memungkinkan terlihat maka maka hilal belum wujud, yaitu harus
istikmal.
Menurut hisab hakiki, pada saat maghrib (Kamis 11 Oktober 2007) di
sebagian besar wilayah Indonesia hilal berada di bawah ufuk. Pertanyaannya
adalah apakah keputusan Muhamadiyyah menetapkan 1 Syawwal 1428H Jum'at 12
Okt-2007 berlaku untuk seluruh Indonesia? (termasuk wilayah yang hilalnya masih
di bawah ufuk)
Mohammad Iqbal Santoso-Garut  - Apa perbedaan qomar dengan hil   |61.94.111.xxx |2007-09-21 01:00:33
Tolong jelaskan dalil mengapa Muhamadiyyah menggunakan ufuk mar-i sebagai
landasan penetapan awal bulan Hijriyyah. Jika ufuk yang digunakan adalah ufuk mar-i kenapa untuk bulan tidak Qomar mar-i?. Menurut Syara awal bulan ditetapkan jika hilal sudah berada di atas ufuk.
Bukan "Bulan" yang di atas ufuk. Karena bulan di atas ufuk belum tentu sebagai hilal. Hadits Muslim menyatakan: "... jika hilal tidak tampak, maka genapkanlah
bulan sya'ban 30 hari (istikmal)" bahkan dalam hadits lain dikatakan jika
bulan yang sudah di atas ufuk terhalang, maka diharuskan istikmal. Hadits-hadit
tersebut mengandung makna walaupun saat maghrib bulan diatas ufuk tetapi tidak
memungkinkan terlihat maka maka hilal belum wujud, yaitu harus
istikmal.
Menurut hisab hakiki, pada saat maghrib (Kamis 11 Oktober 2007) di
sebagian besar wilayah Indonesia hilal berada di bawah ufuk. Pertanyaannya
adalah apakah keputusan Muhamadiyyah menetapkan 1 Syawwal 1428H Jum'at 12
Okt-2007 berlaku untuk seluruh Indonesia? (termasuk wilayah yang hilalnya masih
di bawah ufuk)
Abu Diponegoro Garut  - Rukyat Hilal tak perlu diperte   |61.94.111.xxx |2007-09-21 02:53:43
Saya kurang setuju terhadap pernyataan sdr ananta, bahwa “bukan zaman
rukyat lagi”. Hisab & Rukyat tak perlu dipertentangkan, karena:

Metode
hisab yang sekarang digunakan adalah berdasarkan hasil pengamatan (Rukyat) yang
dituangkan dalam model-model matematik. Model metematik yang dirumuskan dalam
metode hisab perlu diuji kebenarannya melalui pengamatan (rukyat), sehingga
Rukyat tetap masih diperlukan untuk membuktikan hasil Hisab, atau Hasil
perhitungan (Hisab) harus dibuktikan dengan Rukyat.

Model matematis yang
digunakan dalam hisab tidak 100% akurat, masih ada kekurangan. Misalnya dalam
menentukan ufuk mar-i (sebagai patokan ketinggian hilal). Ufuk mar-i sangat
dipengaruhi oleh cuaca, kelembaban udara, suhu, ketinggian dari permukaan laut,
dsb. Variabel yang mempengaruhi ketinggian ufuk mar-i tersebut tidak bisa
ditentukan secara eksak, karena untuk tiap daerah berbeda dan setiap sa’at
bisa berubah.

Begitupula Rukyat banyak sekali kelemahannya, tetapi dengan
teknologi, kekurangan rukyat bisa diminimalisir, jadi teknologi rukyatpun
terus berkembang.

Sehingga Hisab & Rukyat tidak perlu dipertentangkan,
keduanya saling mendukung dan melengkapi, keduanya harus terus dikembangkan
(disempurnakan). Pada awalnya metode hisab (yang dulu diyakini benar) ternyata
ditemukan beberapa kesalahan. Metode hisab yang sekarang digunakan adalah hasil
beberapa kali perbaikan atau hasil penyempurnaan yang berulang dilakukan. Tidak
tertutup kemingkinan metode hisab yang sekarang kita gunakan pada suatu saat
nanti akan ditemukan kekurangannya.

Hanya Allah-lah kebenaran mutlak, kita
baru menemukan sebagian dari kebenaran,
Wallahu a’lam
H. Abdul Rahman  - Penetapan 1 Syawal   |61.5.36.xxx |2007-09-21 07:09:14
Buat organisasi Muhammadiyah, tolong dong untuk penetapan 1 syawal menunggu
sidang isbath dari pemerintah. Disana jugakan semua Ormas Islam bisa mengajukan
pendapatnya, kenapa muhammadiyah sudah mendahulukan informasi 1 syawal. Bisa
ngga kita bersatu, walau kita beda ormas dan beda aliran.Hari gini masih ribut perbedaan teruss, kapan kita mau bersatu.
maztrie  - kapan kalender islam bisa berl   |222.124.7.xxx |2007-09-21 08:20:31
kalau penentuan tanggal satu tiap bulannya baru bisa diputuskan 1 ato 2 hari
sebelumnya, gimana kita bisa menggunakannya dalam kehidupan kita sehari2,
janjian tanggal 1 tapi nggak jelas kapan harinya besuk ato lusa ?? bisa kacau
dong semua bisnis, jadi kapan kalender islam bisa dipake ?
Kuspriadi El Islami Al Ayyam  - Sohib Qarib Ustadz Raya   |202.129.184.xxx |2007-09-21 08:39:08
Menurut saya tidak tergesa-gesa karena keputusan yg dikeluarkan oleh
Muhammadiyah diputuskan sejak dini, dan juga manusia saat ini secara ilmu
astronom dapat menentukan kapan jatuhnya gerhana bulan/matahari serta orbit
pluto sekalipun tetapi hanya orang2 picik saja yang tidak berilmu dan merasa
berilmu yang harus melihat hilal secara rukyat yang menyatakan Muhammadiyah
tergesa-gesa :grin
Iwan  - Karyawan   |202.155.2.xxx |2007-09-21 08:42:33
Kalau saya lebih senang diumumkan jauh-jauh hari. Karena kalau deket2 akhir
Ramadhan, kesannya cuma biar beda aja. Tks sudah di informasikan jauh2 hari.
raidy  - penetapan i syawal 1428 H   |203.123.254.xxx |2007-09-21 09:48:30
alhamdulillah sudah ada ketetapan 1 syawal 1428 H, namun sangat di sayangkan
yang meng-entri data rupanya masih ngantuk yaa pak, coba baca kembali Maklumat
Penetapan 1 Syawal 1428 H Terbit, alinea ke 3, pada baris ke dua baca dengan
teliti yaa, apa saya yg matanya sudah lamur karena sudah old man, sekali lagi
kados pundi punika mas Arif Nur Kholis ???
yunarto  - Wilayah hukum   |61.94.70.xxx |2007-09-21 09:53:32
Assalamu’alaikum.
Salut dengan tulisan Titotea, Kaki, dan Abu Diponegoro
yang telah obyektif menyampaikan opini berdasar ilmu wa hujjah balighah. Saya yang awam cuma menyayangkan pengumuman Muhammadiyah yang menurut saya
sangat prematur dan semacam “mencuri start kampanye†karena pengumuman ini
akan membingungkan umat yang awam. Satu sisi pak Din menghimbau agar pemerintah
tidak usah menetapkan tangggal 1 Ramadhan / 1 Syawal, tapi sisi yang lain
Muhammadiyah sbg ormas besar mendahului penetapan pemerintah! Saya bingung,
sebab Muhammadiyah juga menggunakan dalil, bahwa Indonesia adalah satu wilayah
hukum (wilayatul hukmi). Siapa sih yang punya kewenangan atas wilayah hokum??? Maaf, menurut saya, semestinya kita semua umat Islam Indonesia harus tunduk
kepada penetapan pemerintah berdasar QS.4:59, dan semestinya “hukmul qadli ilzam wa yarfa’ul khilafâ€. Kapan kita akan bersatu???
Wassalam
Zoel4you  - Perbedaan itu biasa   |222.124.230.xxx |2007-09-21 10:04:31
Assalamu'alaikum..
Skrg yg penting bukan lagi berdebat masalah kapan 1 syawal,
yg penting bagaimana menjalankan ibadah di bln romadhon ini dengan sebaik-2nya
sehingga diakhir bulan kita bisa jadi pemenang. Soal mau lebaran tanggal 12 atau
13 oktober itu kembali kepada keyakinan masing2, toh semua punya dalil dan
alasan nya. Perbedaan itu biasa kok.. Yang penting persatuan tetap dijaga..
Wallahu'alam bissawab.
Wassalam
ibn_ahmad  - hamba Allah   |202.169.37.xxx |2007-09-21 10:11:18
Wahai Kaum Muslimin... Taatlah kepada Allah dan Taatlah kepada Rasul dan
Pemimpin kamu, Sesungguhnya kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah
kelak di hari akhir atas semua perkataan dan amal perbuatan kita, Ikuti saja
pengumuman 1 Syawal dari Pemerintah karena itu lebih benar, dari pada semua
orang (ormas) boleh menetapkan 1 Syawal maka Agama ini akan Kacau. (Bisa lebaran
berhari-hari)
Dan untuk Ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia, Sanggupkah
kalian mempertanggung jawabkan kepada Allah atas kejadian yang menimpa kaum
muslimin jika ternyata keputusan yang diambil salah....

Semoga Allah
menunjuki kita jalan yang benar dan Allah memberikan Pemimpin2 kita dari
orang-orang yang benar..Amin.
rondy _21@yahoo.com madina  - Berhari Raya Bersama Muslimin   |212.71.32.xxx |2007-09-21 10:24:06
Berhari Raya Bersama Muslimin dan Pemerintah
Penulis: Al Ustadz Muhammad Umar
as Sewed
.: :.
Hukum asal penentuan awal bulan Syawwal (Hari Raya 'Iedlul
Fithri) adalah dengan ru'yatul hilal (melihat bulan sabit) berdasarkan hadits
yang diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي
الله عنهما bahwasanya Nabi
صلى الله عليه
وسلم bersabda:
لاَ
تَصُومُوا
حَتَّى
تَرَوُا
الْهِلاَلَ
وَلاَ
تُفْطِرُوا
حَتَّى
تَرَوْهُ
فَإِنْ غُمَّ
عَلَيْكُمْ
فَاقْدُرُوا
لَهُ. (رواه
البخاري
ومسلم عن ابن
عمر رضي الله
عنهما
Janganlah kalian berpuasa hingga kalian
melihat hilal, dan janganlah kalian ber-iedlul Fithri hingga kalian melihatnya.
Jika kalian terhalang untuk melihatnya, maka kalian perkirakanlah. (HR. Bukhari
Muslim dari Ibnu Umar رضي الله
عنهما
"Memperkirakan" ketika hilal
terhalang oleh awan atau lainnya adalah dengan menggenapkan bilangan bulan
sebelumnya menjadi 30 hari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits lain sebagai
berikut:
صُومُوا
لِرُؤْيَتِه
616;
وَأَفْطِرُو
575;
لِرُؤْيَتِه
616; فَإِنْ
غُبِّيَ
عَلَيْكُمْ
فَأَكْمِلُو
575; عِدَّةَ
شَعْبَانَ
ثَلاَثِينَ.
(رواه البخاري
ومسلم عن أبي
هريرة رضي
الله عنه
Berpuasalah kalian jika
kalian melihatnya (hilal) dan ber'iedlul Fithrilah kalian jika kalian
melihatnya. Jika kalian terhalang untuk melihatnya, maka sempurnakanlah bilangan
Sya'ban tiga puluh hari. (HR. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
رضي الله عنه
Maka
jika yang terhalang adalah hilal
Syawwal, genapkanlah bulan Ramadlan 30
hari.

Penentuan Ramadlan, Syawwal, Haji dan lain-lain adalah tanggung jawab
penguasa
Hari Raya adalah suatu amalan yang
bersifat jama'i (dilakukan secara
berjama'ah), maka penguasalah yang berkewajiban untuk ru'yatul hilal atau
orang-orang khusus yang mereka tugaskan, atau merekalah yang menerima
berita-berita dari orang yang melihat hilal dan menentukan sah atau tidak
sahnya. Oleh karena itu kita tidak bisa melaksanakan hari raya sendiri-sendiri
dengan melihat hilal sendiri-sendiri.

Kewajiban rakyat -kaum muslimin -
adalah mentaati penguasanya pada hasil keputusan mereka, hingga terjadilah
kebersamaan yang dikehendaki oleh syariat Islam.
Berkata Syaikh Muhammad
Nashiruddin al-Albani رحمه الله
dalam Tamamul Minnah: "Sesungguhnya untuk melihat hilal atau mencari berita
tentang hilal dari negeri-negeri lain pada hari ini adalah perkara yang mudah,
sebagaimana sudah dimaklumi. Namun yang demikian perlu perhatian serius dari
para penguasa negara-negara Islam hingga (persatuan) akan terwujud menjadi
kenyataan insya Allah tabaraka wa ta'ala". (Tamamul Minnah, hal.
39

Perintah untuk mentaati penguasa tersebut adalah terus berlangsung
walaupun penguasa tersebut dhalim atau fasik.
Berkata Imam ash-...
madina  - Berhari Raya Bersama Muslimin   |212.71.32.xxx |2007-09-21 10:28:10
Berhari Raya Bersama Muslimin dan Pemerintah

Hukum asal penentuan awal bulan
Syawwal (Hari Raya 'Iedlul Fithri) adalah dengan ru'yatul hilal (melihat bulan
sabit) berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي
الله عنهما bahwasanya Nabi
صلى الله عليه
وسلم bersabda:
لاَ
تَصُومُوا
حَتَّى
تَرَوُا
الْهِلاَلَ
وَلاَ
تُفْطِرُوا
حَتَّى
تَرَوْهُ
فَإِنْ غُمَّ
عَلَيْكُمْ
فَاقْدُرُوا
لَهُ. (رواه
البخاري
ومسلم عن ابن
عمر رضي الله
عنهما
Janganlah kalian berpuasa hingga kalian
melihat hilal, dan janganlah kalian ber-iedlul Fithri hingga kalian melihatnya.
Jika kalian terhalang untuk melihatnya, maka kalian perkirakanlah. (HR. Bukhari
Muslim dari Ibnu Umar رضي الله
عنهما
"Memperkirakan" ketika hilal
terhalang oleh awan atau lainnya adalah dengan menggenapkan bilangan bulan
sebelumnya menjadi 30 hari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits lain sebagai
berikut:
صُومُوا
لِرُؤْيَتِه
616;
وَأَفْطِرُو
575;
لِرُؤْيَتِه
616; فَإِنْ
غُبِّيَ
عَلَيْكُمْ
فَأَكْمِلُو
575; عِدَّةَ
شَعْبَانَ
ثَلاَثِينَ.
(رواه البخاري
ومسلم عن أبي
هريرة رضي
الله عنه
Berpuasalah kalian jika
kalian melihatnya (hilal) dan ber'iedlul Fithrilah kalian jika kalian
melihatnya. Jika kalian terhalang untuk melihatnya, maka sempurnakanlah bilangan
Sya'ban tiga puluh hari. (HR. Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
رضي الله عنه
Maka
jika yang terhalang adalah hilal
Syawwal, genapkanlah bulan Ramadlan 30
hari.

Penentuan Ramadlan, Syawwal, Haji dan lain-lain adalah tanggung jawab
penguasa
Hari Raya adalah suatu amalan yang
bersifat jama'i (dilakukan secara
berjama'ah), maka penguasalah yang berkewajiban untuk ru'yatul hilal atau
orang-orang khusus yang mereka tugaskan, atau merekalah yang menerima
berita-berita dari orang yang melihat hilal dan menentukan sah atau tidak
sahnya. Oleh karena itu kita tidak bisa melaksanakan hari raya sendiri-sendiri
dengan melihat hilal sendiri-sendiri.

Kewajiban rakyat -kaum muslimin -
adalah mentaati penguasanya pada hasil keputusan mereka, hingga terjadilah
kebersamaan yang dikehendaki oleh syariat Islam.
Berkata Syaikh Muhammad
Nashiruddin al-Albani رحمه الله
dalam Tamamul Minnah: "Sesungguhnya untuk melihat hilal atau mencari berita
tentang hilal dari negeri-negeri lain pada hari ini adalah perkara yang mudah,
sebagaimana sudah dimaklumi. Namun yang demikian perlu perhatian serius dari
para penguasa negara-negara Islam hingga (persatuan) akan terwujud menjadi
kenyataan insya Allah tabaraka wa ta'ala". (Tamamul Minnah, hal.
39

Perintah untuk mentaati penguasa tersebut adalah terus berlangsung
walaupun penguasa tersebut dhalim atau fasik.
Berkata Imam ash-Shabuni
رحمه ال...
ZAHWA  - BEDA ITU BIASA   |202.69.96.xxx |2007-09-21 13:02:14
KITA AMBIL HIKMAH DARI PERBEDAAN INI
INSYA ALLAH KITA BISA SEMAKIN
DEWASA
BISMILLAH.....
SAYA MANTAB BER-IDUL FITRI PADA 12 OKTOBER 2007
SEBAGAIMANA KEPUTUSAN PP MUHAMMADIYAH
AzifRayani  - Penentuan 1 SYAWAL   |202.59.166.xxx |2007-09-21 13:04:17
Apa iya, bisa dibuat/diformat selalu sama dalam menentukan 1 ramadhan atau 1
syawal, sedangkan penggunaan penafsirannya saja berbeda, akibatnya ya.. akan
selalu berbeda atau kebetulan sama. yakni yang satu menghitung dan mendapatkan
hasil akhirnya bahwa nanti 1 syawal adalah tgl 12 OKT 2007 disebabkan
perhitungan Hilal sudah wujud yakni pada posisi +00:37:31.
dan yang satu dengan
melihat bulan, pengalaman menyatakan bahwa dengan melihat ada hal2 yang menjadi
masalah yakni kondisi/ cuaca langit saat itu dan kemampuan alat adalah harus
berada +0200 diatas ufuk.
Disinilah kira2 pokok persoalannya.
Jadi apabila
ada kelompok atau organisasi yang bertanggung jawab dan kita meyakininya maka
ambillah itu sebagai pemberitahuan bahwa waktu bulan baru sudah masuk.
itu
saja, mohon maaf jika saya salah dalam menulis kalimat tsb diatas.

wassalam
BURHAN  - INSYA ALLAH SAYA JUGA MANTAB   |202.69.96.xxx |2007-09-21 13:07:32
SAYA PERNAH MENGIKUTI CERAMAH/KAJIAN FALAQ YANG DISAMPAIKAN PAK OMAN
FATURRAHMAN...

INSYA ALLAH SAYA JUGA MANTAB BERLEBARAN PADA TGL. 12 OKTOBER
2007

MARI KITA HARGAI BERSAMA PERBEDAAN INI....
TIDAK SEHARUSNYA
PERMASALAHAN SEKECIL INI MENGAKIBATKAN PERPECAHAN UMAT.. NAUDZUBILLAHI...
Umi Ridha  - Penentuan 1 Syawal   |222.124.16.xxx |2007-09-21 13:20:03
Sebaiknya sih dalam penentuan 1 Syawal, pihak Muhammadiyah mengajak ormas ISLAM
lainnya untuk duduk bersama, supaya ada kesepahaman soal penentuan 1 Syawal
tersebut. Kan kasian umat. Kalau yang lebarannya tanggal 13 Oktober, dosa
dong(?)Kan haram puasa 1 Syawal, sementara yang lebarannya 12 Oktober juga puasa
nyawalannya gimana dong? Umat Islam di Indonesia kan bukan cuma Muhammadiyah
kan? terimakasih atas perhatiannya.
yahya  - Salafy=wahaby=enyahlah   |202.95.129.xxx |2007-09-21 13:30:02
-----
Berhari Raya Bersama Muslimin dan Pemerintah
Penulis: Al Ustadz Muhammad
Umar as Sewed
----
salafy alias wahaby alias khawarij alias pembrontak kepada
pemerintah khilafah ustmany, anda tdk diterima disini.
yahya  - Salafy=wahaby=enyahlah   |202.95.129.xxx |2007-09-21 13:30:45
-----
Berhari Raya Bersama Muslimin dan Pemerintah
Penulis: Al Ustadz Muhammad
Umar as Sewed
----
salafy alias wahaby alias khawarij alias pembrontak kepada
pemerintah khilafah ustmany, anda tdk diterima disini.
_32_   |202.69.96.xxx |2007-09-21 13:34:14
:upset
Poer   |219.83.14.xxx |2007-09-21 14:00:16
saya orang islam, melihat sekarang islam semakin terpecah belah, ngeri !! kenapa
hitungannya tidak berpatok ke makkah saja, tinggal hitung perbedaan waktu antara
makkah dan indonesia, kan beres. ini logika saya sebagai orang bodo .
saya
liat dari dulu, muhammadiyah dan Nu selalau terjadi beda pendapat tantang
penentuan 1 ramadhan dan 1 syawal, saling mempertahankan pendapatnya masing
masing, kenapa sesama islam harus begini di daerah saya pernah terjadi 1 RT
lebaranya saling beda, pada akhirnya menimbulkan perpecahan. andaikan orang
islam se indonesia bisa "kompak" dengan keislamanya, tentulah negeri ini
akan menjadi negeri yg damai dan kuat. semoga. amin.
Kholis  - Buat Kang Utomo   |202.69.96.xxx |2007-09-21 15:19:51
Dalam Annisa 59 : Athi'ullah wa athi'urrasul (Taat kepada Allah & Rasul sifatnya
MUTLAK,hal ini ditunjukkan dengan lafdz "athi'u" ada di keua-duanga
yaitu Allah & Rasul)
Tapi bagi ulil amri (wa ulil amri minkum) tidak ada lafadz
'athi'u" sehingga taat kepada "pemerintah" sifatnya TIDAK
MUTLAK.
Semoga anda bertambah wawasan
Jazakallah
Muhammad Umar as Sewed  - Maju Terus Muhammadiyah   |125.163.120.xxx |2007-09-21 15:35:28
Sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi !!
Keputusan Muhammadiyah sudah
berdasarkan Al-Qur'an dan Sunah
dan ditinjau dari berbagai disiplin Ilmu
Astronomi.

Majulah Muhammadiyah
Majulah Ummat Islam sedunia !!
Ai Nurjannah Garut  - Beda definisi Hilal   |125.163.28.xxx |2007-09-21 16:22:00
Perbedaan penentuan awal bulan berdasar hisab berkisar antara yang berpedoman
pada "wujudul-Hilal" yang dilakukan oleh Muhammadiyah dan Hisab
"imkanur-Rukyat" yang dikembangkan ahli-ahli astronomi serta sekarang
dijadikan pegangan oleh Persatuan Islam (PERSIS)(asalnya berpedoman pada
wujudul-hilal)

Kriteria "wujudul hilal" tidak ada dasar Syara yang
qath'i, tetapi hanya berdasarkan ijtihadiyah, serta tidak didukung landasan
ilmiah yang jelas, misalnya kelompok wujudul-Hilal menggunakan ufuk mar-i (ufuk terlihat) seperti yang dilakukan pada zaman Rasulullah, jika ufuk yang
digunakan adalah ufuk mar-i, mengapa tidak menggunakan qomar mar-i, yaitu posisi hilal yang dijadikan patokan Rasulullah dalam menentukan awal
bulan.

Kelompokâ€Imkanur-Rukyat†berupaya menghisab posisi hilal sa'at
Rasulullah menetapkan awal bulan Untuk itu kelompok imkanur-rukyat berpendapat
bahwa: agar hilal disebut wujud, selain hilal harus berada di atas ufuk (saat
maghrib setelah ijtima) tetapi hilal (yang berada di atas ufuk) tersebut harus
memungkinkan untuk dirukyat (Imkan-rukyat), Pendapat tersebut berdasarkan pada
pemahaman Lafadz-lafadz:  فَاِنْ
غَبِيَ
عَلَيكُمْ-
فَاِنْ حَالَ
بَبْنَكُمء
وَبَيْنَهُ
سَحَابٌ -
فَاِنْْ أُغ
18;مِيَ
عَلَيْكُم -
فَاِن غُمَّ
عَلَيْكُمْ dalam
hadits berikut mengandung makna bahwa jika hilal tidak terlihat atau terhalang
(walaupun di atas ufuq) maka hilal dianggap tidak/belum wujud. Hadits yang
dijadikan rujukan imkanur-rukyat
antara lain:
صُوْمُوا
لِرُؤيَتِهِ
وَافطِرُوا
لِرُؤيَتِهِ
فَاِنْ
غَبِيَ
عَلَيكُمْ ف
14;أَكْمِلُوا
عِدَّةَ
شَعْبَانَ
ثَلآثِينَ
(متفق عليه
Artinya:
Berpuasalah bila kalian melihatnya (hilal) dan ahirilah shaum bila kalian
melihatnya (hilal). Tetapi jika terhalang maka genapkanlah bilangan Sya’ban
30 hari.

Perbedaan kelompok Hisab Hakiki bersumber pada perbedaan mendifinisikan Hilal. Terdapat beberapa perbedaan tentang pengertian Hilal, antara lain:
a. Hilal
sebagai posisi bulan setelah ijtima.
b. Hilal sebagai posisi bulan setelah
ijtima dan pada saat maghrib berada di atas ufuk
c. Hilal sebagai “cahayaâ€
yang dipantulkan bulan setelah Ijtima, pada sa’at maghrib terlihat berupa
garis lengkung putih (dalam surat Yasin ayat 39 disebut sebagai 'urjunil-qadim)

Dalam bahasa ‘Arab untuk “bulan†dikenal dalam beberapa istilah
antara lain:
a. Alqomaru : Benda langit berupa satelit alam yang beredar
mengelilingi Bumi
b. Alhilalu : cahaya yang dipantulkan bulan berupa garis
lengkung putih terlihat setelah ijtima sa’at maghrib (pantulan cahaya
minimal)
c. Albadru : cahaya yang dipantulkan bulan berupa lingkaran
(purnama/pantulan cahaya maksimal)

Dalil-dalil tentang penentuan awal bulan
didasarkan pada wujud-nya hilal bukan "wujudnya Qomar". sebetulnya
Muhamadiyah tak berhak mengklaim dirinya sebagai penganut wujudul-hilal tapi Muhamadiyyah menggunakan prinsip "wujudul-qomar"

Sebetulnya kriteria Imkanur-rukyat adalah upaya astronom muslim dalam
mempersatukan perbedaan antara Hisab dan Rukyat.

Wallahu 'alam
Anonymous   |125.163.28.xxx |2007-09-21 16:33:01
Ada unsur subyektif dalam penentuan awal bulan Hijriyyah :
1. Di Indonesia
tidak ada hakim atau wasit yang dipercaya untuk menengahi perbedaan tersebut. Di
beberapa negara Islam perbedaan bisa ditengahi oleh pemerintah, artinya jika
pemerintah sudah menetapkan maka ketetapan pemerintah tersebut ditaati (ambil
contoh Malaysia, Brunei, dan negara Islam di Timur Tengah)

2.Ada
"kecurigaan" sebagian masyarakat terhadap pemerintah. Sehingga
Pemerintah dianggap tidak berhak menetapkan keputusan di tengah perbedaan.

3.
Sebagian Ummat "taqlid" pada masing-masing ormas, penjelasan tentang
alasan perbedaan umumnya tidak sampai ke ummat.

Desember 2003 MUI (Din
Syamsudin salah satu ketuanya) mengeluarkan Fatwa :
1.Penetapan awal Ramadhan,
Syawal, dan Dzulhijjah (RSD) dilakukan berdasarkan metode Rukyat dan
Hisab.
2.Umat Islam Indonesia wajib menaati ketetapan Pemerintah tentang
penetapan awal RSD.
3.Dalam penetapan awal RSD, Menteri Agama wajib
kerkonsultasi dengan MUI, ormas-ormas Islam, dan instansi terkait.
Anonymous   |125.163.248.xxx |2007-09-21 16:35:14
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Sy mah hanya karyawan biasa, yg kebetulan LIBUR-MASSAL[/color] di perusahaan sy bekerja sudah diputuskan akan dimulai pada Tgl_11Okt.

Dengan Maklumat ini jadi dech kita karyawan
Libur nya [color=green]1/2 MASSAL
, abis ada yg di kampung nya Lebaran 12Okt ada yg 13Okt.

Maaf ya Pak BOSS...
:roll

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
T. Djamaluddin (LAPAN Bandung)  - Mari satukan kriteria dan sama   |202.138.226.xxx |2007-09-21 16:36:48
Kini bukan zamannya mempertentangkan hisab atau rukyat. Kita yakin hasil
keduanya bersifat ijtihadiyah. Hitungan astronomi memang akurat, tetapi
memutuskan "masuknya tanggal 1" adalah hasil ijtihad, yang bisa salah
dan bisa benar. Muhammadiyah berijtihad masuknya tanggal 1 didasarkan pada
kriteria "wujudul hilal" + prinsip wilyahtul hukmi untuk menetapkan 1
syawal jatuh pada 12 Oktober. Persis juga berlandaskan hisab, tetapi berijtihad
dengan kriteria "wujdul hilal di seluruh Indonesia" sehingga memutuskan
1 Syawal 13 Oktober 2007. Secara astronomi, keputusan kapan 1 Syawal bisa
berbeda-beda tergantung kriterianya. Sebagai hasil ijtihad, kriteria mestinya
bisa berubah. Mari kita maju selangkah untuk mencari kriteria bersama yang bisa
menyatukan ummat Islam, baik yang berpegang rukyat maupun hisab. Semua Ormas
bisa melakukanya.

Satu hal lagi. Keputusan sudah diambil, masih mungkinkah
kita bersatu? Mungkin. Secara fiqih masih dimungkinkan tidak shaum pada 12
Oktober (karena dianggap sudah Idul Fitri), tetapi menunda shalat ied 13 Oktober
(kalau keputusan sidang itsbat seperti itu). seperti dilakukan Dewan Syariah PKS
Pusat tahun lalu yang membuat edaran bolehnya menunda shalat Ied demi
kemashlahatan ummat.
rohmad uad  - istiqomah   |117.103.168.xxx |2007-09-22 09:09:00
keyakinan beraga itukan tergantung kemantapan hati masing-masing,sama seperti
kita mau ikut mazhab syafi'i,hambali,maliki or yang lain, atau seperti
muhammadiyah yang nggak ikut mazhab manapun kecuali Qur'an dan hadits,sebaiknya
pemerintah tidak usah memaksakan keyakinan kita untuk beridul fitri wong kita
masuk surga atau nggak juga nggak tergantung pemerintah, yang jelas dasar yang
dipakai muhammadiyah jelas masuk akal, islam sendiri mengajarkan kita untuk
menjadi ulil albab, kalau begitu besok jadwal sholat nggak usah diadakan aja,
kalau mau lihat waktu sholat pake hisab, tapi menentukan idul fitri menyalahkan
hisab
Roby Prayoga   |222.124.147.xxx |2007-09-22 10:46:24
Buat organisasi Muhammadiyah, tolong dong untuk penetapan 1 syawal menunggu
sidang isbath dari pemerintah. Disana jugakan semua Ormas Islam bisa mengajukan
pendapatnya, kenapa muhammadiyah sudah mendahulukan informasi 1 syawal. Bisa
ngga kita bersatu, walau kita beda ormas dan beda aliran.Hari gini masih ribut
perbedaan teruss, kapan kita mau bersatu.
ERY  - PCM KALIWUNGU   |202.129.190.xxx |2007-09-22 12:55:33
[/size] Alhamdulillahirobbil Alamin, untuk kesekian kalinya Muhammadiyah
telah mampu memberikan informasi berharga sangat awal waktu. Pasti tanah lapang
tempat shalat Ied di Kaliwungu bakal mbludag, seandainya ada 2 hari raya. maklum
mereka banyak juga sih yg pasti ikut kita [/color][/size][/size][/size][/size]
Hafidz  - 1 syawal 1428 H   |124.154.28.xxx |2007-09-23 18:18:17
Saya rasa memakai teori Rukyat dan hisab tidak ada salahnya karena keduanya
mempunyai dalil yang kuat saya merasa nambah ilmu kalo menentukan teori awal
Romadhon dan 1 syawal pakai 2 cara diatas,Ormas-ormas Islam yang makai kedua
teori diatas saja tidak saling menyalahkan,tapi saya baca komentar diatas ada
yang saling menyalahkan.Saya rasa gak perlu begitu,Yusup Qordhowi sendiri
seorang Ulama Mesir,Waktu berkunjung keIndonesia mengatakan bahwa teori diatas
kedua2nya sah bisa dipakai,dan akan memperkaya kita semua.Dan beliau Bangga
dengan bangsa Indonesia.
Malah beliau agak kecewa ada beberapa negara Islam
yang sa,at ini perang sesama Islam sendiri.
Sekarang saya sedang belajar di
Negri yang Notabene sebagian besar Non Muslim Disini memakai teori Hisab,seperti
yang waktu-waktu sholat 5 waktu yang telah ditentukan dengan teori hisab,begitu
pula di negara Kita,
Cuma yang jadi masalah kita mau gak menerima atau siap
dengan perbedaan itu.Walaupun saya Warga Muhammadiyah saya sangat Menghormati
temen2 yang memakai rukyat.Sama seperti perbedaan reka,at dalam sholat
Tarawih.Justru dengan ada nya perbedaan membuat saya lebih mudah untuk
beribadah.berarti ada beberapa cara yang bisa dipakai.Yang penting kita yakin
dengan yang kita ikuti dan tau ilmunya tidak taklid.Misalkan saja kita tidak tau
kedepan apakah beberapa tahun kedepan adalagi mereka yang ahli dibidangnya
menemukan cara ketiga cara menentukan metode diatas dan dalilnya kuat apakah
kita siap dengan perbedaan diatas,Karena Zaman terus berkembang,Walloohu Alam.
hafidz(japan)  - Sealamat Barusaha Muhammadiyah   |124.154.28.xxx |2007-09-23 21:01:19
Ganbatte kudasai
Anonymous   |222.124.7.xxx |2007-09-24 08:57:01
kalo untuk menentukan awal bulan harus dengan melihat bulan apa berarti kalo
untuk menentukan waktu sholat juga harus dengan melihat matahari/bayangan sesuai
sunnah rasul, tidak boleh berdasarkan jadwal sholat yg dikeluarkan depag yg
berdasarkan jam hasil perhitungan ? ,pusing dech..
mm  - awal bulan & jadwal sholat   |222.124.7.xxx |2007-09-24 08:58:50
kalo untuk menentukan awal bulan harus dengan melihat bulan apa berarti kalo
untuk menentukan waktu sholat juga harus dengan melihat matahari/bayangan sesuai
sunnah rasul, tidak boleh berdasarkan jadwal sholat yg dikeluarkan depag yg
berdasarkan jam hasil perhitungan ? ,pusing dech..
Thomas (T.) Djamaluddin (LAPAN  - Ayo bersatu   |202.138.226.xxx |2007-09-24 09:01:06
Ayo bersatu. Jangan buat dikhotomi Pemerintah-Ormas, NU-Muhammadiyah. Penentuan
awal Ramadhan dan hari raya, juga awal bulan qamariyah lainnya masalah
ijtihadiyah pada kriteria. Banyak orang terlalu picik menyebut hisab lebih
unggul dari rukyat atau sebaliknya rukyat lebih unggul dari hisab. Dari segi
astronomi, keduanya berkedudukan sama.
Mengapa Idul Fitri sebaiknya bersatu?
Karena Idul fitri, bukan hanya dimenasi ibadah, tetapi ada dimensi sosial
(ibadah masal) dan punya nilai syiar yang sangat bagus untuk menunjukkan
ukhuwah. Menjaga ukhuwah adalah wajib dan melaksanakan shalt Idul Fitri adalah
sunnah, maka utamakan yang wajib.
Tentang dalil menunda shalat idul fitri,
banyak ulama yang membolehkannya. Salah satu alasannya, mengapa para perukyat
yang sudah tahu melihat hilal awal Syawal tidak melaksanakan sendiri, tetapi
melaporkan dulu kepada Nabi lalu Nabi memerintahkan shalat Idul Fitri hari
berikutnya. Analog atau qiyasnya, Muhammadiyah yang berpendapat Idul Fitri 12
Oktober kemudian melaporkan kepada Sidang Itsbat, dan -- misalkan nanti
keputusannya 13 Oktober-- mengumumkan shalt Idul Fitri 13 Oktober (walau sudah
tidak shaum 12 Oktober).
Ayo kita bersatu demi ukhuwah. Malu kita ditertawakan
orang non-Islam dan ditertawakan oleh komunitas astronomi sendiri (banyak loh
orang yang tak faham astronomi bicara banyak soial aspek teknis sekadar untuk
memperkuat argumen fikihnya). Kita bisa bersatu. Pemerintah sudah beritikad baik
mengakomadasi semua kepentingan masyarakat Islam melalui sidang itsbat, mari
kita hargai tanpa curiga.
Thomas (T.) Djamaluddin (LAPAN  - Awal Bulan dan Jadwal Shalat   |202.138.226.xxx |2007-09-24 09:20:20
Mari kita belajar pada kesepatakan jadwal shalat. Jadwal shlat pada dasarnya
sama dengan penentuan awal bulan. Pada awalnya denga pengamatan (rukyat) dari
keadaan langit (fajar, terbit, zawal, terbenam, syafak) dan bayangan matahari.
Lalu ketika berkembang ilmu hisab, maka dirumuskan ketinggian matahari sekian
derajat untuk masing-masing shalat. Masih ada perdebatan soal kriteria itu. Lalu
semua ormas kini sudah sepakat untuk mengambil kriteria yang ditetapkan
Departemen Agama bahwa shubuh z=110, Dzuhur tengah hari + ikhtiati, asar=
tan(za) = tan(zd) + 1, maghrib = terbenam + ikhtiyati, isya z=108. Kalau mau
rukyat lihat fenomena langit dan bayangan silakan, kalau percaya pada hisab yang
tertera pada jadwal shalat silakan. Rukyat dan hisab sama kedudukannya. Semua
ormas sudah sepakat dengan kriteria yang dibuat pemerintah untuk jadwal shalat,
dan eksistensi rukyat dan hisab tetap dihargai. Kita sedang menuju ke sana.
Badan Hisab Rukyat Depag sedang mengupayakan kesepakatan kriteria untuk
dijadikan kriteria bersama awal bulan semua pihak. Nanti kriteria Muhammadiyah
soal wujudul hilal, krietrai NU yang tingginya 2 derajat, kriteria Persis
wujudul hilal di seluruh Indonesia, semuanya maju selangkah menuju kriteria
bersama. Mari kita dukung untuk bersatu, hilangkan egoisme ormas demi ukhuwah.
Kita bisa bersatu.
ardie-coolmen  - berbeda....itu adalah rahmat   |222.124.32.xxx |2007-09-24 09:20:30
as.wr.wb
Berbeda itu rahmat.....
biarlah masyarakat yg mau ikut yg mana
:grin bukan jamannya utk saling sikut... yg ini bener yg itu bener.. yg gak
bener adalah yg tdk sholat...
mari kita ummat islam pererat persatuan..walaupun
berbeda warna
jangan..jangan kita saling mencaci....sudah banyak teguran Allah
buat kita... :roll
kalau saya sih ..maaf...ikut pemerintah aja... utk
muhammadiyah...salam semua utk saudaraku ...
as.wr.wb
achira  - karyawan   |202.154.187.xxx |2007-09-24 11:32:14
ssalamu'alaikum..
Skrg yg penting bukan lagi berdebat masalah kapan 1 syawal,
yg penting bagaimana menjalankan ibadah di bln romadhon ini dengan sebaik-2nya
sehingga diakhir bulan kita bisa jadi pemenang. Soal mau lebaran tanggal 12 atau
13 oktober itu kembali kepada keyakinan masing2, toh semua punya dalil dan
alasan nya. Perbedaan itu biasa kok.. Yang penting persatuan tetap dijaga..
Wallahu'alam bissawab.
Wassalam
Bagus  - SAYANG SEKALI MUHAMMADIYAH...   |202.46.15.xxx |2007-09-24 14:10:21
DUHAI MUHAMMADIYAH, SUNGGUH DISAYANGKAN KEPUTUSANMU...
KALAU DISIMAK DENGAN
BAIK, BANYAK YANG MENGINGATKANMU WAHAI MUHAMMADIYAH..BANYAK YANG KECEWA DENGAN
PENGUMUMANMU...
BANYAK YANG MEMPERTANYAKAN PENGUMUMANMU...
GERANGAN POLITIK
APA YANG DIKAU MAINKAN WAHAI MUHAMMADIYAH...
MESKIPUN BANYAK JUGA YANG
MENDUKUNGMU TANPA DISERTAI DUKUNGAN YANG BAIK PADAMU... HANYA SEKEDAR
MEMANFAATKAN PENGUMUMANMU UNTUK KESENANGANNYA...
SETIAP PERTANYAAN YANG
MEMPERTANYAKANMU "KENAPA" JANGAN HANYA DAPAT DIJAWAB "TIDAK PERLU
DIRISAUKAN"...
APA KARENA DIKAU TIDAK DAPAT MENJAWABNYA? (untukmu wahai
seluruh pengurus pusat muhammadiyah...dari umat muhammadiyah)
Abdurrahman  - Kenapa Muhammadiyah Tdk Konsis   |202.162.35.xxx |2007-09-24 14:37:13
:? Terus Terang aja saya agak bingung dengan sikap PP Muhammadiyah. Dulu para
pengurus PP Muhammadiyah begitu getol berbicara, kalau ada perbedaan AWAL PUASA
dan IDUL FITRI maka ikutilah Keputusan Pemerintah. Tapi sekarang sudah 2 tahun
ini,Muhammadiyah "lupa" dengan ucapannya sendiri. Tapi saya yakin koq
rakyat tidak akan lupa dengan hal ini.
Musi Sq  - Simpatisan Muhammadiyah   |202.155.114.xxx |2007-09-24 15:36:23
Assalamu'alaikum;
Saya termasuk simpatisan Muhammadiyah dan secara prinsip
setuju dan sangat bisa menerima secara logika metode hisab dan wujudul hilal yg
diterapkan Muhammadiyah.

Saya masih awam dalam hal metode hisab dan rukyat
ini, namun lewat forum ini saya ingin menyampaikan suara hati saya kepada dewan
pakar Muhammadiyah terkait seringnya terjadi perbedaan ummat Islam dalam memulai
dan mengakhiri puasa Ramadhan sbb:
- Saya meyakini bahwa metode hisab dan
rukyat, hanyalah 'tool' atau alat, bukan ibadahnya itu sendiri. Karena itu
manusia boleh berijtihad secara maksimal dalam hal ini untuk menggapai yg
terbaik, secara syar'i, secara ilmu, maupun secara maslahat ummat
- Kegigihan
Muhammadiyah berpegang pada metode hisab selama ini saya percaya salah-satunya
adalah karena keinginan mulia Muhammadiyah mendidik masyarakat Islam Indonesia
agar menjadi 'Ulil Albab'. Tapi saya pun sangat yakin Muhammadiyah di saat sama
juga punya niat yang mulia menjadikan Ummat Islam Indonesia bersatu, solid, dan
kuat.
- Kalau kita ikhlas ingin bersatu dan solid, rasanya tidaklah menjadi
terpenting metode siapa yang harus dipakai. Apakah metode hisab-nya
Muhammadiyah, rukyat-nya NU, atau PERSIS, dll. Allah maha Rahman maha Rahim, dan
maha Al'alim. Saya meyakini tidak mungkin Allah akan murka pada hamba-hamba-Nya
hanya karena keliru atau tidak mampu secara tepat menetapkan awal/akhir puasa;
tentu dengan catatan usaha penetapannya itu sudah dilakukan dengan ikhlas dan
sungguh-sungguh, baik itu dengan metode hisab atau pun dengan metode rukyat.
-
Sejak berdiri thn 1912 hingga sekarang, Muhammadiyah sudah menunjukkan
konsistensinya sebagai pionir dan pembaharu dalam cara-cara berfikir ummat Islam
Indonesia yg masih banyak terperangkap dalam kekolotan dan tradisi lokal. Dan
kini di saat ummat Islam sdg mengalami ujian berat di mana-mana, terpecah-belah
di berbagai belahan dunia, mungkin saatnya Muhammadiyah kembali tampil menjadi
pionir untuk menunjukkan bahwa persatuan, kesatuan, dan ukhuwah bagi ummat Islam
jauh lebih penting di atas kebenaran ijtihad pribadi dan kelompok. Jadilah
contoh bagi organisasi lain, bahwa banyaknya pengikut dan kuatnya logika dan
argumentasi, tidak menghalangi Muhammadiyah untuk merendahkan hatinya dan
menunjukkan kebesaran dirinya.
Kalau Muhhamadiyah bersedia mengalah untuk
menang, maka itu pun adalah sebuah ijtihad juga demi maslahat
ummat.
Muhammadiyah punya pengetahuan yang mendalam dan dasar yg kuat dalam
penetapan Ramadhan dan 1 Syawal. Tapi sungguh saya berharap Muhammadiyah juga
punya kearifan untuk melengkapi semua itu. Sungguh, di atas 'knowledge' ada
'wisdom'.

Wallahu a'lam bishowab.

Wassalam,
Msq
muslim   |222.124.226.xxx |2007-09-24 15:41:48
kapan pun dan dimanapun yang penting lebaran :grin
ABU HASBY KUKUSAN DEPOK   |222.124.101.xxx |2007-09-24 16:48:50
Kalau "bersatu" diartikan dengan "harus sama/seragam" namanya
bukan bersatu tetapi"berseragam".Perbedaan itu sudah menjadi
sunatullah.perbedaan(termasuk dalam menentukan 1 syawal) akan tetap menghadirkan
keindahan selama dilakukan dan diterima dengan ikhlas dan kejernihan
hati.Perbedaan dalam menetapkan 1 syawal, tidak akan pernah menjatuhkan
kemulyaan dan martabat ISLAM, yang menjatuhkkan dan mempermalukan Islam adalah
sikap salig mencela,dominasi interest pribadi/partai dalam masalah agama,
kebodohan,keterbelakangan,prilaku fakhsya wal munkar yang dilakukan orang Islam
sendiri/pemerintahan yg dipegang mayoritas orang2 Islam(seperti
Indonesia)dsb.Perbedaan dalam penentuan tanggal dari suatu peristiwa penting
agama diluar Islam juga terjadi(terjadi pada semua agama).Maka sebaiknya kita
tidak usah mendramatisir masalah.masih banyak agenda umat islam yang lebih
penting.Bangsa kita yang mayoritas muslim ini sedang dalam kondisi
terpuruk,terkorup,terhina,terjajah dsb.Siapa yang masih berani menepukdada untuk
mempertanggungjawabkan itu semua dihadapan Allah.Salut kpd saudaraku yg di
Muhammadiyah,Al-Irsyad, NU dan yang lainnya yang masih
terus berjuang memperbaiki kondisi umat lewat pendidikan,kesehatan,sosial
dll.Teruslah berjuang,terimalah perbedaan sebagai keindahan dan jangan mudah
diadudomba oleh musuh2 Islam hanya gara2 berbeda dalam penentuan 1 syawal.Tetap
bersatu dalam Islam meskipun berbeda.Kalau Allah swt mau menyeragamkan kita,
sudah sejak dulu dilakukan.Perbedaan adalah sunatullah.SAUDARAKU,IJINKAN SAYA
SHALAT IDUL FITRI SESUAI YANG SAYA YAKINI DAN SAYA PILIH(1 syawal 1428 H, 12
atau 13 oktober?,terserah pilihan saya)
umu zura purwokerto   |222.124.101.xxx |2007-09-24 17:06:44
Naach. Saya sangat terkesan dengan komentar dari saudaraku Abu Hasby Kukusan
Depok.Komentarnya dapat menjadi pembingkai dan perekat dari semua diskusi
sebelumnya.Ikhlas dan jernih hati akan membuat perbedaan terasa indah dan
menyejukkan.
Mursito  - -   |125.164.201.xxx |2007-09-24 22:55:07
Saya yakini dengan hisab maka nilai subyektifitas perkara 1 syawal semakin kecil
atau akurasinya lebih baik dan lebih obyektif. Akan tetapi mengingat masih
adanya pelimik yang cukup tinggi disekitar kita mengenai hisap dan rukyat,
kiranya perlu disikapi dengan bijak oleh Muhammadiyah tentang pengumuman yang
terlalu dini berkaitan 1 Ramadhan atau 1 Syawal.
Ada baiknya kita hormati bagi
mereka yang akan mengerjakan rukyat dan akan terasa sombong dengan adanya
pengumuman dini tersebut.
Mohon dengan sangat pertimbangannya demi
kebersamaan umat untuk menuju ridlo Allah s.w.t.
abror mataram   |203.130.201.xxx |2007-09-25 15:16:46
selama ini pemerintah dalam hal ini Depag terlalu gengsi,,tidak ada sejarahnya
pemerintah berani memajukan 1 syawal, terang aja, semua media telah
memprogramkan acara lebaran 13 oktober, begitupun agenda presiden yang
terhormat, jadi dari pada semua agenda jadi kacau ya lebih baik ngajak rakyatnya
salah,,,terpaksa mengikuti kalender yang dibuatnya ja gak jelas oleh siapa dan
dasarnya apa...saya kira beberapa tahun terakhir ini qta sudah bisa
melihat,bahwa pemerintah tidak dapat dipercaya,,,jadi salut buat muhammadiyah
tetap konsisten....
fallenstar   |222.124.24.xxx |2007-09-25 15:52:22
rame amat ya????
sabarrr.... sabarrr....
pada shoum to?
haris   |202.67.11.xxx |2007-09-25 16:49:35
jika Idhul Fitri Di Indonesia berbeda terus maka yang akan senang kaum nasrani
karena umat islam akan lebih muda di adu.sering kali kalimat perpedaan yang
dijadikan kambing hitam memeng pada hakekatnya perpedaan adalah rahmat tapi
apakah Nabi Kita pernah melakukan perbedaan pada penetapan 1 Syawal,saya adalah
warga Muhammadiyah alumni Mu'allimin Muh yogyakarta alangkah indahnya jika 1
syawal ditetapkan sama,mengapa kita bisa kalah dengan kamu nasrani. Semoga
dengan adanya pertemuan dengan NU saya berharap tidak ada perbedaan.jika ada
perbedaan maka kami mohon muhammadiyah untuk berfikir jernih.
petrusss   |202.152.167.xxx |2007-09-25 17:09:45
diskusi boleh jalan teruss,hati tetap dingin dan syawal tetap 12 khaaan
eri  - Ikut muhammadiyah   |202.159.115.xxx |2007-09-26 09:26:41
pokoknya gue ngikut muhammadiyah
azifrayani@yahoo.com  - Mari Kita Memahaminya   |202.59.166.xxx |2007-09-26 12:50:59
Saudaraku,
Ass,wr,wb.
Berbeda karena disebabkan metode yang digunakan itu
tidak masalah, untuk itu maka mari kita memahami perbedaan.

dan mari kita
terus belajar, belajar dan belajar, agar ijtihad kita tidak menjadi taqlid
buta.
Juga diharapkan Para Tokoh Agama kita untuk memberi pembelajaran yang
benar, tanpa ada yang disembunyikan baik itu hadits maupun sumber utama yakni
ALQURAN kepada umatnya. agar semakin belajar semakin memahaminya. juga termasuk
bila ada perbedaan.

Mohon maaf jika ada salah kata itu adalah dari saya
sendiri dan jika benar itu adalah kehendak ALLAH SWT, karena DIA PEMILIK
KEBENARAN YANG MUTLAK.

wassalam
jasam batam  - kami ikut siapa ?   |217.79.216.xxx |2007-09-26 13:57:14
:? kenapa ulama muhammadiah,NU dan umaroh
tidak bersatu dalam penetapan 1
Syawal Kami orang awan harus mengikuti siapa ?
tolong baju boleh berbeda yang
penting sama pungsinya.
ht  - why gitu loh?   |125.160.248.xxx |2007-09-27 08:22:52
:grin
pengennya cepet-cepet lebaran aja?
mo mudik ya...
faikar  - We Love Muhammadiyah   |125.160.60.xxx |2007-09-27 09:22:03
Terimakasih Muhammadiyahku............
fauzy  - Bangsaku malang   |125.163.222.xxx |2007-09-27 14:29:03
:upset Muhamadiyah........
bikin Indonesia tidak bersatu. Dimana rasa persatuan dan
kesatuan terhadab Bangsa-moe.
yudi  - tunjukkan niat qt ibadah hanya   |205.234.186.xxx |2007-09-27 14:49:25
Apapun perbedaannya, tunjukkan bahwa kita niatnya hanya ibadah karena Allah swt.
Mari kita laksanakn ibadah yang wajib dengan benar, hanya untuk ridha Allah dan
berserah diri padaNYa. Tambahlah dengan yg sunah, untuk bekal akherat. Mari
terus menambah ilmu. Insya'allah, Allah melihat niat qt yang baik menjadikan qt
lebih ikhlas.

Muhammadiyah Lovers
Abdul L-Bks  - Islamku mulai pecah   |202.73.113.xxx |2007-09-27 15:32:53
Ass.Wr.Wb.
Wahai kaum muslimin dan muslimat Indonesia knp sdh 3 Tahun terakhir
hanya untuk menentukan 1 syawal saja kita bisa beda pendapat...dan kenapa dulu
tidak..ini yg menjadi pertanyaan kita sekarang dan apakah ini menjadi pecahnya
umat islam Indonesia !!..jwb sdrku....!!kita punya AMIR yaitu pemerintah..jgn
biarkan mereka yg diluar kita tertawa, bertepuk tangan...
Abu Ayyasy  - Mana Pakar Astronomi???   |122.200.48.xxx |2007-09-27 19:56:55
Muhammadiyah ini lucu juga, kenapa tidak mengumumkan tanggal 1 Syawalnya
sekalian pas Desember tahun lalu? Padahal dengan menggunakan hisab kan sudah
bisa didapatkan hasil, bahkan sejak 2 atau 3 tahun lalu sekalipun. Kalau seperti
ini kan bisa blunder, contoh tahun lalu, kalender Suara Muhammadiyah dan Suara
Aisyiyah jelas-jelas tanggal 1 Syawalnya berbeda dengan hasil maklumat. Mungkin
ada yang punya kalender Suara Muhammadiyah/Aisyiyah tahun 2007?

Menurut saya,
tahun-tahun mendatang, sebaiknya penentuan tanggal ini diserahkan saja pada
ahlinya. Jangan lagi kepada Muhammadiyah, NU, Persis, dan
sejenisnya.

Indonesia sudah punya BMG, Bakorsurtanal, LIPI, BPPT, Astronomi
ITB, Boscha. Dan yang pasti paremeter tanggal kan hanya sedikit, hanya posisi
bulan dan matahari saja. Berilah kesempatan kepada mereka.

Terus terang, saya
merindukan debat antar profesor-profesor Astronomi dalam menentukan tanggal 1
Syawal, bukan debat antar kyai atau organisasi keagamaan ini. Bedebatlah para
profesor Astronomi, publikasikan ke media masa beserta notasi matematika
perhitungannya. Kalau ada yang seperti ini, akan saya ikuti sebagai
ittiba'.

Bentuklah Dewan Astronomi atau sejenisnya. Dari Muhammadiyah juga
boleh ikutan asal memang pakar astronomi
Udin  - Salah baca kali ya   |202.69.96.xxx |2007-09-29 17:21:29
Maaf, anda salah baca Pak Abu. Dlm kalendernya, Muhammadiyah ttp menetapkan tgl
1 Syawal b'tepatan 12 Oktober. Hanya, tanggal merah (libur Nasional)-nya tetap
ikut pemerintah. Pelototin lagi ya kalendernya. Dan, memang itulah yg dimaui
Muhammadiyah. Pemerintah cukup menetapkan hari libur sj. Hisab = astronomi. Ahli
hisab = ahli astronomi. Itulah istimewanya hisab, bisa dilakukan, dan diuji oleh
siapa saja, asal mau menghitung dan tau rumusnya.
toro  - baut ktp   |219.83.28.xxx |2007-09-30 13:59:59
klo bikin ktp ya ikut pemerintah, klo ikut lebaran ya ikut yg ahlinya...
tahukan maksu ku.... :grin
rita  - gila kali ya....   |222.124.209.xxx |2007-10-01 09:43:54
orang2 dah pada gila kali ya..
nentuin 1 syawal aza pada ribut...
padahal
kagak tau puasanya di terima atau tidak..
ccccaaaaappeee dddeeeeh.. :upset
rita  - gila kali ya....   |222.124.209.xxx |2007-10-01 09:44:09
orang2 dah pada gila kali ya..
nentuin 1 syawal aza pada ribut...
padahal
kagak tau puasanya di terima atau tidak..
ccccaaaaappeee dddeeeeh.. :upset
abu nabiyl  - hisab   |125.161.84.xxx |2007-10-01 13:22:01
Kalau jadwal shalat bisa ditentukan dg hisab, untuk penentuan awal bulan kenapa
tidak ?
Hamba Allah  - MasyaAllah   |125.164.236.xxx |2007-10-01 14:00:20
Masyaallah, ya?
Ternyata saudara qt lebih suka pade golongan yg banyak. Padahal
Nabi udah bersabda BERBAHAGIALAH MENJADI GOLONGAN YG SEDIKIT.
Lagian kenape
juga, tiap Muhammadiyah berprinsip beda, slalu DIHAKIMI.
Sekale-kale kek, ormas
yg terbesar yg satunye ganti disuruh ngikut Muhammadiyah.
Pasti kagak mau die
!!
Skaligus ini bisa nunjukin ke qt smua ttg WATAK YG SEBENARNYA dr
mereka.
Ciao...
Slamat dtg Muslim Indonesia yg lebih BERMUTU, KUAT IMAN en
INTELEK....
Anonymous   |125.163.73.xxx |2007-10-01 15:15:39
klo masalah hari raya aja pada ribut,org dliuar islam pasti ketawa,ternyata
gampang memecah belah umat islam. ternyata islam didalmnya aja pada ribut
apalagi klo diobok2 dri luar. mkanya islam ga maju2. sadarlah waspadalah....
setuju pakar astronomi  - setuju pakar astronomi   |125.163.73.xxx |2007-10-01 15:23:51
setuju pakar astronomi yang menentukan tgl hari raya. karna gerhana matahari dan
bulan saja bisa ditentukan tepat waktu, gmana NU Muhammadiyah setuju ga?.
Geuleuh aing mah tuda nukitu2 wae ge ribut terus era aing mah teu pede jadi
muslim teh era ku tatangga agama sabeulah. hari rayanya tepat saja he he
Anonymous  - cape deeeeh   |125.163.73.xxx |2007-10-01 15:30:05
capeeee deeh dengerin perdebatan tehhhh. cape cape capeeeeeee dehhhh
pemimpin
agama aja pada ga akur. apalagi ummatnya cepeeeeeee dehhhhhhh. :? :?
tw  - wetetw   |125.161.145.xxx |2007-10-01 16:12:10
ATUUUUUR AJAAAAA NGGAK USAH RIBUTTT
tw  - wetetw   |125.161.145.xxx |2007-10-01 16:13:25
ATUUUUUR AJAAAAA NGGAK USAH RIBUTTT
Erna Gunawan  - Jangan bertengkar !   |124.81.123.xxx |2007-10-01 19:19:40
Urusan Iedul Fitri, serahkan pada ahlinya.
Kita punya Astronomi ITB, ada LAPAN,
nota bene mereka juga pasti punya akses ke lembaga lainnya yang memiliki
teknologi tinggi, untuk mengambil keputusan, kenapa orang awam ikut pusing. NU,
Muhamadiyyah dana pemerintah banyaklah "gunakan"lah orang-orang pinter
ini, kang Thomas Jamaluddin misalnya. Malu ...di jaman teknologi canggih ini
orang Islam masih ribut soal kapan Iedul Fitri, kelihatan sekali sangat primitif
!!
chm batam panas----unic  - comment boleh aja...asal ada d   |202.228.229.xxx |2007-10-02 10:47:01
Saudarakoe
dari sekian buanyak comment saya tahu mana comment yg berbobot
berdasar dan berilmu.
Kasihan saudaraku yg berkomentar tp tanpa dasar dan ilmu.
Masing-masing menunjukan level cara berfikir dan level ilmunya...Eranya sudah
digital tapi cara berfikir kita masih analog.
Kalau dah haqqul yakiin dgn
perhitungan yg benar knp diperdebatkan lagi ya.....
Salut buat
muhammadiyah.....terimakasih atas penjelasan/ posting saudara2 ku diatas Saya
bisa mendapatkan manfaatnya.
Batam FEZ
Biji   |202.152.1.xxx |2007-10-02 11:52:09
aduh..... basi deh kalian semua yg komentar dan yg menanggapi

om admin thread
sensitif gini di lock dong komentarnya
anm   |125.163.91.xxx |2007-10-02 21:29:38
alangkah sulitnya buat kalender hijriah, kebayang jadinya kalau kalender pake
hijriah... asik bisa bikin kalender 2 kali dalam setahu...
rudi_tegal  - mahasiswa   |125.163.77.xxx |2007-10-04 01:29:07
wahi sodara sodara sekalian jangan peributkankan masalah yang kecil yang
mengakibatkan pecah dunia islam terutama yang ada di indonesia. tentang
keputusan muhamadiyah maupun NU merupakan jalan yang terbaik buat mereka dan
merekapunm punya dasar masing masing yang berdasarkan yang sama berdasarkan
al-Quran dan hadis dan merekapun ada penanggung jawabnya di dunia maupun di
aherat dan orang yang salah adalah orang yang tidak mau menjalankan ibahdahnya
:grin
Code:
mahtr  - Astaghfirullah   |202.3.208.xxx |2007-10-04 15:43:49
Astaghfirullah,
Ya Allah...
Semoga Engkau mengampuni kesalahan hamba2Mu yang
dzolim ini.
Semoga Engkau memberikan petunjuk kepada hamba2Mu ini.
Semoga
Engkau menerima amal ibadah kami di bulan Ramadhan ini.
Berilah kekuatan pada
kami yang lemah ini.
Berilah kami pemimpin2 yang menjadi pilihanMu.
Semoga
Engkau menjaga kerukunan di tengah2 hambaMu ini.
Amin
cahjujur  - memahami "melihat"   |202.95.157.xxx |2007-10-04 15:43:56
Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal, dan janganlah kalian
ber-iedlul Fithri hingga kalian melihatnya. Jika kalian terhalang untuk
melihatnya, maka kalian perkirakanlah.


Menurut saya perbedaan yang terjadi tidak menjadi masalah, yang penting
saling menghormati.
Dunia diciptakan penuh dengan perbedaan.
Betapa susahnya
kita jika di dunia semua sama.
Semua sama wanita, semua sama pria, semua sama
merah, semua sama tinggi, dan lain semua sama.

Demikian juga dalam memahami hadits di atas.
Bolehkah kita memahami kata melihat dengan arti lain?
Melihat tidak dengan arti melihat dengan mata
Jika benar,
ketika warga Muhammadiyah berhisab dan menemukan, maka ini sudah
punya arti melihat
Demikian juga ketika memahami kata terhalang, bolehkah dengan makna lain?
misalnya terhalang ilmunya

trims
Fajri  - Mahasiswa   |195.189.143.xxx |2007-10-04 22:05:46
Aslkm... Sebagai umat islam marilah kt selalu belajar tentang perhitungan 1
syawal. Kl memang perbedaan harus ada, g usah begitu d permasalahkan. Smuanya
punya dasar, tp tetep kt harus d pelajari karna ini menyangkut agama kita umat
muslim. Saya yakin smuanya akan tau kebeneran kl kt mau trus belajar.
alan  - karyawan   |202.158.123.xxx |2007-10-05 11:36:37
sebagai umat muslim indonesia , saya malu akan tidak bersatu nya umat muslim di
indonesia... karna ada perbedaan penetapan hari 1 syawal 1428 h . malu dengan
agama yg lain , yg menganggap bahwa umat muslim indonesia telah terpecah
belah....!!! sadarlah wahai pengurus dan warga muhammadiyah....
Anonymous   |202.83.126.xxx |2007-10-06 11:24:48
:upset :upset :upset :upset :upset
ANN   |222.124.250.xxx |2007-10-06 21:05:01
marilah saling menghargai keragaman slm msng2 pny dasar yg tidak
menyesatkan..
dan selama persatuan dan kesatuan tetap terbina..
KdiR :-)  - Allhamdulillah, Allah Maha Ra   |202.81.50.xxx |2007-10-07 13:45:43
Bagi yang sudah tahu ilmuNya (Falaq/Astronomi)Alhamdulillah.. n jangan sombong
yah.. kalau bisa kasih tahu, yng mau.., bagi yang belum silahkan belajar,
bertanya, iqra.. jadilah umat yang satu (entah NU, Muhammaddiyah, Persis dll..) kembalikan
semua perselisihan, kepada Al-Qur'an. saya sendiri mengikuti orang yang ber-Iman
ber-Ilmu dan Ber-Amal sholeh, sesuai Al-Quran dan Sunah.
Jaga shaum ramadhan
kita.. yuk kita bersatu..
Agus   |202.95.157.xxx |2007-10-08 12:47:55
SAma Gua juga gak setuju, itu hanya promo organisasi
Nike  - Sholat ied dimana ?   |219.83.14.xxx |2007-10-08 14:25:27
Saya sebagai orang awam cukup mengerti dan dapat menerima penjelasan dari
Muhammadiyah ttg 1 Syawal.
Yang menjadi persoalan, jika ada perbedaan hari
lebaran ini adalah shalat ied-nya.
Saya percaya lebaran thn ini jatuh pada hari
Jum'at, namun diamna saya bisa ikut shalat iednya ?
Mohon bantuan jika ada yang
bisa memberikan info mengenai tempat shalat. Saya berdomisili di kawasan
ciledug/joglo, tangerang.
TErima kasih.
gagasanopek  - rukyat purnama   |222.124.250.xxx |2007-10-08 16:05:18
“Kalau kita mengetahui awal suatu bulan Hijriah dan kemudian mencari titik
tengahnya - saat bulan purnama - maka kita akan bisa menghitung atau memprediksi
perjalanan setengah bulan ke depan alias kapan masa suatu bulan berakhir.â€


Metode ini sudah saya coba terapkan di bulan di bulan Rajab dan Sya’ban
1428 H dan hasilnya cocok dengan penanggalan. Penerapannya begini:

Rajab :
Malam hari di tanggal 14 dan 15 Rajab bulan tidak terlihat bulat sempurna
sehingga saya mengasumsikan purnama terjadi siang hari pada tanggal 15 Rajab.
Ini artinya setengah bulan berumur 14½ sehingga bulan Rajab berumur 29
hari.

Sya’ban : Malam hari 15 Sya’ban bulan bulat sempurna (purnama)
sehingga saya memastikan inilah saatnya tengah bulan. Ini artinya setengah bulan
berumur 15 sehingga bulan Sya’ban berumur 30 hari.

Jadi untuk penghitungan
umur bulan Ramadhan begini:
Ramadhan : Malam hari di tanggal 14 dan 15 Ramadhan
bulan tidak terlihat bulat sempurna sehingga saya mengasumsikan purnama terjadi
diantara kedua malam tersebut alias siang hari pada tanggal 15 Ramadhan. Ini
artinya setengah bulan berumur 14½ sehingga bulan Ramadhan berumur 29
hari.
Nah, Isya Allah beginilah cara saya menyikapi perbedaan penentuan 1
Syawal. Jadi, kecuali ada keputusan bulat untuk mempersatukan 1 Syawal pada
tanggal 13 Oktober 2007, saya yakin dengan pilihan puasa ramadhan selama 29 hari
yang artinya lebaran pada tanggal 12 Oktober 2007. Wallahu A’lam bishshawab.
Anonymous   |125.161.147.xxx |2007-10-08 21:53:14
r :grin
aku ajadah  - buat sodaraku   |202.155.140.xxx |2007-10-08 22:49:40
Assalam buat sodaraku sesama muslim dimanapun kita berada,mari kita kembalikan semua
persoalan ini pada hati nurani,tiada perdebatan dan perbedaan yang harus kita
buat dan perselisihkan.Marilah bersatu untuk kejayaan Islam.dan yang perlu
diingat dan dilakukan sebagai ummat adalah
JANGAN MEMBENARKAN YANG KUAT,AKAN TETAPI KUATKANLAH YANG BENAR gmn??? semua pasti setuju
wassalam
hamba Allah di bumi Allah  - kapan sih Islam mau bersatu   |203.163.76.xxx |2007-10-09 01:50:29
assalamu'alikum wr.wb. kepada saudraku sesama muslim dimanapun anda berada,
adanya suatu perbedaan itu adalah anugrah Allah karena Allah SWT menciptakan
sesuatu itu berbeda-beda dan berpasng-pasangan, tapi dalam hal ini yaitu untuk
menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal kenapa setiap tahunnya selalu di perdebatkan,
dan kenapa untuk bulan2 hijriah lainnya tidak ada perdebatan. Apakah ini hanya
untuk mencari popularitas suatu ormas Islam saja???? kapan dong Islam akan
bersatunya....? tunjukanlah kepada dunia bahwa Islam itu satu, satu tujuan satu
akidah hanya utuk mencari Ridho Allah SWT. Islam adalah agama yang kuat agama
yang besar. Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar, kepada semua umat
muslim dimanapun anda berada dengan kerendahan hati saya ucapkan "selamat
hari raya idul fitri 1428 hijriah". wassalamu'alikum wr.wb.
A gandi   |202.152.238.xxx |2007-10-09 09:21:01
:roll kita2 ummat islam jadi pada bingung neeh dengan di ummumkannya 1 syawwal
1428h oleh MD tanggal 12-10-2007 padahal pemerintahkan belum mengumkan yang
pastinya masih menunggu hasil sidang isbat . seperti yang ketahui bahwa negara2
islam didunia sperti ,Brunai , Malaysia, pakistan , Arab Saudi dan negara2 islam
lainnya penetapan 1syawwal ditentukan oleh pemerintah. mohon kepada Pihak
Muhammadiyah mari bersatu agar islam berwibawa dan tidak terkesan terpecah
pecah, jika begini jadinya Islam jadi dicemoohkan oleh agama lain.
Ewin   |125.161.240.xxx |2007-10-09 10:13:09
Sesunguhnya perbedaan adalah rahmat
M.Mustofa  - malu-maluin menjadikan kemalua   |125.164.128.xxx |2007-10-09 14:28:02
Ichwan Ku dari MU dan NU.
Seharusnya yang menentukan 1 syawal bukan organisasi
MU, NU,HT. ato perorangan Buya Din, Kyai Hasyim ato Kyai Kanjeng.yang benar dan
pasti sesuai Tuntunan Alquran adalah Ulil Amri.
Kalo ada Orang bilang perbedaan
1 syawal jangan dipermasalahkan, justru orang tersebut bermasalah,karena tidak
tanggap terhadap lingkungan.
karena setiap kali terjadi perbedaan penetapan 1
syawal, DISTORSI nya sangat luar biasa. baik dari Intern umat Islam maupun
Extern Umat islam.
Kalau diNegara lain penetapan 1 syawal bisa dipersatukan,
kenapa di Negara Indonesia tidak bisa ?
Bahkan di Iraq antara Sunni dan Syi'ah
juga bersmaan.
Selama dasar pengambilan keputusan masih ada unsur EGO nya,
maka permasalahan Umat ini tidak akan pernah selesai.
Ya Allah SWT. Berikanlah
petunjuk Mu dan lapangkanlah Jiwa dan Hati para Pemimpin Umat Kami, agar Kami
Umat Islam Indonesia tetap terjaga rasa ukhuwah Kami, terutama dalam menghadapi
situasi seperti ini, Amien,
Selamat Iedul Fitri, Mohon maaf lahir
batin.
Jazakumullah
AzifRayani - Samarinda  - Setiap Tahun Jika ada perbedaa   |202.152.241.xxx |2007-10-09 15:09:17
assalamu'alikum wr.wb.
Semoga saudaraku semua yang turut berdiskusi disini, aku
berharap semakin kalian berdiskusi semakin hari semakin memahami ILMU nya, baik
dalam hal berbeda maupun kesamaannya. dan setelah memahaminya dengan tanpa ada
rasa emosi atau pun kecewa, ku berharap ditahun depan diskusinya semakin
berbobot (tanpa ada yang menghujat ataupun saling menyalahkan), karena hadistnya
satu saja dalam melihat bulan, tapi penafsiran yang berbeda sehingga penggunaan
metoda ilmunya juga berbeda.
ALLAH SWT senantiasa memberikan HIKMAH dibalik itu
semua, Wallahu A’lam bishshawab.
Tak ada yang lebih unggul diantara kita
dihadapan ALLAH kecuali TAQWA nya.
Taqaballahumina waminkum, Maaf lahir dan
bathin
wassalamualaikum, wr,wb.
AL FAKIR   |203.112.84.xxx |2007-10-09 15:09:25
ASSALAMUALAIKUM SAUDARAKU ALLAHU AKBAR 3X biarpun lebaran berbeda tapi kita
tetap dalam UKHUWAH Islamiyah yang kuat , yang benar pasti datangnya dai ALLAH
SWT Wassalam
Duri  - Tidak ada perbedaan   |203.130.203.xxx |2007-10-09 15:28:15
Masak sih Idul Fitri-nya beda?
Sama koq, sama-sama 1 Syawwal

Makanya jangan
guna-in kalender Masehi.
koes   |24.142.121.xxx |2007-10-09 20:48:49
1 syawal berbeda...?
Apakah ini awal dari perpecahan..?
Bersatulah wahai umat
Islam, jangan biarkan paham lain tertawa melihat kita......... :roll
elan  - berbeda? gakpapa...   |222.124.209.xxx |2007-10-09 22:12:40
muhammadiyah dah bener....

seharusnya tiap bulan,tiap hari ada proses
rukyat,termasuk penetapan waktu sholat. capeeeeeek deh :p
kira  - sama   |222.124.182.xxx |2007-10-10 09:58:13
perbedaan adalah RAHMAT... janganlah kita terus berselisih. klo kit aterus
begini kita akan berada di ambang kehancuran islam .wahai saudaraku sadarlah
kalian bahwa kita telah ditipu dan diperalat oleh pihak luar
AzifRayani - Samarinda  - Mari kita Intropeksi diri   |202.59.166.xxx |2007-10-10 12:19:41
Ass,wr,wb.
Mari kita sama-sama kembali melihat ke-diri kita masing2, setelah
melaksanakan Kewajiban BerPUASA atas perintah ALLAH SWT, Apakah sudah Semakin
BerTAQWA seperti yang diharapkan sebelumnya ?.
JAdi tidak ada lagi saling mem
BENAR kan diri sendiri dan yang lain SALAH,
tetapi mengambil PELAJARAN untuk
bekal kita dimasa depan.
Mari kita ucapkan ASTAGFIRULLAH... ., agar Puasa kita
bernilai dan mendapatkan ridhonya dari ALLAH SWT.
Tak apa, kalau tahun ini juga
masih terjadi perbedaan, toh juga sebenarnya secara hakiki, sama-sama 1 SYAWAL
1428 H.
Semuanya kita kembalikan ke yang MAHA KUASA yakni ALLAH
SWT.

wassalam
Bersatulah saudaraku,
Pastur Alexander  - Non-Muslim   |125.163.248.xxx |2007-10-10 12:30:01
Sebagai nonmuslim saya gak pernah berpikiran buruk untuk memanfaatkan perbedaan
itu untuk memecah-belah muslim, memecah-belah seperti itu dosa menurut agama
saya. Saya pikir hanya kepicikan orang dalam beragama saja lah yang menjadikan
dirinya xenofobia. Di semua agama ada orang seperti itu.
Rizka  - pelajar klas 4   |125.163.248.xxx |2007-10-10 12:35:00
saya lebarannya tanggal 12 seperti muhammadiyah soalnya seneng puasanya cepet
selesai.
adie  - orang awam   |125.160.63.xxx |2007-10-10 12:54:45
Perbedaan dalam menetapkan hari jatuhnya lebaran memang sudah bisa diprediksi.
Kejadian itu sudah berlangsung sejak lama dan akan selalu terus berulang setiap
tahun.

Tahun 2007 ini umat Islam di Indonesia sekali lagi akan mengalami
perbedaan penetapan hari Raya Idul Fithri. KarenaMuhammadiyah menetapkan 1
Syawal 1428 H jatuh pada 12 Oktober 2007. Penetapan Muhammadiyah tersebut
diterbitkan dalam bentuk maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No: 03/MLM/1.0/
E/2007.

Jauh-jauh hari PP Muhammadiyah memang telah menetapkan jatuhnya
lebaran yang berbeda. Tentu saja semua itu diputuskan lewat mekanisme yang sudah
ada sejak dahulu.

Untuk menetapkan 1 Syawal, Muhammadiyahmenggunakan
pendekatan wujudul hilal.Artinya, tidak hanya menggunakan mata kepala, tapi
menggunakan ilmu pengetahuan yang disebut dengan ilmu hisab.

Dengan dasar
tersebut, yang dinamakan bulan baru adalah bila matahari terbenam hilal masih di
atas ufuk. Pada 11 Oktober nanti, hilal masih di atas ufuk.

Penyebab
Berbeda-beda

Sebenarnya di rubrik ini sudah seringkali kami bahas tentang
penyebab perbedaan penetapan. Singkatnya, karena ada beberapa dalil yang
berbeda, atau satu dalil namun ditafsirkan secara berbeda. Sehingga umat
mengenal setidaknya dua sistem, yaitu rukyatul hilal dan hisab.

Kedua metode
ini seringkali melahirkan hasil yang berbeda dalam penetapan tanggal. Tapi yang
lebih menarik, bahkan meski sama-sama menggunakan rukyatul hilal, hasilnya belum
tentu sama. Demikian juga, meski sama-sama pakai hisab, hasil seringkali juga
berbeda.

PerbedaanAntar Negara

Sudahsering terjadi bahwa umat Islamyang
hidup di bawah berbagai macam pemerintahan, seringkali berbeda dalam penetapan
awal Ramadhan dan Syawwal.

Kewajaran itu lantaranmasing-masing pemerintahan
punya hak untuk menetapkannya, karena mereka memang berdiri sendiri dan tidak
saling terikat. Sehingga amat wajar independensi otoritas penetapan jadwal puasa
pun dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing pemerintahan.

Maka wajar
bila Mesir dan Saudi Arabia saling berbeda dalam menetapkan jadwal puasa dan
lebaran.

Tetapi di dalam negeri masing-masing, umat Islam umumnya kompak.
Sesama rakyat Mesir tidak pernah terjadi perbedaan. Demikian juga, sesama rakyat
Saudi tidak pernah terjadi perbedaan.

Cuma Indonesia

Tetapi khusus untuk
rakyat Indonesia, rupanya masing-masing elemen umat teramat kreatif. Cerita
orang lebaran berbeda-beda tanggalnya memang hanya terjadi di dalam masyarakat
kita saja. Entah apa sebabnya, mungkin karena kebanyakan jumlah rakyatnya, atau
kebanyakanormasnya, atau mungkin juga kelebihan pe-de nya.

Yang jelas, kita
selalu menyaksikan masing-masing ormas seolah merasa punya hak otoritas
menetapkan tanggal 1 Ramadhan dan tanggal 1 Syawal. Setidaknya untuk konstituen
mereka sendiri. Sesuatu yang tidak pernah terjadi di berbagai negeri Islam
lainnya. Di sana, urusan penetapan seperti itu 100% diserahkan pemerintah.
Masing-masing ormas tidak pernah merasa berhak untuk menetapkan sendiri.

Jadi
cerita seperti ini memang lebih khas Indonesia.

Dan lebih lucu lagi, bukan
hanya ormas yang sering tidak kompak dengan pemerintah, tetapi di dalam satu
ormas pun terkadang sering terjadi tidak kompak juga. Misalnya, ketika DPP ormas
tertentu mengatakan A, belum tentu DPW atau DPD dan DPC-nya bilang A.
Masing-masing sturktur ke bawah kadang-kadang masih merasa lebih pintar untuk
menetapkan sendiri jadwal puasa.

Selain itu, juga ada ormas yang selalu
menginduk ke jadwal puasa di Saudi Arabia. Mau lebaran hari apa pun, pokoknya
ikut Saudi.

Bahkan mungkin karena saking semangat untuk ijtihad, ada ormas
yang sampai menasehati pemerintah untuk tidak usah mencampuri masalah
ini.

Semua pemandangan ini hanya terjadi di Indonesia, ya, sangat khas
Indonesia. Dan ceritanya dari zaman nenek moyang sampai abad internet sekarang
ini masih yang itu-itu juga. Pokoknya, Indonesia banget deh.

Kita Ikut Siapa
Dong?

Sebenarnya apa pun yang dikatakan baik oleh NU, Muhammadiyah, Persis
dan lainnya, semua tidak lepas dari ijtihad. Karena tidak ada nash baik Quran
maupun hadits yang menyebutkan bahwa lebaran tahun 1428 hijriyah jatuh tanggal
sekian.

Dan sebagai muslim, kita wajib menghormati berbagai ijtihad yang
dilakukan oleh para ahlinya. Lepas dari apakah kita setuju dengan hasil ijtihad
itu atau tidak.

Dan karena kita bukan ahli ru'yat, juga bukan ahli hisab,
kita juga tidak punya ilmu apa-apa tentang masalah seperti itu, maka yang bisa
kita lakukan adalah bertaqlid atau setidaknya berittiba' kepada
ahlinya.

Kalau para ahlinya berbeda pendapat, 100% kita punya hak untuk
memilih. Tidak ada satu pun ulama yang berhak untuk memaksakan kehendakn...
hamba Allah  - Arab Saudi   |125.160.63.xxx |2007-10-10 13:13:03
Pakar astronomi Arab Saudi menyatakan Sabtu bahwa berdasarkan perhitungan falak
(astronomi), Idul Fitri 1428 akan jatuh pada Sabtu tanggal 13
Oktober.

Menurut Dr. Ali Bin Mohamed Al-Shukri, pengajar di Universitas King
Fahd, iqtiran (kedekatan) antara matahari dan bulan akan terjadi pada Kamis
(11/10) pada pukul delapan pagi lewat dua menit.

"Dengan demikian,
kelahiran bulan baru (bukan munculnya bulan sabit) akan terjadi pada hari Kamis
sekitar satu menit sebelum matahari tenggelam," kata Al-Shukri seperti
dikutip pers setempat.

Karena itu, berdasarkan perhitungan falak, tidak
memungkinkan untuk melihat hilal (bulan sabit) pada saat matahari tenggelam pada
Kamis malam karena tidak muncul di ufuk, sehingga hari Jumat tidak mungkin
sebagai awal Idul Fitri.

Hilal akan dapat dilihat pada Jumat malam karena
pada saat matahari tenggelam bulan sabit berada pada ketinggian enam derajat di
atas ufuk. Pada saat itu umur hilal tersebut 36 jam atau 2 persen dari total
bulan purnama, katanya. (ant/sir)
wong Lugu  - Masak sih ada dua hari raya di   |61.5.28.xxx |2007-10-10 13:36:12
Mohon maaf sebagai orang awam saya benar-benar binging .. bingung kok ada dua
hari raya, mana yang benar ya....?
Bingung  - Idul fitri pemersatu   |202.134.2.xxx |2007-10-10 13:38:17
Bagaimana om bisa gak bersatu dalam ukhuwah islamiyah, sejak reformasi aku jadi
bingung kalo namanya penetapan awal lebaran.
apakah setiap hari jadwal sholat
juga di rukyat...
Bersatulah Islamku
Abdullah  - PARA PERUSAK IKHWAH   |202.134.2.xxx |2007-10-10 13:55:11
Sebenarnya yang suka memecah belah Umat Islam itu, adalah Para MANUSIA2 yg
mengaku ULAMA, tapi pekerjaannya sibuuuuuuuuuk bertengkaaaaaaaaaaaaaar saja
dengan ARGUMEN2 yg dipertahankan secara MEMBABI BUTA. Sampai LEBARAN saja di
PERTENGKARKAN dan tercipta PERBEDAAN. Hei Para Ulama2 yg hobi bertengkarrrr.
Cepat Sadarlah :upset Dunia ini sdh tidak akan bertahan lama lagi....jadi
SADARLAH !! Bukankah dijelaskan oleh Qur'an bahwa "Orang2 yang mengikut
Rasul itu, berkasih sayang sesama mereka"...dan Qur'an juga menyatakan :
Bertolong2an lah kamu dijalan kebaikan, dan janganlah kamu berpecah
belah...nanti kamu akan LEMAH...." Ingat itu MUHAMMADIYAH !!!
Wassalam.
Mas Rukiat  - Lebaran   |202.134.2.xxx |2007-10-10 14:02:39
Sebaiknya dicukupkan saja puasanya 30 hari krn 1 syawal 1428 H tgl.12 okt 07 itu
Hilal masih samar-samar.
Bersatulah negera Indonesia jangan ada
perbedaan,jangan dijadikan negara RI ini Negara Muhamadyah
NUhammadiyah  - Ulama   |125.163.248.xxx |2007-10-10 14:47:17
Assalamu'alaikum ww.
Wahai saudara-saudaraku semua
yang mau bertengkar itu
siapa?
Sungguh merugilah orang yang berpuasa tetapi mengakhirinya dengan
pertengkaran. Alangkah naifnya bila pahala berpuasa hangus karena kebodohan.
Antara Muhammadiyah dan NU serta Pemerintah itu tidak pernah bertengkar. Ingat,
tidak pernah bertengkar. Mu-Nu berbeda dalam hal menafsirkan ayat-ayat Allah dan
hadits Rasulullah. Ingat, perbedaan tidak identik dengan pertengkaran. Sebab
dua-duanya berusaha menemukan kebenaran yang secara mutlak itu hanya milik Allah
swt.
Yang gampang bertengkar itu orang yang setengah-setengah ilmunya,
setengah-setengah imannya, dan setengah-setengah
akhlaknya.
Wassalam

NUhammadiyah
Bambang Wahyu Nugroho  - Coba Stellarium!   |125.163.248.xxx |2007-10-10 14:54:35
Supaya yang bingung tidak bingung, cobalah unduh program STELLARIUM. Gratis.
Dengan program yang mudah dioperasikan ini anda langsung dapat mencek sendiri
secara realtime, posisi matahari bumi bulan dan bintang2, serta dapat melakukan
simulasi dengan mengganti hari apa tanggal berapa tahun berapa saja konstelasi
bulan bintang matahari bumi dari lokasi mana saja yang Saudara kehendaki.
Selamat mencoba Semoga membantu.
ingat  - boleh jadi inilah ramadhon ter   |222.124.209.xxx |2007-10-10 15:02:55
jangan bertengkar! apa manfaatnya? jangan saling merasa benar! "koyo asu
njjegog2 rebutan balung tanpa isi" astaghfirullah

gus-gasgasan
Bambang Wahyu Nugroho  - Kiblat sholat Ied   |125.163.248.xxx |2007-10-10 15:04:09
Untuk saudara-2 yang memerlukan ketepatan dalam mengarahkan kiblat sholat ied,
terutama yang di tanah lapang, sekarang ada program Qibla Locator
(www.qiblalocator atau www.ibnMasud.com). Unduh saja, gratis. Message ini saya
posting di sini karena saran yang saya kirim mengenai hal itu belum dimuat di
media massa.

Wassalam

BAMBANG
ahli fiqh  - haram hukumnya puasa di 1 syaw   |222.124.209.xxx |2007-10-10 15:17:52
Bambang  - Buat ahli fiqh   |125.163.248.xxx |2007-10-13 12:04:58
Mas, semua jg tau klo haram puasa di 1 Syawal. Masalahnya, yang 1 syawal itu 12
atau 13 Okt, gitu. Jadi klo yang sudah menetapkan tanggal 12 ya tanggal 12 itu 1
syawal, sehingga harus tidak puasa, selanjutnya yang meyakini tanggal 13 ya
tanggal 12nya masih berpuasa. Gitu aja kok repot
Agus  - 2+2=Keputusan PP?   |202.152.240.xxx |2007-10-15 22:29:52
Setelah saya baca-baca
http://anis.hariri.biz/index.php?/archives/11-Siap-siap-Bingung-Memilih.html kok
saya jadi ragu dengan metode yang dipakai Muhammadiyah ya?

Yang saya lihat
kok seolah-olah Muhammadiyah sendiri juga ragu dengan metodenya sendiri? Apa
benar? Saya sendiri tidak memiliki kalendar Muhammadiyah. Sebenarnya apa yang
terjadi dengan ketidakkonsistenan kalender dengan metode hisab mutlak? Politis
apa ragu??
Orang biasa   |202.152.161.xxx |2007-10-18 16:32:41
Dulu.. yang betulin arah kiblat di Indonesia, orang Muhammadiyah.
Sekarang....


yang lebaran tanggal 12...
Orang biasa  - hehe   |202.152.161.xxx |2007-10-18 16:33:17
Dulu.. yang betulin arah kiblat di Indonesia, orang Muhammadiyah.
Sekarang....


yang lebaran tanggal 12...
Orang biasa juga  - Hehe juga   |202.152.240.xxx |2007-10-19 11:17:52
Kalau tokoh muhammadiyah yang terima dana DKP siapa ya?
Awam  - bagusnya   |202.134.2.xxx |2007-10-22 16:16:30
Kalau dulu jamannya Orba, huh mana mereka berani ?
Abu Abdillah  - Ikut prihatin   |202.134.2.xxx |2007-10-30 17:08:03
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
semoga Allah memberikan hidayah
kepada kit mana yang haq.


Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
mukhlis  - permohonan   |222.124.175.xxx |2007-11-01 17:38:58
asssalamu'alaikum, Wr, Wb.
kami dari unsur pimpinan muhammadiyah gerokgak yang
beralamat sekretariat PCM Gerpokgak di banjar dinas
gondol-penyabangan-gerokgak-buleleng-bali. 81155 yang mana Muhamamdiyah baru
saja beridiri kurang lebih satu tahun, kendala yang kami alami yaitu kurangnya
literatur kemuhammadiyahan sehingga apa yang diharapkan oleh pimpinan pusat
yaitu tetang peneguhan idiologi tidak dapat kami terima, apalagi pengajian yang
kami adakan agak berbau ke-PKS-an. oleh karena itu saya rasa untuk membendung
masuknya idiologi lain kami mengharap kepada Pimpinan pusat untuk berkenan
memberikan sumbangan buku-buku ke-muhammadiyah-han.
wassalamu'alaikum, Wr,Wb.
wawan   |125.162.238.xxx |2009-09-16 12:36:57
saya jadi bingung liat Muhhammadiya dan NU netapin hari raya ...
apa di zaman
Rasulullah ada Muhammadiyah dan NU???????????
kenapa ngak ikut
pemerintah aja??? biar kalo salah pemerintah yang tanggung dosanya atau
Muhammadiyah aja yang jadi pemerintah????
Hamba ALLAH yg Belajar AGAMA   |125.162.238.xxx |2009-09-16 12:42:51
Gimana kalo Muhammadiyah ikut pemerintah aja biar kami orang awam nga bingung
mana yang benar??? karna menurut yang z baca dua2x da benar dalam menetapkan
hari raya
abbas  - Maklumat Penetapan 1 Syawal 1428H     |202.43.182.xxx |2009-09-19 09:58:59
Yang mau Lebaran bareng ma Muhammadiyah silahkan aja , yang mau nunggu keputuan
Pemerintah ya juga silahkan, Begitu aja kok repot
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Kata Kunci