| Tim UMY dan UKM Selesaikan Pendataan Amal Usaha Pasca Gempa di Sumatera Barat |
|
|
|
| Arif Nur Kholis | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kamis, 19 November 2009 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Yogyakarta – Tim Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dipimpin oleh Ir. SentotHardwiyono,MT seorang dosen senior, Rabu (18/11/2009) menyelesaikan pendataan Amal Usaha Muhammadiyah di Sumatera Barat dengan melaporkannya kepada PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta. Menurut Sentot, tim yang terdiri dari 13 mahasiswa tingkat akhir yang sekaligus dianggap sebagai Kuliah Kerja Nyata dan 2 dosen ini melakukan pendataan pada 258 bangunan Amal Usaha Muhammadiyah dimulai pada tanggal 7 hingga 14 November 2009. Lebih lanjut Sentot yang didampingi Ir. As’at Pujianto, MT, seorang Ahli Struktur Bangunan Pasca Gempa UMY, tim ini di Sumatera Barat bekerja bersama dengan tim dari Universiti Kebangsaan Malaysia yaitu Dr. Tajul Anuar Jamaluddin, seorang professor Geologi pada Institut Kajian Bencana Asia Tenggara (SEADPRI-UKM), Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Lim Choun dari lembaga yang sama. Satu lagi anggota tim penelitian ini adalah Dr. Sri Atmaja P. Rosyidi yang merupakan Assistant Professor, pada Jurusan Teknik Sipil , Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang saat ini sedang menjalani Post Doctoral Fellow, di Department of Civil and Structural Engineering, Universiti Kebangsaan Malaysia. Secara cepat, menurut Sentot, tim telah menghitung jenis kerusakan dan nilai kerugian pada Amal Usaha Muhammadiyah di Kota Padang, Kota Pariaman, Kab. Padang pariaman, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat dan Kab. Pesisir Selatan. “Selain itu dengan menggunakan standar yang dipakai Bapenas, kami telah menghitung kebutuhan biaya rekonstruksinya juga” papar Sentot. “Tim kami bekerja atas permintaan Posko Muhammadiyah di Jakarta dengan Koordinasi dengan Majelis Diktilitbang dan MDMC” terang Sentot kemudian. “Kami juga sangat dibantu oleh teman-teman di Padang, khususnya teman-teman di Posko Induk yang telah mendampingi kami melakukan survey ini” lanjutnya.
Tim ini juga telah menghasilkan rekomendasi dalam hal penanganan bangunan rusak pasca gempa, pembangunan kembali bangunan maupun rekomendasi yang berkaitan dengan potensi terjadinya bencana geologi seperti tanahlongsor yang masih terjadi di sekitar danau Maninjau. Menariknya, tim ini juga mengusulkan beberapa alternatif rumah darurat yang mungkin bisa dipakai sebagai rumah semi permanen bagi masyarakat yang terkena musibah sebelum mampu membangun rumah yang permanen (Arif).
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||





ok dr Taufiq saya sangat setuju dan&n...
Assalamu'alaykum wr. wb. Kiranya mod...
di tempat saya di daerah muntilan sus...
spemuventa 2010 semangaat
Oh ya kalau begitu bagaimana kalau ki...