Nov
21
2009
Today

Rubrikasi

Layanan User

Nov 12 2009
Said Tuhuleley: ”Kehendak Rakyat Seperti Air Bah” PDF Cetak Kirim
Machhendra Setyo Atmaja   
Kamis, 12 November 2009

Yogyakarta- Ketika negara bermasalah dan fungsi parlemen tidak berjalan, maka gerakan oposisi jalanan akan berbicara, karena kehendak rakyat seperti air bah yang tidak dapat dibendung.

 

Demikian disampaikan ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Said Tuhuleley, dalam pengantar diskusi Oposisi & Masa Depan Demokrasi  di Indonesia, di gedung PP Muhammadiyah, jln. Cik Di Tiro, Kamis (12/11/2009). Menurut Said, air bah yang beresiko destruktif, memerlukan kanal-kanal untuk dapat menyalur secara smooth dan tidak merusak, walaupun kanal-kanal rakyat ini sudah mulai tertutup. “Tertutupnya kanal-kanal rakyat, menyebabkan munculnya kanal-kanal baru seperti parlemen online, walaupun yang lebih berbahaya lagi adalah parlemen offline,” ungkap Said.

 

Dalam diskusi publik yang dilaksanakan oleh MPM PP Muhammadiyah, tampil sebagai pembicara, Piet Hizbullah Khaidir mantan ketua DPP IMM (Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Cornelis Lay pakar politik UGM, dan Tamrin Amal Tomagola sosiolog UI. (mac)

Comments
Add New Search RSS
koorkom ums   |116.12.40.xxx |2009-11-12 10:05:03
sejarah tergores kaum muds, pak said salah satu penggores. muhammadiyah gerakan
alternatif oposisi ekstra parlementer...
koorkom ums   |116.12.40.xxx |2009-11-12 10:07:02
sejarah tergores kaum muda
snae  - MPM tajam dan kritis   |118.96.74.xxx |2009-11-13 12:36:59
Wah, gimana ini kok MPM lebih progres daripada Lembaga Hikmah??!! sukses deh
buat MPM!
bahrun   |202.91.15.xxx |2009-11-19 10:40:36
wah iya yang bicara politik kok MPM malahan ya. mungkin krn banyak anggota
parlemennya
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Kata Kunci

Komentar Berita