| FK UMY adakan Workshop Nasional Penanggulangan Bencana |
|
|
|
| BHP UMY | |
| Senin, 09 November 2009 | |
|
Yogyakarta- Saat menghadapi peristiwa bencana, seorang tenaga medis harus tetap tenang atau tidak panik dalam menangani korban sehingga dapat memberikan pelayanan dan pertolongan yang tanggap. Demikian diungkapkan Ketua Workshop Nasional Penanggulangan Bencana, Agung Rizka Pratama, dalam acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK-UMY) bekerjasama dengan Senat Mahasiswa Kedokteran Umum (SEMAKU), Sabtu (7/11/2009) di Kampus Terpadu UMY. Menurutnya, tak bisa dipungkiri Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada banyaknya peristiwa bencana. Keadaan ini harus cepat direspon dengan tepat dan cepat, termasuk oleh para calon tenaga medis. ”Sebagai calon tenaga medis, sudah sepantasnya kami memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap apabila terjadi bencana. Oleh karenanya, workshop ini mampu memberikan edukasi kepada calon tenaga medis dalam membantu penanggulangan bencana, khususnya terhadap para korban,” jelasnya. Agung mengungkapkan bahwa para calon tenaga medis juga diharapkan tidak lantas menjadi panik saat bencana terjadi. “Wajar memang saat terjadi bencana, banyak masyarakat panik. Namun sebagai calon tenaga medis, kami seharusnya tidak lantas ikut panik dan bingung. Workshop ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada para calon tenaga medis untuk tetap tenang saat menangani korban bencana,”ungkap Agung. (mac) |





ok dr Taufiq saya sangat setuju dan&n...
Assalamu'alaykum wr. wb. Kiranya mod...
di tempat saya di daerah muntilan sus...
spemuventa 2010 semangaat
Oh ya kalau begitu bagaimana kalau ki...