|
Yogyakarta- Sudah sepantasnya mahasiswa kritis terhadap persoalan-persoalan rakyat. Jika mahasiswa melakukan kritik dengan demonstrasi maupun dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan kesejahteraan rakyat, berarti mahasiswa tersebut masih memiliki hati nurani. Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Husni Amriyanto, M.Si, menanggapi adanya berbagai dukungan yang diberikan berbagai elemen masyarakat khususnya mahasiswa terhadap kasus Candra dan Bibit di Kampus Terpadu UMY Selasa (3/11/2009). Terkait dengan kasus Chandra dan Bibit, Husni berpendapat sudah sewajarnya berbagai kalangan mengkritisi kasus tersebut. Kasus Chandra dan Bibit menggambarkan bentuk arogansi kekuasaan. ”Dimana pihak yang jelas-jelas melakukan penyuapan malah dibiarkan tetapi yang masih diduga disuap malah ditangkap. Sehingga wajar apabila banyak pihak-pihak yang mengkritisi termasuk mahasiswa yang melakukan demonstrasi,” jelas Husni. Husni menambahkan meskipun demonstrasi yang dilakukan mahasiswa merupakan hal yang wajar namun ada hal yang harus diperhatikan. Mahasiswa harus tahu betul sustansi persoalannya, tahu betul prosedurnya. ”Mahasiswa harus paham betul sehingga tidak timbul tindakan yang anarkis,” tutur Husni. Ketika mahasiswa melakukan tindakan yang kontraproduktif, masyarakat malah tidak memberikan simpati. Padahal tujuan awalnya adalah untuk memperjuangkan keinginan rakyat. ”Masyarakat tidak akan memberikan simpati terhadap mahasiswa ketika demonstrasi malah menimbulkan keributan, huru-hara, maupun kemacetan. Sehingga sebelum melakukan demonstrasi mahasiswa harus paham persoalan tersebut.” tandas Husni. (mac)
|
Saya adlah anak didikan muhammadiyah,...
gimana kalo muhammadiyah bikin kartu ...
Sekarang saatnya kita buktikan ukhuwa...
Muhammadiyah jgn hanya puas dengan be...