Berita : Muhammadiyah


Sebagai Penjaga Ideologi Muhammadiyah, IPM Takkan Dukung Parpol Tertentu

Minggu, 10-02-2013

Yogyakarta- Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah bertugas membina kader-kader di kalangan pelajar Muhammadiyah agar sesuai dengan maksud dan tujuannya. Sesuai Anggaran Dasar Pasal 24, IPM melarang kadernya untuk berpolitik praktis dan berafiliasi dengan organisasi politik.

 

Hal tersebut disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah Fida Afif saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan IPM untuk memberikan dukungan tertentu kepada salah satu parpol tertentu terkait pada pelaksanaan Pemilu 2014 nanti. Menurut Fida Afif, IPM mempunyai tanggungjawab mempersiapkan kadernya menjadi kader Muhammadiyah, umat, dan bangsa yang kelak dapat melanjutkan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar di masyarakat, sehingga tidak akan terkotak pada afiliasi parpol tertentu. Sebelumnya dalam sebuah media online, disebutkan bahwa IPM melalui pimpinannya menyatakan dukungannya pada figur kepemimpinan salah satu Parpol tertentu, yang hal tersebut langsung dibantah. “Apabila dijumpai kader IPM yang memberikan dukungan terhadap orang atau organisasi yang berafiliasi terhadap politik praktis, maka hal tersebut merupakan atas nama pribadi dan bukan atas nama organisasi,” jelasnya, di gedung PP Muhammadiyah Jl Ahmad Dahlan, Sabtu (09/02/2013).

 

PP IPM menurut Fida, menginstruksikan kepada struktur di bawahnya agar terus solid dalam menjaga nilai-nilai ideologi IPM dan berjuang sesuai dengan khittah perjuangan IPM, “Hal tersebut (menjaga nilai ideologi Muhammadiyah) diperlukan, karena di tahun 2013 ini kondisi sosial-politik Nasional Indonesia rentan terombang-ambing,” ucapnya.