Berita : Muhammadiyah


Dakwah Bil-Hal, Strategi Dakwah Praksis Muhammadiyah terhadap Kaum Mustadafin

Sabtu, 28-07-2012

 

Yogyakarta-   Pendekatan dakwah untuk memecahkan masalah sasaran dakwah sering juga disebut  dakwah bil-hal yaitu metode dakwah yang lebih menekankan pada amal usaha atau karya nyata yang bisa dinikmati dan bisa mengangkat harkat, martabat, kesejahteraan hidup kelompok masyarakat. Dengan model dakwah seperti itu diharapkan Muhammadiyah dapat secara tepat menyentuh masyarakat marjinal.

 

Hal tersebut disampaikan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Siti Noordjanah Djohantini dalam materi Model dan Strategi Praksis Dakwah Muhammadiyah untuk Kelompok-Kelompok Dhuafa dan Mustadafin pada Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jum’at (27/07/2012). Menurut Siti Noordjannah, selama ini Pimpinan Pusat Aisyiyah selama ini telah melakukan berbagai pendampingan. Beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan menjadikan kader-kader Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting menjadi leader perubahan di daerahdan juga menghidupkan kembali komunitas Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) sebagai strategi utama dalam melakukan kegiatan yang sifatnya pemberdayaan. "Dalam model GJDJ dapat dilakukan melalui pendampingan komunitas secara partisipatif yang selama ini teraplikasikan dalam Qoryah Thoyyibah, pendampingan buruh, pekerja informal, pekrja anak dan pemberdayaan masyarakat miskin kota.

 

Lebih jauh menurut Siti Noordjannah, Jika ingin mendakwahi kaum marjinal maka harus dipecahkan terlebih dahulu masalah-masalah mereka seperti kemiskinan, alienasi, keterbatasan akses, dan kondisi ketertindasan sehingga bersifat problem solving. Model strategi dakwah dilakukan melalui proses dan hasil karya nyata bagi masyrakat secara menyeluruh,  bukan sekadar karitatif atau kedermawan, yang bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai masyarakat yang berdaya dalam kehidupan, baik secara fisik, keagamaan, ekonomi, sosial, budaya maupun politik.