Sabtu, 25 Maret 2017
Home/ Berita/ Tapak Suci Pulau Kangean Raih Penghargaan Pesilat Terbaik

Tapak Suci Pulau Kangean Raih Penghargaan Pesilat Terbaik

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUMENEP - Ahmad Fahmi, siswa kelas 8 perwakilan dari perguruan Tapak Suci (TS) MTs Muhammadiyah Pulau Kangean terpilih sebagai pesilat terbaik Pra remaja dalam ajang kejuaraan pencak silat antar pelajar yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Sumenep pada tanggal 9hingga 14 Maret 2017 bertempat di Gor A. Yani Panglegur.

Semula Ahmad tidak menyangka dirinya bakal menjadi pesilat terbaik dalam kompetisi yang diikuti sebanyak 550 atlet pelajar tersebut, mengingat minimnya pengalaman yang ia ikuti serta ketatnya persaingan lawan dalam lomba tersebut.

“Alhamdulillah, saya bisa meraih penghargaan ini, dan kemenangan ini saya persembahkan secara khusus bagi kedua orang tua saya, serta sekolah MTs dan teman-teman Tapak Suci,” jelas Ahmad.

Zainal Arifin, pelatih Tapak Suci Kangean juga merasa bangga atas capaian prestasi yang diraih siswa MTs Muhammadiyah Kangean.

“Saya bersyukur atas prestasi anak-anak Tapak Suci, meskipun sebenarnya target merebut piala sebanyak-banyaknya masih belum tercapai, tapi terpilihnya Ahmad menjadi pesilat terbaik ini bisa mendorong anak-anak lebih baik lagi dalam berlatih,” ungkap Zainal.

Dalam pertandingan ini MTs YPPMI mengirimkan sebanyak 23 atlet yang terbagi dalam dua kategori yakni remajadan praremaja.  Dari ke dua puluh tiga atlet tersebut, tujuh diantaranya mendapatkan piala yakni, Samsul Arif (juara 2 kelas C pra remaja), Taufik Kamil (juara 2 kelas D pra remaja), Ilham Widarma (juara 3 kelas B pra remaja), Asrofi (juara 3 kelas D Pra remaja), Galvin Gastiadiriijal (kelas G pra remaja) dan Sefti Faradila (juara 2 kelas B Remaja Putri).

Apresiasi juga mengalir dari teman-teman Ahmad, salah satunya Khairul Umam, menurutnya terpilihnya Ahmad menjadi pesilat terbaik tidak lepas dari kegigihan Ahmad dalam berlatih

“Ahmad sangat rajin berlatih, siang hari dia selalu latihan fisik bahkan pernah dia dihukum tidak diberi makan pelatih karena bobot berat badannya  yang lebih, ia pernah tertidur pulas saat berjemur di halaman untuk menurunkan berat badannya,” ungkap Umam. (adam)

Kontributor : M Faza/Anang

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *