cool hit counter
gambar

Din Syamsuddin Buka Rakernas & Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan

Jum'at, 03-02-2012
Dibaca: 313

Malang- Pagi ini, tepat pukul 09.45 Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA resmi membuka rangkaian acara Rakernas dan Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan. Opening ceremony yang dilakukan di Dome UMM ini selain dihadiri oleh delegasi pimpinan PWM se-Indonesia, juga dihadiri oleh Deputi II Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah BPN RI, Ketua PWM Jawa Timur Prof. Tohir Luth, rektor UMM dan sejumlah kepala kantor BPN beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Din mengatakan bahwa keberadaan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan itu sangat penting mengingat Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia memiliki aset-aset dan kehartabendaan yang sangat besar, baik aset spiritual property maupun material property. Aset-aset itulah yang membuat Muhammadiyah menjadi besar. Dengan banyaknya aset yang dimiliki maka perlu diadakan pendataan dan pengadministrasian yang sistematik. ”Pesan saya, jangan jual aset Muhammadiyah,”ujar Din disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Din Syamsuddin, Muhammadiyah memiliki kekuatan sebagai ’holding company’. Hal ini pernah disampaikan oleh Jusuf Kalla saat berbincang dengan Ketua PP Muhammadiyah. Sebagai ’holding company’, PP Muhammadiyah memiliki fungsi besar sebagai ’perusahaan utama’ yang membawahi ’perusahaan-perusahaan’ atau PWM dan PDM di bawahnya. Dengan sistem tersebut maka perlu adanya inventarisir data aset kehartabendaan Muhammadiyah untuk memetakan pengamanan atau penyelematan aset-aset Muhammadiyah. ”Pengamanan aset ini penting karena harta wakaf masih bisa diambil alih oleh ahli waris setelah waqif atau orang yang mewakafkan meninggal,” ungkap Din.

Din Syamsuddin memaparkan fakta bahwa saat ini belum ada data secara rinci mengenai aset-aset wakaf Muhammadiyah. Jika digambarkan dalam bentuk piramida, tuturnya, puncak piramida teratas atau bagian terkecil adalah prosentase wakaf yang sudah atas nama PP, dan bagian terbawah piramida adalah aset-aset yang perlu disertifikasi. Dengan adanya upaya pengamanan aset ini maka diharapkan pengurus maupun warga Muhammadiyah bisa lebih optimal dan nyaman dalam memberdayakan aset untuk kesejahteraan umat. Melalui rakernas ini, Din juga berharap tahun depan prosentase aset yang tersertifikasi mampu mengalami peningkatan. (www.umm.ac.id)



Tags: muhammadiyah
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: Majelis Wakaf dan Kehartabendaan

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

0 Komentar


Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Sel ... selengkapnya
Kuala Lumpur- Muhammadiyah bukanlah kelompok Islam minimalis, tetapi Muhammadiyah ialah kelompok ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Tidak Ada
iklan
img
img
img
img
img
img
img

Halaman Advertorial

right left
  • img
  • img
  • img
  • img