cool hit counter
gambar

Penelitian Penting Untuk Melahirkan Inovasi Baru, Bukan Hanya Soal Bombastis

Rabu, 01-02-2012
Dibaca: 238

 

Yogyakarta- Hasil penelitian tidak harus maha dahsyat. Yang terpenting adalah munculnya inovasi-inovasi baru yang merupakan ide murni dari para mahasiswa. Hakikat penelitian adalah mencari nilai-nilai kebenaran, yang pada akhirnya akan dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Selain itu, harus ada internalisasi nilai-nilai ke-Islaman. Jangan sampai menjadi orang pintar yang moralnya dipertanyakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY,  Sri Atmaja P. Rosyidi, Ph.D, pada acara “Penjelasan Teknis Anggaran PKM oleh Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat(LP3M) UMY”, di Kampus Terpadu UMY, Rabu (1/2) pagi. Penjelasan ini dilakukan dalam rangka membimbing mahasiswa agar penelitian yang dilakukan semakin terarah, sehingga bisa optimal.

Menurut Sri Atmaja, kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah ujian bagi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), untuk membuktikan sejauh mana bisa membuat perencanaan yang baik, inovatif, serta berpegang pada nilai-nilai ke-Islaman. “Targetnya bukanlah kuantitas, tapi kualitas. Sehingga lolosnya proposal mahasiswa bukan menjadi hal yang aji mumpung, tetapi merupakan perencanaan matang yang disusun untuk setiap tahunnya,” terangnya.  

Sri Atmaja menjelaskan, mahasiswa akan diberi log-book, sebagai buku harian penelitian. “Log-book akan segera diberikan kepada tim penelitian mahasiswa sebagai buku rekam jejak selama penelitian. Hal ini penting, agar segala macam temuan-temuan data di lapangan dapat terdokumentasikan dengan baik. Laporan penelitian harus dapat disusun dengan rinci dan rapi, sehingga semua data yang dimiliki lengkap,” ujarnya.

Walaupun demikian, masih menurut Sri Atmaja, pencapaian dalam bentuk dokumen atau laporan saja belum cukup. “Apalah artinya laporan, bila hanya akan berakhir di rak saja”, tambahnya. Lebih lanjut Sri Atmaja menuturkan, penelitian harus memiliki value (nilai). Banyak nilai yang harus dicapai, antara lain atmosfer akademis yang harus ikut terbentuk seiring proses penelitian ini. “Nilai tersebut misalnya, adanya komunikasi yang intensif antar mahasiswa dengan dosen, terutama dosen pembimbingnya. Muncul kreativitas dan inovasi yang baru, yang merupakan ide murni dari mahasiswa,” jelasnya.(www.umy.ac.id)



Tags: muhammadiyah, umy, penelitian
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: universitas muhammadiyah yogyakarta

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

0 Komentar


Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Sel ... selengkapnya
Kuala Lumpur- Muhammadiyah bukanlah kelompok Islam minimalis, tetapi Muhammadiyah ialah kelompok ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Tidak Ada
iklan
img
img
img
img
img
img
img

Halaman Advertorial

right left
  • img
  • img
  • img
  • img