Jum'at, 19 April 2019
Home/ Berita/ Refleksi Akhir Tahun, MPM Datangkan Korban Penggusuran, Tani, Asongan, dan Tukang Becak

Refleksi Akhir Tahun, MPM Datangkan Korban Penggusuran, Tani, Asongan, dan Tukang Becak

Yogyakarta- Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan refleksi akhir tahun dengan tema (Andaikan) Rakyat Menggugat bersama Korban Penggusuran, Pedagang Asongan, Tani, dan Tukang becak serta budayawan Emha Ainun Nadjib di Aula PP Muhammadiyah Jl. Cik Di Tiro, Yogyakarta, Kamis (29/12/2011).

 

Menurut ketua umum MPM PP Muhammadiyah Said Tuhuleley, acara refleksi tersebut bertujuan mengevaluasi kembali kinerja pemerintah selama satu tahun, dan dampaknya pada rakyat kecil baik di perkotaan atau desa. “Banyak kasus di republik ini, mulai dari Korupsi hingga PSSI, menjadikan kurangnya perhatian pada rakyat kecil maka sewajarnya seandainya rakyat menggugat,” tegasnya. Menurut Emha Ainun Nadjib, ormas seperti Muhammadiyah bersama instrumennya mempunyai tugas besar dalam mendampingi rakyat kecil seperti yang sudah dilakukan selama ini, karena institusi seperti partai politik yang selalu berteriak membela rakyat miskin justru mengalami distrust dari rakyatnya. Lebih lanjut menurut suami dari Novia Kolopaking ini, banyak oknum pemerintah yang justru menjadikan rakyat miskin sebagai objek dagangan mereka, “Mereka (oknum pemerintah) malah menjadikan rakyat seperti petani  sebagai obyek dagang dengan menjual pupuk atas nama organik,” jelasnya.

 

Senada dengan Ainun Nadjib, sekretaris umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto dalam kesempatan yang sama juga mengungkapkan, adanya indikasi bahwa pemerintah lebih melindungi pengusaha-pengusaha besar dalam setiap sengketa dengan rayat kecil. Kasus-kasus sengketa antara perusahaan dengan warga sekitar seperti di Papua, Mesuji, dan Bima ada indikasi kuat bahwa pemerintah lebih melindungi para saudagar besar dibanding membela rakyat kecil. Agung Danarto juga menegaskan bahwa Muhammadiyah yang selama 102 tahun telah mengabdikan kekuatannya untuk membela rakyat kecil, tetap akan memberikan komitmennya untuk menjadi penolong orang miskin, terpinggirkan, dan tidak berdaya terlindas kebijakan yang tidak pro rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *