Kamis, 25 April 2019
Home/ Berita/ Datang ke UMM, Menkes RI Berikan Keynote Speech dan Serahkan Alkes

Datang ke UMM, Menkes RI Berikan Keynote Speech dan Serahkan Alkes

 

Malang- Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (24/12). Menteri diagendakan memberi keynote speech pada Simposium Nasional yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) UMM di ruang teater UMM Dome.
 
 
Simposium mengangkat  tema “Strategi Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Berbasis Keluarga sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak”. Selain Menkes acara itu juga menghadirkan pembicara Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf, anggota Komisi IX DPR RI Hj. Endang Agustini Syarwan Hamid, SIP, Konsultan Tumbuh Kembang Anak RSSA Malang Dr. Mardhani Yosoprawoto, Sp. A (K), serta Kepala LP3A Dr. Trisakti Handayani. Acara didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
 
 
Kepala Humas UMM, Nasrullah, menerangkan meski singkat, kunjungan Menkes juga direncakanan disertai dengan agenda penyerahan bantuan alat kesehatan (Alkes) untuk RS Pendidikan UMM, peresmian Gedung Kuliah Bersama Fikes dan FK UMM, serta Peresmian Gedung Objective Structured Clinical Examination (OSCE). “Sementara itu, Pak Wagub dijadwalkan mewakili Gubernur untuk meresmikan Gedung Instalasi Rawat Inap Klas III RS Pendidikan UMM,” tutur Nasrullah.
 
 
Bantuan gedung dari Gubernur dan alat kesehatan dari Menkes ini merupakan bagian dari pengembangan RS Pendidikan UMM yang telah diselesaikan lebih awal. Tujuannya, agar pelayanan kelas ekonomi ini segera bisa dioperasionalisasikan. Kini, bangunan gedung Rawat Inap Kelas III yang dibantu Rp 7 Milyar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah tuntas dibangun. Sedangkan alat kesehatan bantuan senilai Rp 3 Milyar dari Menkes juga sudah disiapkan di gedung ini. Peralatan kesehatan itu antara lain, 120 bed, 1 ECG, 1 mesin anastesi, dan 4 inkubator.
 
 
Sementara itu, Dekan FK UMM, dr. Irma Suswati, M.Kes, mengatakan kunjungan peresmian gedung Osce memiliki nilai sangat strategis. Unit ini dinilainya sangat bermanfaat untuk menguji keterampilan mahasiswa selengkap-lengkapnya sebagaimana seorang dokter. Dalam ruangan-ruangan OSCE, disetting sebagai ruang praktik keseharian dokter. Di gedung ini terdapat 14 ruang, terdiri dari 12 ruang uji dan 2 ruang istirahat. Setiap ruangan terdapat berbagai peralatan laboratorium dan alat peraga untuk menguji skill yang berbeda-beda.
 
 
“Fasilitas-fasilitas laboratorium dan sarana penunjang Fakultas Kedokteran merupakan bagian dari upaya menyelaraskan antara teori dan praktik, sehingga lulusannya mampu mengamplikasikan dalam keluarga, industri maupun masyarakat,” kata Irma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *