Senin, 21 Agustus 2017
Home/ Berita/ Rawat Nalar, IMM Tasikmalaya Siap Jadi Teladan OKP Lain

Rawat Nalar, IMM Tasikmalaya Siap Jadi Teladan OKP Lain

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TASIKMALAYA -- Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Tasikmalaya siap menjadi contoh teladan bagi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Tasikmalaya.

"Ke depannya IMM Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi kiblat bagi organisasi kepemudaan tingkat mahasiswa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya," ujar Ketua umum terpilih PC IMM Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Ihsan, kepada Muhammadiyah. or.id, Ahad (30/7).

IMM Kabupaten Tasikmalaya, kata Ihsan, memiliki tantangan tersendiri dalam mengembangkan organisasinya. Tantangan utamanya yaitu tidak adanya Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Kabupaten Tasikmalaya.

"Meskipun tidak mempunyai PTM, tapi kita berusaha tetap di atas semua golongan," ungkap dia.

Tantangan tersebut, menurut Ihsan, dapat menjadi kekuatan maupun kelemahan bagi PC IMM yang baru menjalankan kepengurusannya selama tiga periode itu.

Namun, hal ini dinilai positif oleh Ihsan. "Dengan tidak adanya PTM, para kader dituntut untuk creative and figthing dalam melakukan dakwah di 'kandang' orang," ujar mahasiswa ekonomi yang sedang menjalankan studinya di Universitas Siliwangi tersebut.

Paling tidak, terang Ihsan, kader IMM yang akan dia pimpin, dapat dijadikan role model untuk mahasiswa lainnya baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. "Baik contoh secara akhlaq, nalar kritis, dan secara tindakan di lapangan," jelas dia.

Ihsan berharap, PC IMM Kabupaten Tasikmalaya akan mampu mengawal kebijakan pemerintah. Ini, ujarnya, bisa berupa gerakan literasi, aksi maupun solusi konkrit untuk menciptakan Kabupaten Tasikmalaya yang berkemajuan.

"Memantaskan diri, bahwa IMM Kabupaten Tasikmalaya dapat memantaskan diri untuk menjadi kaum yang pantas ditolong oleh Allah SWT," tutur Ihsan yang memiliki harapan besar terhadap kemajuan PC IMM Kabupaten Tasikmalaya.

Sebelumnya, PC IMM Kabupaten Tasikmalaya telah menyelenggarakan Musyawarah Cabang III pada Kamis (28/7), di Ballroom Kolam Renang Cijoho Indah. Dalam Musyawarah Cabang III itu terpilih Muhammad Ihsan sebagai Ketua Umum PC IMM Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2017. Musyawarah ini pun dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya, Majelis Pendidikan Kader, DPD IMM Jawa Barat, PC IMM Kota Bandung, PC IMM Kota Tasikmalaya, PD IPM Kab. Tasikmalaya. Begitu juga para pimpinan komisariat IMM dari Universitas Siliwangi, Institut Agama Islam Cipasung, Poltekkes Tasikmalaya, Politeknik Triguna, dan Universitas Pendidikan Indonesia Kamda Tasikmalaya. 

Musycab itu adalah sarana merumuskan gagasan dari para mahasiswa demi keberlangsungan pergerakkan dan eksistensi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Selain itu, merupakan ajang peralihan estafeta kepemimpinan dan evaluasi pimpinan cabang selama satu periode.

Ketua PC IMM Kabupaten Tasikmalaya periode 2015-2016, Zaki Nugraha, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga ketika para kader IMM bersikap militan dengan terlibat dalam perhelatan akbar Musycab yang digelar tersebut. "Di tengah hiruk pikuknya problematika umat dan bangsa, dari mulai melonjaknya pengangguran, vaksin palsu, dan apatisme mahasiswa terhadap dinamika sosial masyarakat, kami berharap agar para kader senatiasa merapatkan barisan dan berbenah diri," ujar Zaki

Selaras dengan itu, Ketua Umum DPD IMM Jawa Barat, Robby Rodliya Karman sangat menyanjung keseriusan mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya dalam melaksanakan Musyawarah ini. Apalagi tema yang diusung dalam Musycab yakni "Merawat Nalar, Menjaga Eksistensi Ikatan, Meneguhkan Gerakan Pembebasan".

“Saya kira hal yang tidak boleh dilupakan saat ini sebagai upaya perlawanan dari budaya modern yang melemahkan hati nurani dan kepedulian sosial adalah budaya membaca buku supaya bisa merawat nalar kita selaku mahasiswa," tutur alumni STIE Tazkia ini.

Sementara itu, pendiri IMM Kabupaten Tasikmalaya, Ijang Jamaludin berharap agar IMM harus konsisten merawat nalar dengan nalar akademisinya seperti yang dilantunkan oleh Jasman Alkindi. Yaitu kader IMM adalah elit Muhammadiyah yang merupakan inti dari persyarikatan.

“Tantangan ke depan akan lebih berat karena dinamisnya kehidupan. Maka para kader harus saling berpegangan tangan untuk mewujudkan visi Ikatan dalam rangka fastabiqul khoirot" tegasnya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa
Redaktur: Ridlo Abdillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *