Sabtu, 24 Agustus 2019
Home/ Berita/ Bekerjasama dengan MPM Sulsel, Balai Kehutanan Makassar Membuka Pusdiklat

Bekerjasama dengan MPM Sulsel, Balai Kehutanan Makassar Membuka Pusdiklat

 

Makassar- Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Makassar, Ir H.Agus Widoyoko,M.Sc buka Pendidikan dan Latihan pendampingan kegiatan Kehutanan kerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan bertempat Aula Kehutanan Jl.Perintis Kemerdekaan Km. 17,5 Makassar, Senin ( 28/11/2011), hadir dalam acara tersebut Husni Yunus,M.Pd ( Ketua MPM Muhammadiyah Sulsel), Drs.Sukardi Mulyadi,M.Si, Idham Khalid,SE,MM, para pejabat Balai Kehutanan serta sejumlah 100 orang peserta utusan MPM Muhammadiyah se Sulsel.
 
 
Ir.Agus Widoyoko,M.Sc, Kepala Balai Diklat Kehutanan Makassar, mengatakan bahwa untuk pengembangan dan pelsetrarian hutan pemerintah melibatkan masyarakat untuk menjadi kekuatan riel sebagai unsur yang mendukung program pemerintah dalam pemeliharaan alam dari berbagai unsur yang dapat merusak sumber kehidupan manusia, untuk itu dengan program kerjasama ini akan dapat menjaga kelestarian hidup manusia, agar tidak mendapat dampak negatif dari penggundulan hutan yang selama terjadi dimana -mana, sehingga tanah longsor dan banjir menerpa masyarakat yang ada di sekitarnya. dengan melalui program ini dengan melibatkan  MPM Muhammadiyah sebagai kekuatan masyarakat dapat memberikan solusi bagi para masyarakat pinggiran hutan dengan model pendampingan yang berbasis pertanian dan peternakan yang tentunya dapat membangun kekuatan ekonomi masyarakat.
 
 
Sementara Husni Yunus,Ketua MPM Muhammadiyah Sulsel,mengatakan dengan program kerjasama ini akan membverikan dampak positif dalam pengembangan Dakwah Muhammadiyah, khususnya pada bidang pemberdayaan Masyarakat dalam sektor kehutanan, sehingga dengan program ini nantinya MPM Muhammadiyah Sulsel akan membangun model pertanian terpadu ( Integratif Farming ) yang mampu membangun sistem perekonomian masyarakat dalam bidang perkebunan,Perikanan,peternakan, dan pertanian yang tentu saja dengan mengoptimalkan program ini, para masyarakat di pinggiran hutan akan dapat membangun perekonomiannya dengan hasil produksi pertanian terpadu yang di kelola secara profesional yang di dampingi kader -kader pendamping kehutanan yang dididik selama satu pekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *