Senin, 27 Mei 2019
Home/ Berita/ Tanaman Organik untuk Sekolah dan Warga Muhammadiyah

Tanaman Organik untuk Sekolah dan Warga Muhammadiyah

 

 

Malang- Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergandeng tangan dengan Majelis Lingkungan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kabupaten Malang mengadakan sosialisasi Program Lingkungan dan Pelatihan Pengembangan Tanaman Organik untuk Sekolah dan Warga Muhammadiyah. Acara digelar Kamis (24/11) di Aula BAU UMM dengan tujuan menumbuhkan kepedulian lingkungan bagi warga Muhammadiyah.

 

Acara yang diikuti oleh anggota Muhammadiyah dan Aishiyah ini dibuka oleh Ketua PSLK, Drs. Wahyu Prihanta, Mkes . Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan, acara ini merupakan sosialisasi mengenai peduli lingkungan serta pelatihan penanaman organik bagi warga Muhammadiyah. “Selain bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap lingkungan, hal ini diharapkan dapat menjadi amal usaha Muhammadiyah lainnya,” tutur Wahyu.

 

Sosialisasi dan pelatihan ini dibuka dengan materi dari Tim Majelis Lingkungan PDM yang menyampaikan konservasi sumberdaya tanah dan air. Dalam materinya, Wagimin mengatakan bahwa program konservasi ini dimulai dengan gerakan penyemaian yang dilakukan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. “Kami membagikan bibit ke sekolah-sekolah agar para siswa belajar untuk mulai mencintai lingkungan sejak dini,” jelas Wagimin.

 

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Indah Prihatini dalam materinya yang berjudul Formulasi Teknologi Berbasis Bakteri Lignochloritik dan Implikasinya untuk Ketahanan dan Keamanan Pangan menjelaskan bahwa ada dua jenis bakteri, bakteri baik dan bakteri buruk.

 

“Bakteri Lignochloritik yang saya kembangkan ini merupakan bakteri baik yang sangat berguna bagi lingkungan, bakteri ini bisa mengubah senyawa limbah menjadi bahan organik yang bemanfaat bagi tanaman,” jelas Indah seraya mengajak pola hidup organik.

 

Indah menambahkan bahwa pertanian organik lebih baik jika dibandingkan dengan pertanian biasa karena pada pertanian organik, tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida.

 

Senada dengan Indah, dr. Thantowi Djauhari, M.Kes mengatakan jika penggunaan pestisida yang berlebihan seperti yang dilakukan para petani akan berbahaya bagi kesehatan. 

 

Acara dilanjutkan peninjauan dan praktik langsung di kebun arboretum di sekitar stadion UMM. Selain melihat-lihat tanaman langka, mereka juga diajak untuk mengenali berbagai jenis tanaman yang cocok untuk dikembangkan di lingkungan masing-masing.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *