Kamis, 27 Juni 2019
Home/ Berita/ MPM : Selama Rakyat Masih Menderita, Tidak Ada Kata Istirahat

MPM : Selama Rakyat Masih Menderita, Tidak Ada Kata Istirahat

 

Yogyakarta- Program pemberdayaan kepada masyarakat terus dilakukan tanpa mengenal istirahat oleh Majelis pemberdayaan masyarakat PP Muhammadiyah. Sesuai dengan kredo MPM PP Muhammadiyah yakni: Selama Rakyat Masih Menderita, Tidak Ada Kata Istirahat. Kredo itu menjadi spirit dan sekaligus cambuk bagi Muhamamdiyah untuk senantiasa berkiprah tanpa mengenal lelah kepada masyarakat.  
 
demikian disampaikan sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan saat ditemui dikantor MPM PP Muhammadiyah Jl. KHA Dahlan No.103, Yogyakarta, Senin (21/11/2011). menurut Bachtiar, Berkiprah untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk umat adalah jalan yang sudah lama ditempuh oleh Muhammadiyah, "Jalan Muhammadiyah adalah jalan umat. Pemberdayaan masyarakat adalah salah satu cabang jalan yang dipilih oleh Muhammadiyah untuk dilalui, walaupun memang, jalan ini adalah jalan yang kurang begitu diminati oleh sebagian orang karena lebih tertarik melalui jalan besar, yakni jalan yang penuh dengan keramaian, kepopuleran, kesenangan dan yang lainnya," jelasnya.
 
Bachtiar mengungkapkan, jalan pemberdayaan masyarakat adalah jalan sepi alias jalan sunyi yakni jalan yang Insya Allah dilalalui para nabi. Kerja-kerja yang dilakukan oleh MPM adalah kerja yang melalui jalan yang sunyi tersebut yang isnya allah akan mendapatkan Ridho dari Allah. dalam rang mengimplementasikan kerja-kerja MPM,  Pada hari senin, tanggal 14 November, MPM PP Muhammadiyah menyerahkan bantuan alat-pertanian kepada kelompok tani Ngudi Rejeki, Dekso, Kalibawang, Kulonporgo, Yogyakarta. Bantuan alat pertanian berupa satu paket Huller (alat pemecah kulit padi).
 
Bachtiar menuturkan, pemberian bantuan ini diharapkan bisa membantu petani untuk memudahkan petani dalam rangka menikmati hasil panen padi mereka. "Kalau sebelumnya kelompok tani ini harus antri lama menggilingkan padi mereka, sekarang kelompok tani Ngudi rejeki sudah bisa menggiling padi mereka sesaat setelah kering. Mesin Huller ini akan dimanfaatkan bersama kelompok tani Ngudi Rejeki dampingan MPM PP Muhammadiyah secara kelompok, yang anggota kelompoknya berjumlah mencapai 100 petani dewasa," jelasnya.
 
Pada hari selanjutnya, yakni selasa tanggal 15 November 2011, perwakilan kelompok tani ngudi rejeki ini diajak oleh MPM PP Muhammadiyah untuk studi banding di Pusdiklat Pertanian Terpadu MPM PP Muhammadiyah di Sawangan. Selain studi banding, perwakilan kelompok tani Ngudi Rejeki dan Masyarakat Dekso, Kalibawang, dilatih teknik budidaya Domba Marino, sekaligus pembuatan pakan organic (burger) untuk domba.
 
Dengan pelatihan ini diharapkan kelompok tani bisa semakin baik mengembangkan pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan kotoran (padat-cair) dari domba untuk keperluan pembuatan pupuk. Disamping itu juga, dengan pengetahuan pembuatan pakan (burger) domba ini nantinya petani tidak akan merasa repot  memelihara domba mereka, lantaran tidak perlu mencarikan pakan rumput setiap harinya. Dengan burger, ongkos pemeliharaan (pakan) untuk domba akan jauh lebih murah dan terjangkau, dan dombanya pun sudah terbukti pas dengan pakan tersebut, serta beratnya bertamabah signifikan. 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *