Kamis, 01 Oktober 2020
Home/ Berita/ Serangan di Tunisia, Perancis, dan Kuwait Bertentangan Dengan Ajaran Islam

Serangan di Tunisia, Perancis, dan Kuwait Bertentangan Dengan Ajaran Islam

Yogyakarta- Tindak kekerasan yang dilakukan di Tunisia, Kuwait dan Perancis merupakan perbuatan yang tidak berperi kemanusiaan. Mereka yang membunuh orang yang tidak berdosa atas dasar apapun, baik sebagai aktor ataupun dalang, adalah dosa besar dan kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
 
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat dihubungi via telepon menanggapi jatuhnya manusia pada serangan hari Jum'at (26/6), di Kuwait, Perancis, dan Tunisia. Menurut Abdul Mu'ti kekerasan yang terjadi merupakan kejahatan yang tidak diajarkan dalam ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian, sehingga hal yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah suatu perbuatan dosa. Terkait sikap Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan Muhammadiyah menyerukan pada para pemimpin dunia untuk mengambil langkah kongkrit. "Muhammadiyah menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk segera melakukan langkah-langkah konkrit guna mencegah kemungkinan terjadinya kekerasan lainnya, baik oleh kelompok yang sama atau aksi balas dendam oleh kelompok yang menjadi korban," jelasnya, Sabtu (27/6). 
 
Lebih lanjut menurut Mu'ti, umat Islam Indonesia hendaknya menyikapi aksi penyerangan di Tunisia, Kuwait dan Perancis dengan tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi yang kontra produktif yang  bertentangan dengan hukum yang berlaku. (mac)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *