Kamis, 08 Desember 2016
Home/ Berita/ Din: Ketetapan Muhammadiyah Mengenai 1 Syawwal Bukan Mengada-ada

Din: Ketetapan Muhammadiyah Mengenai 1 Syawwal Bukan Mengada-ada

 

Yogyakarta- Ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai 1 Syawal 1432H yang bertepatan dengan 30 Agustus 2011 merupakan murni karena pertimbangan keagamaan dan bukan hal yang mengada-ada.

Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin seusai memberikan Khotbah Idul Fitri di Alun-alun Keraton kota Yogyakarta, selasa (30/08/2011), “Karena ketetapan Muhammadiyah memang murni atas pertimabangan keagamaan, seharusnya Muhammadiyah diayomi pemerintah,” tegasnya. Din mengungkapkan, Sesuai Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 mengenai jaminan Negara dalam memeluk agama dan beribadat, tidak seharusnya pemerintah menetapkan mengenai 1 Syawwal, tetapi mempunyai hak penuh untuk menetapkan libur Idul Fitri. Lebih lanjut menurut Din, saat ini hampir semua negara-negara Islam di Timur Tengah, afrika, beberapa negara ASEAN, bahkan negara barat telah menetapkan 1 Syawwal 1432 H, jatuh pada 30 Agustus 2011.  

Dalam Khotbah Idul Fitri di Alun-Akun Kota Yogyakarta, yang dihadiri puluhan ribu jamaah, Din menegaskan mengenai pentingnya umat Islam untuk menyeimbangkan antara jumlah dan kualitas manusianya. Kondisi bangsa yang masih berusaha bangkit, sudah seharusnya apa yang menjadi pelajaran selama Ramadhan dapat diaplikasikan pada bulan-bulan sesudahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *