cool hit counter

Persyarikatan Muhammadiyah

gambar
Senin, 22 Aug 2011 | 19:31 WIB |
Dibaca: 4220

Apa Permasalahan Ruyat?

Yogyakarta- pertanyaan tersebut selalu beriring dengan setiap penentuan tanggal dalam kalender Hijriyah, untuk itu Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan penjelasan mengenai permasalahan seputar Rukyat dalam penentuan penanggalan kalender Hijriyah. Berikut Link Download penjelasannya.

Download File


Tags: penentuan ramadhan, syawal, hisab, rukyat, masalah rukyat
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

3 Komentar


Sumari
23-08-2011 09:42:22
Mohon koreksi halaman ke dua bait pertama. Ulama pertama yang menyatakan sah menggunakan rukyat adalah Mutharrif dll. Kata rukyat apakah tidak salah seharusnya diganti hisab. sesuai dalam majalah suara Muhammadiyah hal 14. Salam
amarheca
23-08-2011 09:47:44
untuk lebih memasyarakatkan pemahaman rukyat versi muhammadiyah ini alangkah baiknya kalau dipublikasikan dimedia2 umum agar masyarakat luas lebih memahami apa perbedaannya dengan rukyat versi tradisionil.
akhmadjafar
23-07-2012 03:49:55
assalamualaikum w w maaf ini cuma logika orang awam..setahu saya yang harus sama berpegang teguh pada qur an dan sunah bukan masalah waktunya...jadi solat maghrib tidak harus bareng karena langit merah bergulir....atau bayang bayang bergulir pula pada setiap detiknya...cuma mungkin perlu ditambah keterangan cara melihat tanda di daerah kutub dan sekitarnya....dan supaya hari kita tidak mendahukui mekah...kalau awalnya dimulai dari mekah ya tidak akan mendahului yang lainya walau timur tengah namanya gimana kalau dalam kalender mekah paling timur...jadi tidak akan mendahului siang dan malam..saya nggak tau mulainya dari mana...yang jelas kalau seperti tulisan diatas solat kitapun sering mendahului...jadi antara ibadah dengan kalender ya jelas berbeda misalnya puasa diganepi otomatis lebaran tanggal 2 jadi tidak harus tanggal 1 kan...nah kalau isromiroj bagaimana menghisabnya...tapi dengan iman akan ketemu menghisapnya misalnya teori lorong wktu..itusaja baru baru ini...contoh masuk sekolah dari jam 07 sampai jam 12 misalnya...tandanya bel...nah tentunya bukan bel yang digantung tapi bunyi bel...nah kalau ada upacara dlll hingga bel berubah jadi jam 12 30...terus kalau dengan hisab jam 12 pulang kira kira salah nggak?....nah menurut saya kalau masalah ibadah pakarnya hanya Rasulullah saw.jadi ya samina watona saja...nah bagaimana dengan robbana makholaqna hadza bathila dst sekian mohon maaf jika bnyak salah...salam..ini kaya tulisan dik Rupii benarsalahya

Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Yogyakarta- Sebagaimana diputuskan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bahwa secara organisatoris, Persy ... selengkapnya
Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin mengapreasi keputusan pemerintah y ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

If we do our part, God wil do his part.
[HM. Amien Rais]
iklan