cool hit counter
gambar

Amien Rais: Tragedi Mesir, Tak Akan Merembet Ke Indonesia

Jum'at, 16-02-2011
Dibaca: 2201

Yogyakarta- Seruan kemenangan yang diteriakkan ribuan rakyat Mesir di at-Tahrir Square beberapa hari lalu telah merangsang upaya-upaya serupa di sejumlah Negara. Misalnya, 400 orang lebih rakyat Aljazair ditahan polisi akibat aksi massa menuntut Presiden Abdul Aziz Bouteflika turun dari ibukota. Demikian pula rakyat Iran dan Yaman yang ikut menuntut sang penguasa negeri mengundurkan diri. Namun, fenomena-fenomena  tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk mengulang tragedi 1998 di Indonesia.

Demikian mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Amien Rais pada Kuliah Umum yang diadakan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY) bertajuk “Gelombang Reformasi Mesir” di Ruang Sidang Gedung Ar. Fahrudin B lantai 5 Kampus Terpadu UMY, Senin (14/2/2011).

Amien menjelaskan, ada beberapa persamaan faktor yang mengakibatkan berhasilnya penggulingan Hosni Mubarak dan Soeharto yang tidak ada saat ini di Indonesia. Lamanya kedua tokoh tersebut berkuasa menjadi faktor awal yang menstimulasi adanya perlawanan massa. Keduanya menjabat sebagai presiden lebih dari 30 tahun sedangkan SBY hingga saat ini baru memangku jabatan selama tujuh tahun.

Selain faktor tersebut, kondisi ekonomi mayoritas penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan dinilai Amien berdampak sangat besar dalam penggulingan Soeharto dan Mubarak. Amien menjelaskan bahwa massa dapat dikerahkan bukan semata-mata karena tuntutan ideologi. Masalah perut justru memiliki dampak besar dalam upaya tersebut. “Walaupun jumlah kemiskinan saat ini cukup besar, pemerintah masih dinilai positif oleh masyarakat dengan sejumlah program pengentasan kemiskinan atau program lain yang berpihak kepada masyarakat”, ungkap Amien.

Tidak adanya tokoh yang berpengaruh juga menjadi faktor yang tidak kalah penting menurut Amien. Di Mesir, kelompok Ikhwanul Muslimin jelas sekali memiliki pengaruh yang sangat besar. Demikian pula Indonesia tahun 1998. Didudukinya gedung DPR oleh mahasiswa terjadi melalui proses besar karena beberapa tokoh penggerak saat itu.

Ketiga faktor di atas menjadi dasar penilaian Amien walaupun ada beberapa kondisi Indonesia saat ini yang dapat memicu aksi. Kondisi yang dimaksud Amien adalah dikelilinginya pemerintah dengan orang-orang yang melakukan tindakan korupsi seperti di Mesir. “Karena itu, jalan impeachment-pun tidak mungkin terjadi”, jelas Amien.

Terkait bentuk pemerintahan yang paling ideal diterapkan di negara-negara Arab termasuk Mesir, Amien tidak menyebutkan satu sistem secara mutlak. Amien hanya menititkberatkan pada esensi yang berkeadilan secara multidimensional mencakup keadilan politik, sosial dan pendidikan.  “Baik monarki maupun demokrasi yang paling penting bagaimana keadilan politik, sosial dan pendidikan dapat ditegakkan”, ungkapnya.

Di hadapan mahasiswa HI UMY Amien juga memprediksi, posisi Ikhwanul Muslimin di Mesir akan lebih baik jika tetap menjadi oposisi pemerintah bukan sebagai penguasa baru pemerintahan Mesir. “Opisisi pemihak rakyat belum tentu mampu sepenuhnya melakukan apa yang diperjuangkan sebelumnya”, jelasnya.(umy.ac.id)



Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

3 Komentar


yadi suryadi
16-04-2011 15:43:41
Indonesia harus berlajar terhadap Tragedi Krisis Moneter 1997 atau munculnya Era Reformasi. Ada sedikit kesalahan langkah bila tragedi di Mesir saat ini kemudian terjadi di Indonesia. Sebaiknya Rakyat Indonesia arif untuk menghadapi berbagai masalah yang belum bisa sepenuhnya dipecahkan oleh rezim saat ini. Dan ini untuk pembelajaran kepada rakyat bahwa seorang pemimpin adalah kekuatan seluruh rakyat untuk bisa membawa negeri ini ke citacitanya. NAh ketika rakyat salah menentukan pemimpin yang semula dianggapnya bisa ternyata tidak itulah kekuatan rakyat yang akhirnya hipotesis sementara kondisi dan situasi negeri ini yang memang refleksi dari rakyat Indonesia sendiri yang seperti ini. Jangankan bisa memecahkan masalah orang lain, masalah bagi dirinya sendiri belum mampu.
Girin
25-04-2011 21:01:29
Pak Amin dengan falsafahnya politik dagang sapi dengan menggiring poros tengah DPR untuk memilih Gus Dur menjadi Presiden saat itu dan telah membawa Pak Amien menuju ketua MPR. Itupun masih ditambah lagi dengan membawa fungsionaris PAN jadi menteri. Berikutnya Pak Amien mengkader sapinya dengan memperkenalkan anaknya di PAN. Mungkin ada falsafah lama yang juga dipakai yaitu berhasilnya suatu organisasi tergantung pada pengkaderan saat ini.
afifuddin aminin
17-05-2011 07:36:55
pak Amien, saya harapkan terus memberiakn pencerahan politik, sosial dan pendidikan kepada bangsa ini. Karena pak Amien adalah salah satu tokoh nasional, dan memberi pencerahan merupakan amar maruf sebagaimana yang digariskan islam dan persyarikatan muhammadiyah. salam tadhim buat pak amien.

Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Sel ... selengkapnya
Kuala Lumpur- Muhammadiyah bukanlah kelompok Islam minimalis, tetapi Muhammadiyah ialah kelompok ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Tidak Ada
iklan
img
img
img
img
img
img
img

Halaman Advertorial

right left
  • img
  • img
  • img
  • img