Selasa, 20 November 2018
Home/ Berita/ 'Aisyiyah Sumut: Pasca Tanggap Darurat Sinabung, Pengungsi Perlu perhatian Khusus

'Aisyiyah Sumut: Pasca Tanggap Darurat Sinabung, Pengungsi Perlu perhatian Khusus

Kabanjahe, 30 Desember 2013 – Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumuatera Utara (PWASU) meminta perhatian semua pihak untuk mulai memikirkan penanganan pengungsi pasca tanggap bencana yang akan berakhir 4 Januari 2014 mendatang. Karena masalah ini sama seriusnya dengan pengelolaan pengungsian itu.

 

Demikian disampaikan Ketua PW Aisyiyah Sumut Hj. Elynita usai menyerahkan bantuan senilai Rp 5 juta untuk pengungsi Erupsi Gunung Sinabung melalui Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karo Dra Eliwati, di masjid Al-Mukhlisin, Sipang IV, Kabanjahe. Penyerahan yang disaksikan oleh Ketua Pimpinan Daeah Muhammadiyah Karo, Drs. Erwin Tanjung, Pengurus Harian PW Aisyiyah, Asmawita AM, LcS, MA, Dra Marten Yerni dan Yuniar R. Yoga dan Penasehat PW Aisyiyah Dra. Rosdiah Lubis.

 

Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai lokasi, naik Wilayah dan Daerah di Sumut sampai Pimpinan Pusat telah memberikan banyak perhatian dan   membantu penanganan pengungsi di Karo.   Bantuan diserahkan secara bergantian oleh berbagai unsur pimpinan termasuk diantaranya dari Laziswa Muhammadiyah Sumatera Utara.

 

Penanganan Pasca Pengungsian

Hj. Elynita mengatakan, pasca pengelolaan pengungsian maka warga yang sudah lebih dari 2 bulan meninggalkan rumah dan lahan pertaniannya tentulah menghadapi masalah pysicis yang cukup serius, tidak adanya modal serta rumah serta lahan pertanian yang rusak. Bila masalah ini tidak dipikirkan sejak kini maka masalah warga yang berdiam diradius 5 Km dari kaki gunung Sinabung dan kini mereka masih di pengungsian akan menjadikan mereka warga yang tidak berpunya lahir dan batih.

 

Jelas Elynita, pihaknya menyambut baik gagasan Pimpinan Muhammadiyah dan Pimpinan Aisyiyah Karo untuk memikirkan pengelolaan pengungsi pasca tanggap bencana berakhir. Ide untuk menyediakan bekal hidup dan ketersediaan bibit dan pupuk pertanian adalah gagasan yang sangat menarik. Untuk itu kepada semua donator, khususnya dari warga Muhammadiyah & Aisyiyah, disarankan tidak lagi memberikan natura (makanan) tapi dalam bentuk uang kontan agar dapat dijadikan modal hidup warga dalam mengelola pertanian mereka. “ Pengungsi 90 persen adalah petani. Maka masalah bibit, pupuk dan lahan adalah hal utama,”tegas Elynita.

 

Hal yang sama disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Karo Drs. Erwin Tanjung dan Ketua PD Aisyiyah Karo Dra. Eliwati . Dari dana (uang kontan ) yang diterima pihaknya melalui Posko Islamic Center dan Posko Muhammadiyah dapat dijadikian bibit dan pupuk untuk petani. Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung saat ini masih berada di 31 titik pengungsian. Diantara itu, 5 titik dikelola oleh Masyarajat Muslim, seperti Masjid Agung, Islamic Center (Muhammadiyah), Masjid Istihrar (Berastagi), Masjid Nurul Awaliyah (Payung) dan Masjid Tiga Binanga.

 

Dari 18.000 pengungsi itu, yang bias ditampung di lokasi yang pengelolaannya Islam hanya sekitar 1.500 jiwa, sisanya berada di lokasi-lokasi umum dan gereja. Untuk lokasi Islamic Center, pengelolaan oleh Pimpinan Muhammadiyah Daerah Karo diserahkan kepada tim dari LPB MDMC Muhammadiyah Karo yang diketuai, Rafli Frayudi. |shd/mpi-su|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *