Selasa, 20 November 2018
Home/ Berita/ Dr H Anwar Abbas: Copot Hadiah Nobel El Baradei

Dr H Anwar Abbas: Copot Hadiah Nobel El Baradei

 

Jakarta – Penghargaan Nobel Perdamaian yang diterima Mohammed El Baradei perlu dicopot oleh Nobel Prize Center di Swedia. El Baradei tidak layak menyandang penerima nobel karena dia salah seorang tokoh utama di balik penggulingan Presiden Mursi yang terpilih secara sah dan  demokratis. El Baradei juga kian tak pantas menerima Nobel karena dia juga pendukung terjadinya pembantaian terhadap rakyat Mesir yang dilakukan pihak militer sekarang ini.

“Saya mendesak Nobel Peace Center di Oslo, Swedia, yang sudah memberikan penghargaan Nobel Perdamaian kepada El Baradei tahun 2005, supaya mencabut penghargaan tersebut, karena yang bersangkutan telah menodai nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi tidak saja oleh Nobel tapi juga oleh seluruh umat manusia di dunia ini,” demikian siaran pers, Dr Anwar Abbas,MM, salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut Anwar Abbas, tindakan El Baradei yang kini menjabat Wakil Presiden Mesir dukungan militer ini adalah pengingkaran dia bersama kelompoknya terhadap nilai-nilai demokrasi, perdamaian dan kemanusiaan. Sebelum dan setelah dilantik sebagai Wapres Mesir, pasca penggulingan Presiden Mursi, El Baradei sempat berjanji kepada rakyat Mesir dan masyarakat dunia untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap rakyat pendukung Mursi.

“Ternyata setelah dia menduduki jabatannya, jangankan El Baradei berusaha untuk menepati janjinya, dia dengan kelompoknya malah telah menggiring dan mendorong Mesir ke arah kekacauan politik yang parah dan bahkan menjurus bagi terjadinya perang saudara dengan melakukan tindak kekerasan, pembunuhan dan pembantaian terhadap rakyat yang tidak berdosa,” kata Anwar Abbas.

El Baradei, lanjut Anwar Abbas, menunjukkan tingkah laku politik yang tidak punya komitmen kepada tercipta dan terwujudnya perdamaian. Hal ini terlihat secara jelas dalam prilaku politik  yang dilakukannya bersama pihak militer yang menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan orang luka-luka. “Berita yang disiarkan Al Jazira, Rabu sore, ada 300 orang tewas dan 800 orang luka-luka di Lapangan Rabiah Al Adawiyah, Kairo,” ucapnya.

“Ini benar-benar sudah merupakan pembunuhan dan pembantaian massal yang sangat biadab. Ini juga menunjukkan kepanikan rezim yang berkuasa karena sangat takut dengan people power atau kekuatan rakyat yang dari hari ke hari  jangankan semakin melemah, malah semakin menguat. Saya melihat rezim yang berkuasa di bawah kendali militer benar-benar sudah keterlaluan dan sudah kehilangan kepercayaan tidak saja dari rakyat Mesir tapi juga masyarakat dunia,” kata Anwar Abbas.      

 Anwar Abbas mengingatkan pula, dunia tidak boleh berdiam diri melihat pembantaian di Mesir. Dunia harus mengutuk cara yang digunakan militer Mesir  yang tak segan membunuh ratusan pendukung presiden terguling Mesir, Muhammad Mursi. “Dunia internasional terutama PBB harus mengutuk keras dan bertindak cepat untuk menghentikan praktek pelanggaran HAM berat ini. Tindakan militer ini jelas-jelas dan benar-benar mencerminkan ketidakberadaban sebuah rezim,” tutur Anwar Abbas, seraya menyebut perbuatan El Baradei dan rezim berkuasa saat ini dapat dikatagorikan sebagai tindak kejahatan kemanusiaan yang dapat diadili di Mahkamah Internasional.

Anwar berpendapat, semestinya mereka sadar dan mengoreksi diri akan dampak buruk dari tindakan yang mereka lakukan secara tidak demokratis. Cara-cara kudeta adalah cara yang tidak bijak dan tidak manusiawi untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan dalam masalah politik.  “Oleh karena itu tidak ada hak mereka untuk membungkam suara rakyat yang melihat pemimpin dan saudara-saudara mereka dizhalimi dengan peluru dan tindak kekerasan,” kata Abbas yang juga mengimbau Pemerintah Indonesia memainkan perannya secara aktif untuk menyelesaikan konflik yang semakin meningkat dan menajam. “Agar tidak menyeret Mesir ke dalam kancah perang saudara yang berlarut-larut,” ujarnya. (uy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *