cool hit counter

Persyarikatan Muhammadiyah

gambar
Rabu, 17 Jul 2013 | 18:20 WIB |
Dibaca: 978

Amal Usaha Muhammadiyah Sebagai Aplikasi dari Nilai Ihsan

 

 

Jakarta –Banyaknya amal usaha Muhammadiyah, bukan hanya menjadi kebanggaan warga Muhammadiya, tetapi juga menjadi asset sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia. Kenapa tidak, Muhammadiyah merupakan kelompok civil society yang memiliki jumlah amal usaha paling besar di dunia.

 

Kebanggaan itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Sudibyo Markus dalam acara Pengkajian Ramadhan, Rabu (17/7) di Kampus Uhamka. Oleh karena itu menurut Sudibyo, warga Muhammadiyah patut bersyukur atas pencapaian ini.

 

Jika kita memperhatikan Taman Siswa, kata Sudibyo, keberadaan lembaga pendidikannya terus menurun, walaupun mereka dulunya adalah pelopor pendidikan. “Namun Alhamdulillah, Muhammadiyah ini malah terus bertambah, sampai orang lain begitu iri dan kagum dengan Muhammadiyah ini,” katanya.

 

Subdibyo menjelaskan bahkan apa yang terjadi dengan amal usaha Muhammadiyah ini tidak lain merupakan bentuk aplikasi dari nilai-nilai ihsan yang dimiliki warga Muhammadiyah. “Dan yang harus diperhatikan juga bagaimana kemudian nilai-nilai ihsan ini bisa terukur, seperti ketaatan beribadah, kebersihan, transparansi, kejujuran dan lain sebagainya,” terangnya.

 

Apa yang menjadi spirit bagi Muhammadiyah, menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhajir Effendy, merupakan gerakan yang terinspirasi dari surat Al-Maun. “Surat ini memberikan spirit luar biasa hingga melahirkan puluhan ribu amal usaha Muhammadiyah,” jelasnya.

 

Dengan semangat Al-Maun ini, Muhajir menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah mengantisipasi terjadinya lost generation. Muhammadiyah dalam banyak kasus telah menjadi solusi bagi manusia tanpa memandang aliran dan agamanya. “Walaupun dakwah lewat amal usaha ini tidak bisa dirasakan secara langsung, namun apa yang dilakukannya telah mewujudkan ajaran Islam sebagai agama rahmatan lil alamin,” papar Muhajir.

 

Dalam membangun dan mengelola amal usahanya, Muhajir mengingatkan agar Muhammadiyah tidak memisahkan dengan nilai dan spirit agama (Islam). “Jangan sampai kita seperti orang barat yang mempelajari spiritualitas tetapi menanggalkan agama, tetapi kita mengelola amal usaha ini dengan spirit agama,” paparnya.

 

Muhajir juga berharap apa yang dilakukan Muhammadiyah dengan amal usahanya merupakan upaya untuk membangun kemandirian. “Dan kalau kita perhatikan, di Indonensia satu-satunya civil society yang mandiri itu ya Muhammadiyah, kita tidak tergantung kepada pihak lain,” ucapnya. Sehingga dengan kemandirian ini Muhajir berharap Muhammadiyah akan semakin optimal dalam mengembangkan gerakan dakwahnya.

 

Reporter: Masruri

Redaktur: Roni Tabroni

 

 


Tags: sudibyo markus, muhajir effendy, amal usaha, muhammadiyah, ihsan
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

0 Komentar


Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Yogyakarta- Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap  menolak gerakan dan faham lslami ... selengkapnya
Jakarta – Kalau ada apa-apa keterlibatan kita dilingkaran manapun, sosial maupun politik ya ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Wahai Dahlan, Coba engkau bayangkan seolah-olah engkau berada seorang diri bersama Allah, sedangkan engkau menghadapi kematian, pengadilan, hisab, surga dan neraka. Dan dari sekalian yang engkau hadapi itu, renungkanlah yang terdekat kepadamu, dan tinggalkanlah lainnya..
[KH. Ahmad Dahlan]
iklan