cool hit counter
gambar

Release dan Tuntunan Majelis Tarjih Terkait Gerhana Bulan

Rabu, 15-06-2011
Dibaca: 1663

Assalamu’alaikum w. w.

Dengan ini kami sampaikan, menurut hisab hakiki wujudul hilal akan terjadi gerhana bulan total pada hari Kamis, 14 Rajab 1432 H / 16 Juni 2011 M pukul 01.22 s.d. 05.03 WIB, yang melewati/melintasi seluruh wilayah Indonesia.

Adapun data gerhana selengkapnya adalah sebagai berikut:

1.      Gerhana penumbra mulai            : 00.25 WIB

2.      Gerhana umbra mulai                  : 01.22 WIB

3.      Gerhana total mulai                    : 02.22 WIB

4.      Tengah gerhana                           : 03.13 WIB

5.      Gerhana total berakhir                : 04.03 WIB

6.      Gerhana umbra berakhir            : 05.03 WIB

7.      Gerhana penumbra berakhir        : 06.01 WIB

 

Mengenai keputusan Tarjih tentang ibadah yang terkait dengan terjadinya gerhana sebagaimana termuat dalam lampiran.

 

Demikian, atas perhatian dan kesediaannya memenuhi permohonan ini kami ucapkan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum w. w.

 

 

PIMPINAN,

 

Ketua,                                       Sekretaris,

 

 

 

  Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A.      Drs. H. Dahwan, M.Si.

 

 

Tuntunan

الكسوفين

 * من مقرّرات مؤتمر الترجيح 20 في غاروت 1396 هـ / 1976 مـ

 

1-            إذا خصفت الشمس أو القمر يبعث الإمام مناديا ينادى الصلاة جامعة

لحديث عائشة أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص فَبَعَثَ مُنَادِيًا "الصَّلاَةُ جَامِعَةً" فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ. [رواه البخاري ومسلم وأحمد واللفظ للبخاري]

2-    ثم يصلي بالناس ركعتين في كل ركعة قيامان وركوعان وسجودان يقرأ جهرا في كل ركعة الفاتحة وسورة طويلة ويسبح في كل ركوع وسجود طويلا

لحديث عائشة أَنَّ النَّبِيَّ ص جَهَرَ فِي صَلاَةِ الخُسُوْفِ بِقِرَاءَتِهِ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ. [رواه البخاري ومسلم وأحمد واللفظ لمسلم]

وفي لفظ عنها خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص فَأَتَى اْلمُصَلَّى فَكَبَّرَ وَكَبَّرَ النَّاسُ ثُمَّ قَرَاءَ فَجَهَّرَ بِاْلقِرَاءَةِ وَأَطَالَ الْقِيَامُ ... ... ... الحديث. [رواه أحمد]

3-            ثم ينهض بعد فراغه من الصلاة حيث الناس جلوس فيعظهم ويذكرهم بآيات اللهِ

لحديث عائشة قَالَتْ خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللهِ ص فَخَرَجَ رَسُولُ اللهِ إِلَى الْمَسْجِدِ فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ فَاقْتَرَأَ رَسُولُ اللهِ ص قِرَاءَةً طَوِيلَةً ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ثُمَّ قَامَ فَاقْتَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً هِيَ أَدْنَى مِنَ الْقِرَاءَةِ اْلأُولَى ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً هُوَ أَدْنَى مِنْ الرُّكُوعِ اْلأَوَّلِ ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ فَعَلَ فِي الرَّكْعَةِ اْلأُخْرَى مِثْلَ ذَلِكَ حَتَّى اسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ وَانْجَلَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسَ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَافْزَعُوا لِلصَّلاَةِ.[رواه البخاري ومسلم وأحمد]

4-            ويحثهم على الأكثار من الإستغفار والصدقة وكل عمل صالح

لحديث أبي موسى قال خَسَفَتِ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ ص فَصَلَّى إِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ. [رواه البخاري ومسلم وأحمد] وفي رواية للبخاريعن عائشة بلفظ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

 

 

 

TUNTUNAN SHALAT KUSUFAIN (SHALAT GERHANA)

MATAHARI ATAU BULAN

 

* Kutipan dari Keputusan Mu'tamar Tarjih XX di Garut 1396 H / 1976 M

** ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan surat No. C/1-0175/77

 

1.      Apabila terjadi gerhana matahari atau bulan, hendaknya imam menyuruh orang menyerukan: “Ash-Shalatu Jami’ah”.

Berdasarkan dalil: “Pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw, maka beliau menyuruh orang menyerukan Ash-Shalatu Jami’ah, lalu beliau maju mengerjakan shalat empat kali ruku’ dalam dua raka'at dan empat kali sujud.” [HR. al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad, lafadz al-Bukhari dari Aisyah ra.]

2.      Kemudian ia pimpin orang banyak mengerjakan shalat dua rakaat, pada tiap rakaat berdiri dua kali, ruku’ dua kali, dan sujud dua kali, serta pada tiap rakaat membaca Fatihah dan surat yang panjang dengan suara nyaring, dan pada tiap ruku’ dan sujud membaca tasbih lama-lama.

Berdasarkan dalil:

“Pada shalat gerhana Nabi saw menyaringkan bacaannya. Dan dikerjakannya empat kali ruku’ dalam dua raka'at serta empat kali sujud.” [HR. al-Bukhari dan Muslim, lafadz Muslim dari Aisyah ra.]

“Pada masa Rasulullah saw pernah terjadi gerhana matahari, kemudian Rasulullah saw mendatangi tempat shalat lalu bertakbir dan orang banyakpun ikut bertakbir, lalu membaca bacaan dengan suara nyaring, dan beliau berdiri lama ... ... ... dan seterusnya hadits.” [HR. Ahmad dari Aisyah ra.]

3.      Setelah selesai shalat ketika orang-orang masih tetap duduk, imam berdiri menyampaikan peringatan dan mengingatkan mereka akan tanda-tanda kebesaran Allah.

Berdasarkan dalil: “Pada masa hidup Rasulullah saw pernah terjadi gerhana matahari, lalu beliau keluar ke masjid, kemudian beliau bertakbir sedangkan orang banyak ikut bershaf-shaf di belakangnya. Lalu beliau membaca bacaan panjang-panjang kemudian bertakbir untuk ruku’ lama sekali, kemudian mengangkat kepalanya lalu mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakalhamdu’, kemudian beliau berdiri lalu membaca bacaan panjang-panjang tetapi lebih pendek dari yang pertama kemudian bertakbir untuk ruku’ lama sekali tetapi lebih sebentar dari yang pertama, lalu mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakalhamdu’, kemudian sujud. Kemudian pada rakaat kedua beliau kerjakan seperti itu, sehingga seluruhnya merupakan empat kali ruku’ dan empat kali sujud. Dan matahari lalu nampak terang sebelum shalat selesai. Kemudian beliau bangkit berkhutbah dengan menyampaikan puji kepada Allah sebagaimana mestinya dan beliau mengatakan: Matahari dan bulan keduanya adalah tanda kebesaran Allah Yang Maha Mulia, gerhananya bukan disebabkan mati dan lahirnya seseorang. Dan jika kamu menyaksikan hal itu maka segeralah shalat.” [HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Aisyah ra.]

4.      Serta menganjurkan mereka agar banyak membaca istighfar, shadaqah dan segala amalan yang baik.

Berdasarkan dalil: “Pernah terjadi gerhana matahari, maka bangkitlah Nabi saw shalat, dan bersabda: Apabila kamu saksikan hal yang serupa itu, maka segeralah kamu kerjakan shalat dan panjatkan doa dan mohon pengampunan-Nya.” [HR. al-Bukhari, Muslim, Ahmad dari Abu Musa], dan dalam suatu riwayat al-Bukhari dari Aisyah dengan lafadz: “Maka Apabila kamu saksikan hal itu, maka panjatkanlah doa kepada Allah dan bacalah Takbir dan kerjakan shalat dan bershadaqahlah.”



Tags: gerhana bulan, hisab, tuntunan
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: majelis Tarjihg dan Tajdid

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

6 Komentar


erik tauvani
15-06-2011 19:27:45
alhamdulillah... syukran... sangat bermanfaat.....
Chandra Muda
15-06-2011 21:08:30
Alhamdulillah. Terima kasih atas pemberitahuan tentang Gerhana Bulan, semoga Muhammadiyah tetap jaya dunia akhirat.
imam suwarno
17-06-2011 07:50:10
masyarakat umum biar tahu bahwa ilmu hisab sudah dapat dipastikan ................. salam dari anak perantauan
R Bambang Arintoko
17-06-2011 09:58:23
Ass.ww. Usul agar ortom, AUM membuat brosur dicetak setiap ada momen penting seperti salat gerhana shg sunah rosul bisa diterapkan di semua ortom dan AUM. Tks. Wassa.ww ARIN PRM Pandes Pleret Bantul
Muh, Yunus Palaguna
17-06-2011 16:28:08
Sungguh tidak bisa lagi diragukan hisab yang selalu dipakai oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan yang selalu dipermasalahkan oleh saudara kita yg selalu menganggap bidah......semoga Muhammadiyah jaya selalu dibawah lindungan Allah Rabbul Alamin.....
mahyudin damis
17-06-2011 19:00:17
Gerhana Bulan Total telah berlangsung 160611, dini hari selama 1 jam 41 menit antara 02.22 WIB04.03 WIB. Peristiwa alam yg terjd hanya sekali dlm 18 thn lbh ini kita dpt saksikan ketepatan hitungan ahli astronomi. Jika sj penetapan 1 Rhamadan 1 Syawal yg siklusnya hanya sekali dalam setahun itu mau kita gunakan maka sdh pasti umat Islam berpuasa 1 Ramadhan dan berIdul Fitri bersamasama

Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Sel ... selengkapnya
Kuala Lumpur- Muhammadiyah bukanlah kelompok Islam minimalis, tetapi Muhammadiyah ialah kelompok ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Tidak Ada
iklan
img
img
img
img
img
img
img

Halaman Advertorial

right left
  • img
  • img
  • img
  • img