Selasa, 26 Maret 2019
Home/ Berita/ STIKES Muhammadiyah Banjarmasin Kunjungi UM Jakarta

STIKES Muhammadiyah Banjarmasin Kunjungi UM Jakarta

Jakarta –Drs.Zulkifli Mustaba, M.Pd dan Yustan Azidin, S.Kep, Ners – mewakili Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Banjarmasin sebagai Tim Pendirian Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) – mengunjungi UMJ dalam rangka silaturahim dan permohonan dukungan SDM atas perencanaan pendirian UMB pada Senin (23/5) kemarin. Kunjungan tersebut diterima baik oleh pimpinan UMJ yang diwakili oleh Warek I Kahar Maranjaya, SH., MH., Warek III Ir. Sularno, M.Si., Warek IV Rohimi Zamzam, S.Psi., M.Pd, Dekan FKK dr. Syafri Guricci, M.Sc., Dekan FIP Herwina Bahar, M.Ag., Wakil Dekan I FISIP Sofiyandi Zakaria, M.Psi., dan Dir. Adm. Akademik Dra. Rismiyati.

Dalam kunjungan yang diadakan di Aula Rektorat Lt. 1 tersebut, Tim Pendirian UMB mengajukan permohonan bantuan SDM berupa peminjaman dosen untuk mengajar di beberapa bidang studi pada fakultas-fakultas yang akan didirikan sebagai syarat pendirian universitas. Kualifikasi dosen yang dibutuhkan dalam pendirian UMB, menurut Mustaba, harus telah menyelesaikan pendidikan minimal jenjang strata dua (S2).

Secara lebih rinci Tim Pendirian UMB mengungkapkan jumlah kekurangan dosen untuk beberapa program studi, yakni antara lain: S1 Keperawatan 6 dosen (terpenuhi), S1 Farmasi 4 orang, S1/ D3 Kebidanan 5 orang, S1 Hiperkes dan Kesehatan Kerja 6 dosen (terpenuhi), S1 Teknik Informatika 6 orang, S1 Psikologi 6 orang, S1 Matematika 5 orang, S1 Pendidikan Bahasa Inggris 5 orang, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 4 orang, S1 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) 6 orang, S1 Ilmu Komunikasi 6 orang dan S1 Pertambangan 6 orang.

Menanggapi permohonan tersebut, A Kahar Maranjaya menjelaskan bahwa untuk peminjaman dosen, menurut aturan tidak diperkenankan, karena akan ada tugas dan nama ganda dari dosen yang bersangkutan. “solusinya, kita harus mencari alumnus S2 UMJ yang memiliki kompetensi dan komitmen”, jelasnya. Sofiyandi menambahkan bahwa selain hal tersebut dosen juga harus memiliki latar belakang sebagai kader Muhammadiyah. Secara tegas, meski UMJ tidak bisa meminjamkan dosen namun tetap harus mencarikan solusi bagi saudaranya sesama PTM, hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Guricci, “UMJ sebagai PTM tertua wajib membantu PTM yang baru berkembang”, tegasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *