Kamis, 29 Oktober 2020
Home/ Berita/ ‘Aisyiyah Tekankan Pentingnya Penanggulangan TBC Berbasis Gender

‘Aisyiyah Tekankan Pentingnya Penanggulangan TBC Berbasis Gender

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — PR TB ‘Aisyiyah menggelar seminar virtual dengan tajuk “Peran Masyarakat Sipil dalam Sektor Kesehatan untuk Penanggulangan TBC”. Acara ini sebagai salah satu upaya ‘Aisyiyah untuk bersama-sama menguatkan peran masyarakat sipil dalam penanggulangan TBC di Indonesia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, penanggulangan TBC sebagai bentuk pembangunan di bidang kesehatan mengutamakan pendekatan partisipatoris dengan melibatkan berbagai pihak masyarakat secara langsung.

“Oleh karena itu, kolaborasi dan kerjasama dalam pembangunan kesehatan, khususnya penanggulangan TBC menjadi syarat mutlak untuk dapat mencapai target eliminasi TBC. ‘Aisyiyah dalam hal ini telah turut berperan dalam upaya penanggulangan TBC dan akan tetap menjadi bagian dari komunitas yang akan terus konsisten melakukan eliminasi TBC,” jelas Noordjannah.

Dalam acara tersebut, Noordjannah juga menyampaikan 4 pokok penting. Pertama, Noordjannah menyampaikan bahwa Aisyiyah dalam penanggulangan TBC melihat konteks bahwa kelompok terdampak TBC merupakan kelompok yang lemah dan miskin.

“Tidak hanya secara ekonomi tetapi miskin dan kurang informasi berkaitan dengan kesehatan serta juga terhambat dalam usaha untuk bisa sehat karena kemiskinan dan kelemahannya tersebut. Oleh karena itu, peran ‘Aisyiyah dalam penanggulangan TBC menjadi penting untuk membantu kelompok tersebut. Hal ini dapat menjadi peran kemasyarakatan ‘Aisyiyah sebagai Gerakan praksis,” kata Noordjannah.

Kedua,‘Aisyiyah sebagai organisasi, melakukan peran sebagai masyarakat sipil yang telah dan akan terus melanjutkan peran-perannya dalam penanggulangan TBC.

Ketiga,  Noordjannah juga menekankan pentingnya upaya penanggulangan TBC berbasis gender dengan dimulai dari adanya data pilargender kelompok terdampak TBC serta bagaimana data ini dapat menjadi bahan advokasi serta datadasar untuk strategi penanggulangan TBC yang sesuai kebutuhan gender.

‘Aisyiyah yang didaulat sebagai Ibu Negeri, terdiri dari orang-orang yang memiliki kekuatan dan komitmen untuk dapat berkontribusi bagi kemaslahatan ummat.  

“Maka dari itu, sebagai masyarakat sipil, Ásyiyah juga memiliki peran menekan, melakukan advokasi dan peran perjuangan politik. Pengalaman dan praktik baik perlu didiskusikan dan mengambil kebaikan dari satu dan lainnya untuk menjadi Gerakan dalam eliminasi TBC di Indonesia,” tutup Noordjannah. (syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *