Kamis, 29 Oktober 2020
Home/ Berita/ Lulusan UNISA Harus Mampu Menjadi Pemimpin yang Memberi Harapan Bagi Bangsa

Lulusan UNISA Harus Mampu Menjadi Pemimpin yang Memberi Harapan Bagi Bangsa

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Sabtu (26/9) melaksanakan wisuda secara daring dengan tema “Wisuda Sehat dari Rumah”, melalui aplikasi telecoference Zoom dan siaran langsung via kanal digital Youtube Unisa Yogya.

Wisuda periode September 2020 kali ini, UNISA Yogya meluluskan total 480 mahasiswa dari Prodi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora. Diantaranya terdapat 10 mahasiswa berprestasi akademik serta 6 mahasiswa berprestasi non-akademik.

Dengan IPK tertinggi dari program Pasca Sarjana 3,98 , program Sarjana 3,97 , dan program Diploma 3,90.

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti memutuskan penyelenggaraan wisuda secara daring ini dengan pertimbangan keselamatan jiwa seluruh civitas akademik termasuk mahasiswa dan keluarga.

“Saya percaya justru wisuda online ini akan menjadi moment yang tak akan terlupakan, nampak senyum cerah mengembang di layar bersama keluarga”, jelas Warsiti dalam sambutan pasca prosesi wisuda berlangsung.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, para alumni Unisa yang telah diwisuda patut banggaan karena Unisa merupakan universitas pioneer di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah yang dikelola oleh organisasi perempuan Aisyiyah.

"Anda tentu akan bangga dengan universitas ini, bahkan ini adalah wisuda pertama Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang terdiri dari seluruh prodi maupun fakultas," tuturnya.

Noordjannah juga mengatakan, Unisa, selain mengemban tugas untuk menjadi universitas kebanggaan Aisyiyah, juga sebagai wadah untuk melahirkan kader yang memiliki karakter kuat, menjadi pondasi bagi kehidupan dan menjalankan peran sebagai kader bangsa, umat dan persyarikatan.

"Dan karakter kuat itu tertanam yang pertama adalah kekuatan akhlaqul karimah," tuturnya.

Menurut Noordjannah, akhlaqul karimah adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena akan menuntun pada ketakwaan, mencerminkan prilaku, tindakan, menjadi sesuatu yang penting saat ini.

Sebagai alumni, Noordjannah menegaskan, lulusan Unisa tidak hanya melekat sebagai kader Muhammadiyah dan Aisyiyah namun juga kader umat, bangsa dan kemanusiaan semesta.

Noordjannah menjelaskan kader adalah orang terdepan yang mau berjibaku, meletakkan kehidupan pribadinya untuk kepentingan orang banyak. Meletakkan persoalan yang tidak selalu mudah dan berjibaku untuk menyelesaikannya.

“Jika anda adalah para kader bangsa, maka jadilah pemimpin generasi muda yang memberi harapan bagi bangsa ini,” tutup Noordjannah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *