Rabu, 21 Oktober 2020
Home/ Berita/ Lazismu Ajak Warga Muhammadiyah Majukan Pemanfaatan Zakat

Lazismu Ajak Warga Muhammadiyah Majukan Pemanfaatan Zakat

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Sesuai dengan teologi Al-Ma’un, zakat seharusnya tidak dipandang sebagai sekadar instrumen menggugurkan kewajiban agama, tetapi sebagai perangkat untuk membawa perubahan sosial masyarakat, demikian harapan Ketua Badan Pengurus Pusat Lazismu Hilman Latief.

Dalam forum diskusi daring Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah dan Upaya Edukasi Zakat Di Persyarikatan, Sabtu (26/9) Hilman melihat bahwa zakat memiliki kekuatan untuk menopang transformasi kesejahteraan sosial sebagaimana termuat dalam teologi Al-Ma’un Kiai Ahmad Dahlan.

“Zakat bisa menjadi pendukung kegiatan peningkatan indeks pendidikan, kesehatan masyarakat dan dimensi lain yang banyak. Ini PR kita sebagai pegiat zakat,” jelasnya.

Menurut data BAZNAZ (2019) Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat sebesar Rp. 233,8 triliun. Sementara itu yang terserap baru sekira 3,8 persen (Rp. 8 triliun) saja.

Sedikitnya penyerapan itu, bagi Hilman terutama muncul karena pemahaman masyarakat mengenai zakat yang belum baik. Karena itu, Hilman mendukung Lazismu untuk menggarap literasi pemahaman ZIS (Zakat, Infak, Shadaqah) di kalangan masyarakat agar ke depan, cita-cita di dalam teologi Al-Ma’un lebih mudah diwujudkan.

Sebagai pekerjaan rumah bersama Persyarikatan, Lazismu juga menggandeng Majelis Tarjih untuk menghasilkan produk intelektual guna membangun literasi pemahaman zakat di kalangan warganya.

Hilman berharap dengan adanya literasi zakat, Muhammadiyah dengan sedikitnya 23 juta jiwa warganya mampu menghadirkan solusi keumatan secara strategis sesuai kebutuhan di lapangan.

“Sampai saat ini zakat dipahami sebagai bentuk ekspresi keagamaan dan spiritualitas. Tapi perlu dipahami bahwa zakat bukan itu, saat ini zakat terkait regulasi tata kelola, pemanfaatan, kemampuan lembaga Amil menjaga trust, meyakinkan mitra untuk menjalankan programnya. Semakin kompleks,” jelasnya.

Untuk memetakan tingkat pemahaman zakat warga Muhammadiyah, Lazismu memulainya dengan melakukan survei nasional yang dapat diakses secara online melalui tautan berikut (http://bit.ly/SurveyILZ). Survey dilaksanakan mulai 16 September hingga 26 Oktober 2020 dengan penyediaan doorprize bagi 20 pengisi yang beruntung. (afn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *