Kamis, 29 Oktober 2020
Home/ Berita/ ITM Sebagai Center of Excellence Muhammadiyah Bidang Tabligh

ITM Sebagai Center of Excellence Muhammadiyah Bidang Tabligh

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL—Melalui Intitute Tabligh Muhammadiyah (ITM), Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan membentuk Komando Pasukan Khusus Dakwah (Kopasda) yang bergiat menyebarkan Islam Berkemajuan. Keinginan tersebut tidak berangkat dari titik nol, karena saat ini Muhammadiyah telah memiliki Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah (KM3).

Menurut Ananto Isworo, Sekretaris Eksekutif (SE) Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, saat ini  dibutuhkan kebijaksanaan dalam merespon fenomena yang diidapi oleh masyarakat, khususnya umat Islam. Dalam konteks dakwah, metode-metode dakwah mapan seperti bertabligh secara langsung harus disinkronkan dengan keadaan. Artinya dakwah harus inklusi terhadap perubahan zaman.

Ananto menceritakan, saat ini Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sedang menyelesaikan pembangunan gedung yang akan digunakan sebagai markas besar dakwah bagi para mubaligh Muhammadiyah. Kedepan gedung yang berdiri di lahan seluas 900 m2 yang berlokasi di Jl. Patriot Bangsa II, Dusun Ngebel, Desa Tamantirto, Kasihan- Kabupaten Bantul ini akan ada laboratorium dakwah, perpustakaan digital, studio dakwah dan tempat pengembangan kemampuan para mubaligh.

 “Ini nanti untuk pusat kaderisasi mubaligh Muhammadiyah se-Indonesia. Selain gedung nanti juga akan dilengkapi area out dor yang akan digunakan untuk out bond.” Tuturnya saat diminta keterangan disela kegiatannya di Gedung ITM pada (21/9)

Pada awalnya, ungkap Ananto, ITM hanya sebuah wadah pergerakan yang dicanangkan di bawah komando Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Awal yang dicita-citakan sebelum menjadi ITM adalah untuk mewadahi riset dakwah, kemudian didalamnya ada dakwah development center. Namun setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, ITM kemudian diinstitusionalkan sebagai center of excellence Muhammadiyah bidang tabligh.

Sedangkan terkait pemilihan nama Institut Tabligh Muhammadiyah (ITM) adalah inspirasi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir. Sebelumnya terkait pemilihan nama ada beberapa opsi, misalnya Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dakwah Muhammadiyah, Pendidikan Ulama Tabligh Muhammadiyah, Tabligh Institute dan lain-lain.

“Namun karena di beberapa pidato Pak Haedar sering menyebut Institute Tabligh Muhammadiyah, maka dengan bismillah Ustadz Fathurrahman (Ketua Majelis Tabligh PPM) memilih ITM.” Kenang Ananto

“Di sini mubaligh akan diperkuat lagi muatan lokal yang lebih banyak lagi. Dan ada dakwah development center yang fungsinya termasuk merekrut tim asistensi yang ahli di bidang masing-masing untuk membantu kelancaran dakwah.” Tambahnya

Penguasaan muatan lokal bagi mubaligh Muhammadiyah dirasa penting, hal ini sebagai bekal dai dalam strategi dakwah kepada umat yang multikultur. Artinya selain menguasai materi dakwah yang akan disampaikan, mubaligh juga harus memahami kondisi sosial masyarakat yang akan didakwahi.

Langkah tersebut sebagai sikap rasional dalam menjawab tantangan peradaban dan relasi sosial masyarakat yang terus dinamis, sehingga kemapapan metode dakwah konvensional yang selama ini dipakai oleh Organisasi-organisasi Islam mapan perlu untuk diperbaharui.

Mengingat saat ini sedang terjadi pergeseran besar-besaran dari masyarakat konvensional/analog kearah masyarakat digital/virtual. Pergeseran tersebut mendapatkan momentumnya tatkala dunia sedang dilanda wabah pandemic covid-19 yang mengharuskan masyarakat menerapkan pembatasan jarak untuk bertemu secara langsung.

“Gedung ITM ini juga akan dilengkapi dengan mini studi yang kita sebut dengan STD (Studio Tabligh Digital). Yang mana akan digunakan untuk memproduksi ceramah-ceramah ustadz dari Majelsi Tabligh maupun dari majelis, lembaga dan ortom lain.” Imbuhnya

Saat ini, ITM rutin mengelola kajian yang diselengarakan secara online dengan tema-tema yang relevan ke-Muhammadiyahan. Seperti mengurai muqodimah dan 7 pokok pikiran Muhammadiyah yang dibahas secara berseri, juga ada materi tentang tazkiyatun nafs ala Kiai Haji Ahmad Dahlan, Ilmu Faraid, serta menjalin kerjasama dengan Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah untuk meteri pengajian keluarga sakinah.

“Kita juga buat podcase yang membincang discovery tentang Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah. Ini dipilih untuk lebih mengaet anak-anak muda,” Tuturnya

Dakwah juga harus memiliki wawasan ekologis, Ananto menambahkan, Gedung ITM yang sedang dalam proses akhir pembangunan ini adalah Green Building. Artinya gedung yang ramah lingkungan, dengan jendela yang besar untuk mengurangi pengunaan lampu listrik dan mengurangi pengunaan pendingin ruangan. Gedung ini juga difasilitasi lift sehingga ramah difabel.

Selain itu, Gedung ITM juga memiliki Aula yang mampu menampung kurang lebih 100 peserta yang akan diberi nama Buya Yunahar Ilyas sebagai bentuk penghormatan kepada jasa-jasa beliau yang selama ini focus dalam bidang dakwah, khususnya di Muhammadiyah. Dan fasilitas lain adalah kamar yang berkapasitas juga 100 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *