Rabu, 21 Oktober 2020
Home/ Berita/ Umair dan Amastasya Nahkodai PCIM dan PCIA Mesir periode 2020-2022

Umair dan Amastasya Nahkodai PCIM dan PCIA Mesir periode 2020-2022

MUHAMMADIYAH.ID, KAIRO – Secara daring, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beserta Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini resmi melantik jajaran kepengurusan baru Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Mesir periode 2020-2022, Sabtu (19/9).

Bertempat di gedung Markaz Dakwah milik Muhammadiyah yang diresmikan pada 2018 lalu, Ketua PCIM dan PCIA Mesir periode 2020-2022 bergantian memberikan iftitah pertama.

Mengutip lembaga fatwa Al-Azhar Kairo Darul Ifta, Ketua PCIA Mesir Amastasya Dias Pratiwi mengajak semua pihak bahu membahu mensyiarkan dakwah pencerahan Muhammadiyah di Mesir.

Pandangan Muhammadiyah yang tidak membedakan perempuan dalam aspek pekerjaan duniawi dan agama secara luas sejalan dengan fatwa Darul Ifta bahwa perempuan dipandang bukan sebagai makhluk yang lemah, justru perempuan berposisi sebagai fondasi dan rekan dalam membangun masyarakat.

Untuk keperluan ‘Aisyiyah, Anastasia bertekad amanah baru dalam PCIA akan dimanfaatkan sebaik mungkin dalam membangun dakwah Islam yang mencerahkan melalui karya produktif dan aplikatif hasil dari ilmu yang diperoleh dari Universitas Al-Azhar.

“PCIA akan mendukung kader-kadernya di Al-Azhar. Terakhir, tumbuhkan kebanggaan ber-Muhammadiyah sehingga lahir ghirah dan organisasi gerakan,” tegasnya.

Menyambung Anastasia, Ketua PCIM Mesir periode 2020-2022 Umair Fahmiddin menyadari bahwa posisi PCIM adalah penyambung gagasan dakwah pencerahan Muhammadiyah di luar negeri. Karena itu dirinya bertekad membuka jalan bagi Al-Azhar untuk memudahkan Muhammadiyah mencetak para ulama umat.

“Kita mendekatkan dengan Al-Azhar untuk kaderisasi ulama Muhammadiyah,” ucap Umair mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Al-Azhar telah dimulai bersama dengan Madrasah Mualimin dan MPS Muhammadiyah.

Gedung Markaz Dakwah sebagai aset PP Muhammadiyah menurutnya juga perlu dioptimalkan agar mencetak banyak kader besar seperti Kiai Fakih Usman dan Abdul Kahar Muzakkir, dua tokoh besar Muhammadiyah yang mengenyam pendidikan di Al-Azhar. Menurutnya, semua hal itu potensial asal komunikasi, kolaborasi dan koordinasi dapat dijalankan dengan baik sebagai komitmen menuntaskan amanah. (afn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *