Jum'at, 25 September 2020
Home/ Berita/ Inisiasi Pengolahan Kopi, Mahasiswa UMM Raih Pendanaan Dikti Kemendikbud

Inisiasi Pengolahan Kopi, Mahasiswa UMM Raih Pendanaan Dikti Kemendikbud

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG — Kiprah membanggakan diukir sekelompok mahasiswa di bawah  naungan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Peternakan (HIMATEKPA FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pasalnya, berkat upaya pengabdian masyarakat di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, proposal Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diajukan ke Ditjen Dikti dan Kemendikbud  disetujui dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 29 juta.

Dana tersebut lantas dialokasikan untuk menggerakkan program kerja yang memudahkan masyarakat desa dalam mengolah produk unggulan kopi, seperti menyediakan alat-alat, oven gas, alat grinding dan beberapa penunjang lainnya.

Istiq Laily Zahro, Mahasiswa yang turut bernaung dalam proyek tersebut mengatakan, awal mulanya ia bersama 16 mahasiswa lainnya tertarik memberikan pengabdian masyarakat ke Desa Taji.

Mereka lalu membantu dan mengajarkan pengolahan produk berbasis kopi yang menjadi aset unggulan desa, di antaranya membuat cookies kopi berikut pengemasan dan pemasaran, pelatihan kopi glondong menjadi kopi bubuk, sampai membangun spot foto untuk mendukung berkembangnya desa wisata mandiri Taji Lereng Bromo.

“Awalnya kami melihat komonditas unggulan berupa kopi di Desa Taji Lereng Bromo melimpah namun belum memiliki diversifikasi produk turunan. Sehingga kami berinisiatif mengajarkan dan memberitahu mereka mengenai olahan kopi lain selain diseduh saja. Tak disangka hasil inovasi tersebut diapresisasi dan sangat diminati warga Taji,” kata Laily yang juga mahasiswa Jurusan Teknik Pangan tersebut, Senin (14/9).

Atas inisiasi tersebut, dari awal program diterapkan produk untuk olahan cookies Taji telah berhasil terjual lebih dari 50 bungkus di Malang Raya. Ke depan Laily berharap program yang ia jalankan bersama tim bisa terus berkembang dan menjadikan kawasan Taji sebagai Desa Wisata Mandiri.

“Selain itu harapan kami dengan pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dapat menyadarkan teman-teman lain, selain tim PHP2D bahwa sangatlah penting untuk saling peduli terhadap sesama untuk mewujudkan Indonesia menuju SDGs 30,” pungkasnya. (Syifa)

Sumber : Farid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *