Senin, 13 Juli 2020
Home/ Berita/ Anak-anak dan Lansia Perlu Perlindungan Khusus di Tengah Pendemi Covid-19

Anak-anak dan Lansia Perlu Perlindungan Khusus di Tengah Pendemi Covid-19

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA-- Jangan lalai untuk menyiapkan anak-anak sebagai generasi pelanjut. Karena anak bukan replika dari orang dewasa, maka di tengah masa pandemi covid-19 sekarang ini dibutuhkan kebijakan atau protokol yang sesuai dengan kebutuhan mereka, menginggat kebutuhan antara orang tua anak berbeda.

Hal tersebut disunggung oleh dr Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi kesehatan pada Kamis (4/5), dalam acara Diskusi yang diadakan oleh Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah.

“Kita harus menyiapkan generasi yang saat ini menjadi bagian dari orang-orang yang harus kita lindungi, anak-anak termasuk juga remaja awal. Karena dialah nanti yang akan menjadi pelanjut perjuangan di Persyarikatan, maupun yang lebih luas menjaga bangsa,” ungkapnya.

Di tengah wabah pandemi covid-19 yang melanda lebih dari 200 negara di dunia, khususnya Indonesia di mana angka terpaparnya masih fluktuatif dan cenderung bertambah. dr Agus mengajak terus waspada, jika angka terpapar masih berada diantas angka lima ratus.

Khususnya anak-anak dan lansia harus menjadi bagian yang harus mendapatkan perlindungan yang baik, sehingga mereka tetap terlindungi dengan kebijakan baru yang akan ditempuh oleh Pemerintah. Mengutip yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu, anak-anak menjadi kelompok rentan terpapar covid-19.

Sampai pada 18 Mei, IDAI mencatat sebanyak 584 anak terkonfirmasi positif, 3.324 anak berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan sebanyak 14 anak meninggal serta 129 lainnya meningal dalam status PDP.

“Ini menjadikan kita terus berhati-hati, termasuk tentunya bagi MPS yang membina sekian banyak panti asuhan termasuk Majelis Dikdasmen PP, ‘Aisyiyah yang memiliki sekolah, PAUD, dan tempat pendidikan yang lain harus menyimak kajian ini dengan baik,” ujarnya.

Ia mewanti supaya tidak memutuskan sesuatu dengan ceroboh, tempat belajar ataupun sekolahan adalah tempat yang harus benar-benar dikawal dan dilindungi. Termasuk perlindungan yang maksimal juga diterapkan di rumah masing-masing.

Bagi Persyarikatan Muhammadiyah, seluruh langkah ikhtiar yang dilakukan mengacu pada pesan Rasulullah SAW. Sebuah pesan agung yang melarang manusia melakukan kegiatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Termasuk adalam Qaidah Ushul Fiqih, bahwa “Menghilangkan kemudhorotan itu lebih didahulukan dari pada mengambil sebuah kemaslahatan.”

Kedepan MPS diharapkan bisa segera menyusun protokol untuk panti asuhan, dan tempat-tempat di mana anak-anak harus dilindungi. Pembuatan protokol tersebut bisa diseinergikan dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang secara resmi dibentuk oleh PP Muhammadiyah untuk penanganan wabah pandemi covid-19.

“Anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa, maka seluruh kebijakan terhadap anak-anak harus dengan kebijakan khusus, perlindungan khusus, karena memang anak-anak harus dilayani dengan khusus sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya,” pungkas dr Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *