Senin, 25 Mei 2020
Home/ Berita/ MCCC Antisipasi Program Jangka Panjang Atasi Pendemi Covid-19

MCCC Antisipasi Program Jangka Panjang Atasi Pendemi Covid-19

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Mengantisipasi efek domino pandemi Covid-19, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MCCC (Muhammadiyah Covid Command Center) mulai menggarap berbagai program jangka pendek dan jangka panjang jaring pengaman sosial, termasuk program penyangga di bidang sosial dan ekonomi.

Dalam program jangka pendek, program satu juta sembako dan santunan tunai diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2020. Uniknya berbagai barang di dalam sembako tersebut merupakan hasil pembelian Lazismu dari hasil usaha mikro menengah milik warga.

MCCC menggelorakan semangat solidarity buying yang mendorong warga untuk memprioritaskan pembelian berbagai hasil usaha berbasis rumahan atau usaha mikro dan menengah yang dikelola oleh sesama warga, teman dan saudara sekitar.

“Ini perlu langkah-langkah yang lebih besar lagi ke depan supaya kita ada ketahanan pangan yang lebih lama,” ungkap Ketua MCCC Agus Samsudin, Rabu (6/5) sembari memaparkan bahwa 223.705 paket sembako senilai 18 Miliar telah ditunaikan di seluruh Indonesia.

Pada program jangka panjang, MCCC melakukan pemberdayaan dan jejaring pendampingan ekonomi baik antara pemerintah-pelaku usaha hingga dengan lembaga filantropi dan kemanusiaan lainnya.

Pemberdayaan tersebut berupa pendampingan usaha, penyiapan modal hingga distribusi hasil produksi termasuk di dalamnya fasilitas akses ke pasar.

Program penyediaan dan pendampingan usaha bisa diakses oleh warga di tingkat ranting  Muhammadiyah, jamaah di masjid-mushola milik Muhammadiyah, pekerja di Amal Usaha Muhammadiyah yang berpenghasilan minim, Panti Asuhan (yatim dan lansia), hingga komunitas masyarakat.

Karena itu, MCCC sebagai kepanjangan dari PP Muhammadiyah meminta agar pimpinan Muhammadiyah di tingkat ranting segera membentuk dan merapikan organisasi MCCC di tingkatnya masing-masing untuk memastikan berjalannya percepatan program-program tersebut, termasuk pendataan usaha warga untuk solidarity buying, pendataan alamat prioritas penerima manfaat, hingga warga yang ingin mengajukan pendampingan usaha.

“Ini barangkali yang harus kita antisipasi lebih panjang. Apa dampak dari pandemi ini dan berapa lama kita harus bertahan dengan situasi yang sekarang. Tentu ini tidak bisa dianggap sebagai disrupsi, tapi kita harus menjaga agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang bersifat kekacauan. Oleh karena itu ketahanan pangan menjadi kunci yang harus kita terjemahkan melalui program-program MCCC,” tutup Agus Samsudin. (afn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *