Senin, 25 Mei 2020
Home/ Berita/ Kehilangan Bersama Pandemi

Kehilangan Bersama Pandemi

Oleh: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir

Pandemi Covid-19 merupakan musibah getir dalam sejarah kemanusiaan di abad ini. Ratusan ribu orang sakit dan meninggal di berbagai negeri. Pun di Indonesia negeri tercinta. Wabah ini membawa dampak yang luar biasa bagi keselematan diri, sosial-ekonomi, psiko-sosial, dan hubungan antarmanusia. Kehidupan sehari-hari harus diisolasi.

Kenapa getir? Tiada suasana tersiksa manusia sebagai makhluk sosial, ketika tiba-tiba berubah dari hidup normal menjadi abnormal. Biasa berhubungan satu sama lain, harus mengambil jarak fisik (phisical distancing). Suka bepergian kapan dan ke manapun, harus berhenti. Ruang sosial dikunci dengan karantina wiliayah, PSBB, bahkan lock-down. Inilah era ketika umat manusia sedunia harus merasakan penjara diri.

Lebih getir. Ketika harus kehilangan orang-orang tercinta dalam keadaan diisolasi. Orang-orang sakit karena Covid-19 mesti karantina, tanpa orang-orang terdekat. Lebih menyedihkan, yang meninggal harus dipulasara dan diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir tanpa kehadiran keluarga, handai tolan, dan orang-orang tercinta.

Siapa yang tidak getir kehilangan untuk selamanya? Kehilangan barang sederhana saja  siapapun tentu bersedih. Apalagi kehilangan orang-orang tercinta. Mereka pergi untuk selamanya, tanpa dilepas lazimnya kepergian orang-orang terkasih. Hanya diantar para petugas yang berjibaku menjadi martir, dalam kecamuk khawatir.

Para petugas kesehatan yang meninggal semakin memilukan. Mereka pamit dari rumah, berkhidmat dengan berpakaian panas, kemudian wafat di medan tugas, tanpa sempat bertemu dan dilepas keluarga tercinta. Mereka sungguh pejuang kemanusiaan sejati. Pantas agama menyejajarkannya dengan mati syahid.

Demi penyelamatan hidup bersama saat ini dan nanti. Saatnya semua menyadari dan bangkit bersama di seluruh negeri. Kita pulihkan batin dan luka sosial akibat pandemi yang dahsyat ini. Rajut kembali nilai dan ikatan kemanusiaan sejati. Bangkitkan opti