Rabu, 05 Agustus 2020
Home/ Berita/ Haedar Ingatkan Masyarakat untuk #Ramadandirumah

Haedar Ingatkan Masyarakat untuk #Ramadandirumah

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Sehubungan dengan masih adanya sebagian umat yang ingin salat berjamaah di masjid, termasuk saat Ramadan tiba. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, semestinya umat Islam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas lebih-lebih dikala darurat era pendemi covid-19.

“Jangan semuanya disikapi seolah normal, karena kondisi saat ini darurat. Apa tidak melihat kenyataan betapa dahsyatnya wabah Corona ini, Amerika Serikat saja terbesar korban meninggal. Jangan menyepelekan wabah ini. Kalau Indonesia tidak sebesar AS dan negara lain jumlahnya, justru kita harus tetap waspada dan melakukan pencegahan. Ini bukan soal takut atau berani hadapi wabah, tetapi soal ikhtiar yang dari segi agama maupun ilmu dibenarkan untuk usaha mencegah datangnya wabah agar tidak semakin luas,” jelas Haedar pada Rabu (22/4).

Haedar juga menjelaskan bahwa pilihan ibadah di rumah sudah berlaku di seluruh dunia Islam. Masjdil Haram dan Masjid Nabawi saja tidak dipakai jumatan dan tarawih.

“Ingat, Nabi hanya satu kali tarawih di masjid. Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan dalam beragama. Kenapa begitu ngotot tarawih berjamaah harus di masjid dalam suasana saat wabah meluas? Lebih-lebih dalam darurat, mestinya umat Islam mau mengikuti mayoritas pandangan bahwa selama masa pandemi corona ibadah dilakukan di rumah dengan khusyuk dan berjamaah dengan anggota keluarga,” tutur Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa, Allah SWT dan Nabi memberi jalan keluar dari kesulitan atau kedaruratan.

“Ingat bukan hanya diri orang perorang, wabah ini sudah massal dan menjadi pandemi. Bukankah Nabi mengingatkan La dharara wa la dhirara, jangan berbuat yang menyebabkan kerusakan untuk diri sendiri dan bagi orang lain. Mestinya dalam situasi darurat wabah yang mengglobal ini janganlah beragama dengan maunya sendiri-sendiri, ikutilah pendapat mayoritas yang dasarnya kuat dari Al-Quran dan As-Sunnah serta konteks situasi darurat umat manusia sedunia yang tengah dihadapi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *