Rabu, 30 September 2020
Home/ Berita/ Lewat Program Lumbung Pangan, Muhammadiyah Bantu Ekonomi Warga Hadapi Covid-19

Lewat Program Lumbung Pangan, Muhammadiyah Bantu Ekonomi Warga Hadapi Covid-19

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Merebaknya wabah Covid-19 membuat perekonomian mengalami guncangan karena para pelaku usaha terpaksa menghentikan aktivitasnya. Warga dengan kemampuan ekonomi lemah dan bekerja di sektor informal menjadi pihak yang paling terpukul dengan kondisi tersebut karena biasanya penghasilan mereka bersifat harian serta mengandalkan pergerakan di sektor lain.

Untuk mengantisipasi dampak Covid-19 bagi warga tersebut, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan, Kota Yogyakarta meluncurkan program Lumbung Pangan Warga Nitikan. Program ini ditujukan untuk membantu warga yang terdampak langsung Wabah Covid-19 di Nitikan. Kampung Nitikan sendiri terletak di selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Umbulharjo, 5 KM jauhnya dari pusat Kota Yogyakarta.

Program Lumbung Pangan Warga Nitikan ini salah satunya berwujud penyaluran sembako (beras, minyak goreng dan bahan pokok lainnya) sejumlah 400 paket senilai masing-masing Rp. 100.000,-. Paket bantuan sembako tersebut akan disalurkan kepada warga yang mayoritas kerja sebagai buruh harian, ojek online, pedagang kelontong, bakul pasar dan lansia.

Ketua Ranting Muhammadiyah Nitikan, Dwi Kuswantoro saat dihubungi menyampaikan bahwa PRM Nitikan pada awalnya ingin membangun kesadaran warga terkait wabah Covid-19 ini. “Pada pertengan bulan Maret kami merasa bahwa wabah Covid-19 ini belum disadari betul oleh warga, sehingga kami mengumpulkan para ketua takmir masjid berjumlah 11 dan mushola 4 orang,” katanya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (4/4)..

Hasil dari pertemuan tersebut adalah PRM meminta Lazismu dan Kokam Ranting Nitikan untuk membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan program pertama adalah edukasi kepada warga terkait krisis akibat wabah Covid-19, kemudian penyemprotan disinfektan terhadap masjid, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan rumah-rumah warga.

“Dari situ muncul kesadaran warga bahwa pandemi Covid-19 ini tidak main-main karena sampai perlu dilakukan penyemprotan disinfektan. Setelah penyemprotan dirasa cukup dan diserahkan kepada warga secara mandiri, selanjutnya kami memikirkan ketahanan sosial dan ekonomi warga yang diwujudkan dalam program Lumbung Pangan Warga Nitikan,” ujarnya. 

Program Kolaborasi

PRM Nitikan berkolaborasi dengan masjid-mushola, RT-RW sampai pihak Pemerintah Kelurahan Sorosutan dalam melaksanakan program tersebut. Melalui program ini, PRM Nitikan ingin memastikan ada tempat penyediaan logistik pangan yang berkelanjutan dan terjangkau dari sisi akses serta harga yang dibawah pasar bagi warga yang masih mampu membeli. Sementara pengadaan bahan makanan untuk program ini dipenuhi melalui Tokomu, yaitu toko milik Ranting Muhammadiyah Nitikan yang baru saja didirikan 2 bulan lalu. 

Dalam teknis pelaksanaan program lumbung pangan warga ini dilaksanakan secara bersama-sama karena posisinya bisa di masjid dan RT-RW tetapi dalam satu koordinasi MCCC PRM Nitikan sehingga ini menjadi satu gerakan warga. Dengan program ini PRM Nitikan ingin mengantisipasi jangan sampai ada warga Nitikan yang karena terdampak wabah Covid-19 ini pekerjaan atau usahanya terhenti kemudian tidak punya uang sehingga tidak bisa makan.

“Di Nitikan selalu kami berkolaborasi antar PRM, masjid/mushola, RT-RW, pihak kelurahan saling memberikan dukungan, informasi sehingga menjadi kekuatan dakwah di akar rumput dan sudah menjadi kebiasaan di Nitikan untuk berderma serta saling membantu sesama warga” pungkasnya.

Sementara untuk mengimbangi program pemenuhan kebutuhan jasmani berupa bahan makan, PRM Nitikan juga berusaha memenuhi kebutuhan dan pembinaan sisi rohani dengan membuat program dakwah melalui media sosial yang dimiliki dan masjid melalui pengeras suara tanpa dihadiri oleh jamaah untuk mensiasati larangan berkumpul demi menghindari wabah Covid-19.

Menuju Gerakan Nasional Solidaritas Pangan

Gerakan serupa juga dilakukan di Kampung Kauman, Yogyakarta. Kampung yang merupakan cikal bakal lahirnya organisasi Muhammadiyah ini menggerakan solidaritas warga dengan mengumpulkan dan menyalurkan 300 paket sembako. Program ini bekerja sama dengan Takmir Masjid Gede Kauman dan Rukun Warga Kampung Kauman. Solidaritas antar masyarakat untuk mengurangi dampak langsung dari Covid-19 selanjutnya akan digerakkan oleh Muhammadiyah sebagai gerakan nasional di bidang sosial ekonomi.

Sumber: Media MCCC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *