Rabu, 30 September 2020
Home/ Berita/ Dampak Corona, BTM Keluarkan Dana Qardhul Hasan Bagi Guru Muhammadiyah

Dampak Corona, BTM Keluarkan Dana Qardhul Hasan Bagi Guru Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN -- Selain menggerakkan Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) dan LAZISMU sebagai lembaga filantropy dalam menanggulangi dampak bencana nasional akibat virus corona. Muhammadiyah terus bergerak dan  berinovasi diri agar dampak pandemi bencana nasional ini bisa meringankan beban masyarakat.

Diantaranya seperti yang dilakukan oleh Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM)se- Jawa Tengahyang mengeluarkan dana qardhul hasan atau dana kebajikan yang disalurkan sebagai  penyangga gaji  kepada para guru dan karyawan di lingkungan sekolah Muhammadiyah setempat. Dengan demikian selama adanya wabah covid - 19, para karyawan dan guru sekolah Muhammadiyah bebannya sedikit terkurangi dalam menghadapi masalah tersebut.

Dijelaskan oleh Akhmad Sakhowi, bantuan kebencanaan nasional terhadap dampak covid - 19 bukan hanya itu saja, tapi sebelumnya juga telah bergerak bersama LAZISMU dan MCCC ditiap - tiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dalam penggalangan dana, sosialisasi dan bakti sosial penyemproten sanitizer anti corona kerumah masyarakat serta fasilitas umum.

"Jadi kami sudah bergerak cepat karena kami sadar bahayanya virus ini terhadap kesehatan masyarakat,"terang Ketua BTM Jawa Tengah di acara rapat Kooridinasi pada Sabtu (4/4) di kantor pusat di Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah.

Kemudian mengenai  bantuan qardhul hasan, Sakhowi menilai bahwa sekolah Muhammadiyah adalah sekolah swasta. Dimana memperoleh pemasukkan pendapatan sejauh ini  hanya dari uang gedung dan  SPP siswa yang dipungut setiap bulan saja. Lantas bagaimana jika saat ini sekolah pada libur karena kebijakan social distancing dan work from home (WFH). Sehingga tidak ada biaya  sama sekali yang diperoleh sekolah untuk membayar biaya operasional serta  gaji para guru dan karyawan.

“Disinilah peran BTM sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) melakukan ta'awun saling tolong menolong untuk menyelamatkannya,” imbuhnya.

Sementara Ketua Induk BTM Achmad Suud, menambahkan, bersyukurlah bagi PDM - PDM yang memiliki BTM. Dengan demikian dalam kondisi krisis yang semacam ini keberadaan BTM bisa dimanfaatkan untuk saling membantu dan menutupi jika salah satu AUM mengalami dampak dari bencana.

"Sehingga roda gerakan di Muhammadiyah khususnya PDM bisa tetap survive,"ucapnya.

Mengenai dana qardhul hasan yang dimiliki oleh BTM, Suud menambahkan, setiap tahun BTM telah mencadangkan 5 persen dari pendapatan sisa hasil usahanya (SHU). Dimana dari 5 persen dana tersebut dalam implementasinya dibagi dalam dua program yakni untuk personal dan institusional secara proposional.

"Jadi ada atau tidak ada bencana tetap kami keluarkan sebagai  tanggung jawab social  responsibility,"terangnya.

Dalam pedoman BTM yang dituangkan dalam Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) sejauh ini tertulis sangat jelas bagaimana potret dari pengelolaan keuangan mikronya yang berbeda dengan jenis keuangan mikro syariah lainya. Dimana di BTM ada mekanisme pemberian SHU minimal 20 persen untuk Muhammadiyah, ex-officeo Muhammadiyah minimal 51 persen, dana qardhul hasan 5 persen dan zakat institusi dan karyawan kepada LAZISMU.

"Jadi dari potret tersebut tak diragukan lagi komitmenya  BTM kepada Muhammadiyah meskipun selevel AUM akar rumput,"tandas Ketua Induk BTM. (a'n)

Sumber:Media Center Induk BTM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *