cool hit counter

Persyarikatan Muhammadiyah

gambar
Sabtu, 27 Oct 2012 | 10:37 WIB |
Dibaca: 1162

Agung Danarto: ‘Idul Adha Sebagai Bentuk Kepedulian Sosial

 

Yogyakarta- Pada bulan Dzulhijjah ini, ada dua perkara besar yang dianjurkan dalam Islam, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Ibadah qurban mengajarkan dan mendidik kita umat Islam untuk menjadi umat yang memiliki kepedualian sosial dengan mau mengorbankan hal yang dimilikinya untuk membantu anak yatim, orang miskin dan orang yang membutuhkan pertolongan.

 

Demikian disampaikan Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam khutbah shalat ‘Idul Adha 1433 H yang dilaksanakan di Masjid KH. Ahmad Dahlan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jum’at (26/10).

 

Dalam khutbahnya Agung menjelaskan bahwa ‘Idul Adha bukanlah sekedar perayaan bersukaria. “Ia adalah hari raya umat Islam untuk beramal dan beribadah kepada Allah swt., dan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan sifat tawadhu’ (merendah diri) manusia kepada Allah swt.,” jelasnya.

 

Agung juga mengajak jama’ah shalat ‘Idul Adha untuk lebih membuka mata, fikiran dan mata hatinya untuk melihat saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang sedang tertimpa musibah dan kesulitan hidup. “Saudara-saudara kita korban bencana alam hingga mustad’afin yang menjadi korban kemiskinan struktural akibat tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup di era modern ini. Mereka adalah orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan pengorbanan kita agar segera terbebas dari berbagai kesulitan hidup yang menghimpit mereka,” ajaknya.

 

Agung juga menambahkan bahwa ada 5 jalan yang harus dilakukan umat Islam untuk membantu menghilangkan kemiskinan di negeri ini. “Pertama, meningkatkan etos kerja. Karena bekerja merupakan satu media untuk menjemput rezeki yang telah disediakan Allah swt., bahkan kalau perlu, seorang Muslim dapat berhijrah dalam mencari rezeki yang halalan thoyyiban. Kedua, membantu keluarga yang lemah dengan menyediakan keperluan anggota keluarganya.”

 

“Ketiga, zakat, dan dana zakat ini juga dapat berupa pemberian beasiswa untuk membiayai pendidikan bagi orang-orang miskin dan modal bagi suatu perniagaan yang akan mereka jalankan. Keempat, fidyah yaitu dengan memberi makan seorang miskin sebagai ganti puasa satu hari bagi mereka yang tidak berpuasa dengan sebab sakit yang berkepanjangan, tua dan sebagainya. Dan kelima, dengan bersedekah atau melakukan kebajikan lainnya seperti wakaf, hibah dan lainnya,” tambahnya.

 

Sementara itu, sembari mendengarkan khutbah ‘Idul Adha jama’ah shalat ‘Idul Adha bergilir meletakkan uang sedekahnya pada keranjang sampah yang sudah berisi tumpukan uang yang dibawa mengitari jama’ah oleh beberapa panitia. 


Tags: muhammadiyah idul adha pp muhammadiyah ikhlas kepedulian
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: universitas muhammadiyah yogyakarta

Pilih Artikel


Apakah artikel tersebut menarik bagi saudara?
Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Kurang Menarik

0 Komentar


Beri Komentar


Kalau saudara semua tertarik untuk memberikan komentar terhadap berita atau artikel di atas, kami mohon agar memberikan komentar yang santun untuk kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang. Isi komentar terserah dari pembaca, tapi jika dinilai kurang layak tampil oleh pengelola website, maka kami akan menghapusnya.
*) Harus Diisi

Nama * Email *

Website

Tulis Komentar *
Kode *

Berita Lain



iklan

Berita Terpopular

Jakarta -  Muhammadiyah dengan Cheng Ho Multi Culture Trust of Malaysia melakukan penutupan ... selengkapnya
Malang- Universitas Muhammadiyah malang menggelar tabligh akbar dan UMM Award yang merupakan punc ... selengkapnya

Daftar Newsletter

Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah

Bacaan Sehari-hari

Setinggi-tingginya orang menguasai sains dan teknologi bila tidak diimbangi oleh agama, maka ia bisa menjadi anarki bahkan bisa berbahaya bagi kemaslahatan menusia
[Hj. Aisyah Amini]
iklan