Rabu, 30 September 2020
Home/ Berita/ Cegah Penyebaran Virus Corona, PRM Cibiuk Kidul Bersih-bersih Tempat Ibadah

Cegah Penyebaran Virus Corona, PRM Cibiuk Kidul Bersih-bersih Tempat Ibadah

MUHAMMADIYAH.ID, GARUT — Pimpinan Ranting Muhammadiyah Cibiuk Kidul mengadakan kegiatan bersih-bersih di masjid Al-Furqan Kampung Nagrak, Kabupaten Garut. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai ikhtiar untuk mencegah penyebaran virus corona. Karakter virus yang setiap waktu mengalami perkembangan ini membuat pengurus PRM Cibiuk Kidul tergerak untuk melakukan segala upaya mengantisipasi masuknya Covid-19.

“Kalau merujuk info dari Muhammadiyah COVID19 Command Center (MCCC) soal virus corona, katanya, virus ini mudah menyebar di kerumunan orang, termasuk masjid. Jadi sebagai langkah antisipasi, kami bersihkan masjid agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa terhindari, termasuk kita menggulung karpetnya untuk sementara waktu,” terang Iim Ibrahim selaku pengurus PRM Cibiuk Kidul saat ditemui di sela-sela kegiatan bersih-bersih pada Ahad (22/3).

Iim mengungkapkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan melakukan pola hidup sehat merupakan salah satu cara efektif mencegah penyebaran dan tertularnya seseorang dari Covid-19. Walau pun sejauh ini belum ada warganya yang secara positif terkena Covid-19, dengan adanya kegiatan bersih-bersih masjid ini, warga PRM Cibiuk Kidulingin memastikan bahwa mereka sudah siap melawan balik virus corona.

 Ya ini hanya ikhtiar kita agar jangan sampai virus corona menyebar. Penyebaran virus corona terjadi di tempat keramaian, karena masjid salah satu tempat orang banyak berkumpul. Jadi, yang kita lakukan di masjid ini seperti penyemprotan cairan disinpektan di lantai dan teras masjid, tempat wudhu, toilet, dan di seluruh bagian dinding masjid,” tambah Iim.

Iim mengatakan bahwa kasus yang terakhir menimpa jemaah yang ikut pengajian akbar di Malaysia dari Brunei, penularannya oleh karpet. Karenanya ia mengimbau agar masyarakat yang hendak salat berjamaah di masjid al Furqan Kampung Nagrak sebaiknya membawa sejadah masing-masing dari rumah.

“Kita gulung karpet. Saudi Arabia pun melakukan hal yang sama, tidak terpasang karpet lagi di sana. Ini dilakukan karena saya melihat kasus yang menimpa jemaah pengajian akbar di Malaysia dari Brunei, penularannya oleh karpet,” pungkas Iim.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *