Kamis, 02 April 2020
Home/ Berita/ RS ‘Aisyiyah Pariaman Canangkan RS Aman Bencana

RS ‘Aisyiyah Pariaman Canangkan RS Aman Bencana

MUHAMMADIYAH.ID, PARIAMAN — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumater Barat (Sumbar) sedang merancangRumah Sakit Aisyiyah Kota Pariaman menjadi Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB).

“Program RSAB untuk RS Aisyiyah Kota Pariaman itu kita gagas bisa terwujud April ini. Segala sesuatunya sedang dipersiapkan, termasuk koordinasi dengan pihak manajemen rumah sakit dan pimpinan Muhammadiyah setempat,” ujar Ketua MDMC Sumbar Marhadi Efendi dalam rilis yang diterima tim muhammadiyah.id pada Rabu (26/2), di Pariaman.

Memaparkan catatan pada tahun 2019 sebanyak 30 unit pelayanan kesehatan di Indonesia, baik poliklinik maupun rumah sakit yang terdampak bencana. Mereka mengalami collaps strucuture, sehingga pelayanannya terhenti, sementara korban bencana membutuhkan pertolongan darurat dari pihak rumah sakit.

Menurut Marhadi, selain tidak dapat membantu para korban bencana, tegasnya, pada beberapa kasus kalangan rumah sakit itu sendiri yang malah memerlukan pertolongan, dan terpaksa berkomunikasi dengan pihak luar guna mendapatkan dukungan sumber daya.

Berkaca dari data tersebut, pihaknya beberapa hari lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi lapangan, di antaranya dengan Direktur RS Aisyiyah Pariaman, Zachlul dan sejumlah Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) setempat untuk menjadikan RS ‘Aisyiyah Pariaman sebagai RSAB. Kedepan, selain RSA Pariaman juga akan disusul rumah sakit dan poliklinik di bawah Muhammadiyah/’Aisyiyah lainnya di Sumbar.

RSAB merupakan rumah sakit yang memiliki pedoman penanggulangan bencana, yang terintegrasi dengan melibatkan masyarakat di lingkar kawasan rumah sakit yang bersangkutan. Pedomannya akan mencakup penilaian resiko bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana yang berisikan pencegahan dan kesiapsiagaan berhadapan dengan bencana, penanganan bencana saat darurat, pemulihan pascabencana, serta rencana uji kesiapan dan kesiapsiagaan bencana.

“Kolaborasi masyarakat dan rumah sakit ini dinilai dapat menguatkan ketahanan masyarakat ketika terjadi bencana. Kolaborasi ini diimplementasikan dalam pelatihan peningkatan kesiapsiagaan, pembuatan dokumen rencana penanggulangan bencana, dan latihan-latihan atau simulasi bencana,” jelasnya.

Marhadi mengatakan, pada kondisi sebenarnya ketika terjadi bencana, rumah sakit dan masyarakat memiliki fungsi saling membutuhkan. Masyarakat yang terdampak bencana datang ke rumah sakit untuk mencari pertolongan pertama, sedangkan dalam kondisi bencana yang menyebabkan adanya korban massal, rumah sakit juga membutuhkan sumber daya manusia yang bisa membantu memberikan pelayanan.

Selain di Kota Pariaman, Persyarikatan Muhammadiyah juga memiliki sebuah rumah sakit di Kota Padang dan sejumlah klinik atau poliklinik di berbagai daerah, termasuk di dalamnya klinik bersalin. MDMC Sumbar bertekad, sarana kesehatan itu menjadi bagian dari wadah pertolongan umum yang siap memberi pelayanan terbaik, kendati sedang terjadi bencana alam.(a’n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *