Jum'at, 10 Juli 2020
Home/ Berita/ Gelar Seminar Pra Muktamar 48, UMSU Bahas Jalan Baru Gerakan Muhammadiyah

Gelar Seminar Pra Muktamar 48, UMSU Bahas Jalan Baru Gerakan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, MEDAN-- Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah tahun 2020 kembali digelar pada Sabtu (22/2) di Universitas Muhammmadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan tema Jalan Baru Gerakan Muhammadiyah.

Rektor UMSU, Agussani memaparkan kemajuan yang telah dicapai oleh UMSU sampai sekarang ini. dalam paparannya, UMSU pada posisi pertama PTS di Sumatra Utara, versi 4icu dan rilis oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) UMSU berada pada angka 75.

"Selain itu, kita menjalin kerjasama dengan 69 lembaga baik dari dalam dan luar negeri yg menjalin kerjasama dg UMSU,” tuturnya.

Menurutnya, kinerja perguruan tinggi, terlebih perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) bukan hanya dalam urusan akademik, namun juga harus aktif menjalankan tri dharma bagi perguruan tinggi umum atau catur dharma bagi PTMA.

"UMSU berhasil mendampingi masyarakat desa wisata, dan mereka berhasil mendapatkan peringkat terbaik no 2 se Indonesia, desa tersebut berada di Serdang Bedagai. Karena tidak bisa PTM hanya mengurusi pendidikan saja, tanpa harus melakukan tri dharma,” urainya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut, Hasyimah Nasution dalam sambutannya meminta kepada segenap warga persyarikatan di wilayahnya untuk senantiasa menggembirakan muktamar Muhammadiyah sebagai hajatan besar dan bagian hidup dari warga persyarikatan.

"Denyut dari muktamar memang puncaknya di solo, tapi kegembiraan nya milik warga Muhammadiyah seantero,” terangnya.

Mengulas materi pokok yang dibahas ketika muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar, yakni terkait 3 domain penting antara lain kemanusiaan, keumatan, dan kebangsaan. Menurutnya, pembebasan tersebut  merupakan antitesis terhadap gejala yang saat ini terjadi di barat.

Kepada peserta yang hadir dari seluruh pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) se Sumut, dan perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se Kota Medan. Ia berseloroh bahwa, kegiatan ini bisa sebagai bahan obrolan dan teman ngopi.

"Ini sebagai sarapan bagi otak yg mengenyangkan, yang kemudian bisa dikembangkan oleh pimpinan di daerah, cabang, dan ranting,” tuturnya.

Hasyimah juga melaporkan bahwa saat ini PDM Medan memiliki 33 cabang, dan kedepan bisa berkembang menjadi 99 Cabang. (a'n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *