Rabu, 19 Februari 2020
Home/ Berita/ Toleransi Otentik Muhammadiyah, Luluskan Mahasiswa STIKOM Jayapura yang Mayoritas Non Muslim

Toleransi Otentik Muhammadiyah, Luluskan Mahasiswa STIKOM Jayapura yang Mayoritas Non Muslim

MUHAMMADIYAH.ID, JAYAPURA — Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura gelar sidang senat terbuka dan Wisuda angkatan ke 15 dengan jumlah mahasiswa yang diwisudah sebanyak 102 mahasiswa, terdiri dari Program Studi Ilmu Komunikasi S1 dan D3 Hubungan Masyarakat (Humas) padaKamis(13/2) di Kampus STIKOM Muhammadiyah Jayapura.

Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat dimintai keterangan selepas acara menjelaskan, wisuda yang diikuti oleh mahasiswa Program D3 Humas merupakan yang terakhir dilakasanakan, karena setelah ini akan ditutup dan beralih menjadi Strata 1 (S1).

“Saat ini STIKOM sedang menyiapkan diri untuk berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Papua. Sudah di ACC sebanyak empat Prodi, tetapi masih kurang 1 prodi eksaktanya,” ungkapSayuti.

Hadir dalam acara ini staf ahli Gubernur Papua, unsur Dikti, dari unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua, Pangdam, Polda dan lain-lain.

“Ini merupakan aset dan kepercayaan, trust public yang luar biasa dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

Terkait alumni, Sayuti mengatakan, pemerintah setempat merespon dengan baik. Karena beberapa alumni dipandang mampu untuk menempati pos-pos dalam pemerintahan. Serta di beberapa kabupaten dan kota yang berada disekitar Jayapura, alumni STIKOM Muhammadiyah Jayapura juga disambut dengan baik karena memiliki kemampuan atau bekal yang sesuai bidangnya.

Sayuti berharap, almuni STIKOM bisa turut meningkatkan mutu penduduk Papua. Melalui kegiatan yang mereka lakukan seperti perbaikan pola hiudp dan lingkungan masyarakat Papua aseli. Selain terjun dalam sektor non-pemerintah, alumni STIKOM diharapkan juga bisa mengisi sektor-sektor pemerintah dan pejabat publik supaya bisa menciptakan keadailan dan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

Saat ini, Mahasiswa STIKOM Muhammadiyah Jayapura dihuni  lebih dari 95% adalah non-muslim dan dari penduduk Papua asli. Sayuti menambahkan, proses pengurusan untuk beralihnya dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas Muhammadiyah Papua sedang berjalan. Dan pihaknya juga meminta kepada semua pihak terkait untuk seksama dan sama-sama memantau perkembangan proses tersebut.

“Jika nanti STIKOM telah berubah menjadi universitas. Untuk kawasan Indonesia timur khususnya Papua, Muhammadiyah memiliki sebanyak 5 kampus setara universitas. Untuk wilayah Papua Barat kita memiliki tiga, di Manokwari ada 1, di Sorong ada 2, dan di Jayapura 1 kampus yang sedang dalam proses menjadi universitas,” pungkas Sayuti. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *