Selasa, 25 Februari 2020
Home/ Berita/ Haedar Resmikan dan Letakan Batu Pertama AUM Pendidikan dan Rumah Sakit di Lampung

Haedar Resmikan dan Letakan Batu Pertama AUM Pendidikan dan Rumah Sakit di Lampung

MUHAMMADIYAH.ID, LAMPUNG – Ketua Umum Pimpinan Pusat, Haedar Nashir pada Rabu (22/1) lawatan ke Lampung. Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri peletakan batu pertama gedung SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan, peletakan batu pertama gedung RS Muhammadiyah Metro, dan memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Metro.

Haedar menyampaikan, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) harus berfungsi untuk ideologis, fungsi ideologis ini untuk menanamkan nilai islam yang berkemajuan.

“Ini menjadi karakter dan ciri khas yang menjadi movement (gerakan). Karena setiap kemajuan harus mencapai hal yang lebih baik dan tinggi. Human Development Indeks kita juga masih tertinggal. Maka umat islam harus maju, menjadikan islam sebagai dinnul hadarah. Maka harus membangun hal-hal yang membawa kepada kemajuan,” ujar Haedar di UM Metro.

Secara ideologis, lanjut Haedar, lembaga pendidikan Muhammadiyah harus punya driving post, menjadi kekuatan penggerak persyarikatan.

“Lahirnya semua AUM adalah sebagai lembaga media dakwah bagi Muhammadiyah. Karena itu mereka yang ada di AUM harus menjaga integritas. Dan menjadi kekuatan gerakan dakwah, setidaknya sebagai uswah hasanah,” ujar Haedar.

AUM khususnya PTM harus menghasilkan center of exchelange (pusat keunggulan). Maju dan unggul dibidang akademik, riset dan maju dalam bidang pemberdayaan bagi masyarakat.

“PTM harus unggul diatas rata-rata perguruan tinggi yang lain, terlebih di era persaingan saat ini. Kuncinya ada di keluarga besar civitas akademika, semuanya harus memberi yang terbaik. Maka harus ada etos bahwa ini milik kita sendiri, mobilitas vertical dalam akademik harus punya signifikansi berbanding lurus kepada pengabdian dan pengkhidmatan. Jangan sampai paradoks,” ucap Haedar.

PTM juga harus punya fungsi memberdayakan, memajukan umat disekitanya.

“Membina umat harus sabar, karena umat memiliki banyak karakter yang berbeda,” imbuh Haedar.

Selain itu, membangun ukhuwah itu penting, meskipun banyak perbedaan dalam golongan dan organisasi tetapi bersatu itu juga tetap penting.

“Membangun uhkuwah dengan otentik, bukan membangun saat butuh saja. Karena justru ukhuwah itu dibutuhkan saat kritis dan saat ada masalah,” pungkas Haedar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *