Rabu, 19 Februari 2020
Home/ Berita/ Film Dokumenter Karya Alumni UMY Diapresiasi Dunia Internasional

Film Dokumenter Karya Alumni UMY Diapresiasi Dunia Internasional

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Setelah banyak singgah di ajang festival film internasional, film dokumenter karya Yuda Kurniawan, alumnus Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akhirnya diputar di sejumlah bioskop tanah air Mulai 16 Januari 2020. Karya berjudul ‘Nyanyian Akar Rumput’ yang digarap Yuda dan dirilis pada 2018 kurang lebih sudah membawa pulang 16 penghargaan di berbagai ajang festival. Prodi Ilmu Komunikasi UMY pada 17 Januari 2020 melakukan nonton bareng (nobar) bersama sejumlah pihak termasuk Suara Muhammadiyah.

Berikut daftar penghargaan yang telah diraih:

1. Pemenang Piala Citra, Dokumenter panjang terbaik.

2. Festival Film Indonesia 2018. Pemenang NETPAC Award. Jogja Netpac Asian Film

Festival 2018.

3. Official Selection. Yogyakarta Documentary Film Festival 2018.

4. World Premiere & Competition. Busan Interantional Film Festival 2018.

5. Pemenang Piala Maya. Dokumenter Panjang Terpilih Piala Maya 2019.

6. Pemenang Honorable Mention Award. Figueira Da Foz Int’l Film Festival, Portugal,

2019.

7. Competition. Diorama International Film Festival, New Delhi, India, 2019

8. Competition. Kazan International Muslim Film Festival, kazan, Russia, 2019

9. Competition. International Festival of Docufilms on Liberations and Human Rights, Dhaka, Bangladesh, 2019.

10. Official Selection. Jecheon International Music and Film Festival, South Korea, 2019.

11. Competition, World Cinema Amsterdam 2019.

12. Competition, Balinale International Film Festival 2019.

13. Official Selection. 100% Human Film Festival 2019.

14. Competition. Asian Film Festival Barcelona, Spain 2019.

15. Competition. Asia Pacific Screen Awards, Brisbane, Australia. 2019.

16. Official Selection. London Mini Indonesian Film Festival, United Kingdom, 2019.

Nyanyian Akar Rumput’ merupakan film dokumenter yang memotret bagaimana kehidupan keluarga Thukul, istinya Sipon, anaknya Wani dan Fajar harus terus berjalan setelah Thukul dinyatakan hilang pada 1998. Salah satunya yang dominan adalah tentang anak bungsunya, Fajar Merah, yang menjadikan puisi-puisi ayahnya, Thukul, sebagai bara untuk terus memanaskan tungku ingatan akan Thukul, perjuangannya, dan kasus pelanggaan HAM yang tak kunjung menemui titik terang, melalui lagu-lagu yang dinyanyikanya. Melalui musik, fajar berupaya untuk mengenali sosok Thukul yang tak sempat singgah di ingatannya.

Nyanyian Akar Rumput dapat disaksikan di bioskop XXI di kota Jakarta (Blok M Square), Yogyakarta (Empire XXI), Surabaya (Sutos XXI) dan Malang (Mndala XXI). Serta jaringan bioskop CGV di kota Palembang (CGV Cinemas Transmart), Medan (CGV Cinemas Focal Point), Bandung (CGV BEC Mall Bandung) dan Purwokerto (CGV Cinemas Rita Super Mall Purwokerto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *