Minggu, 15 Desember 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Kembali Gelar LPCR Expo di Gowa

Muhammadiyah Kembali Gelar LPCR Expo di Gowa

MUHAMMADIYAH.ID, GOWA— Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali gelar Cabang dan Ranting Expo III yang memilih tema “Membangun Keunggulan Cabang dan Ranting Berbasis Jejaring Ekonomi”, bertempat di SMP Muhammadiyah Limbung, Gowa, Sulawesi Selatan mulai 28 sampai 30 November 2019.
 
Acara ini sebagai respon atas amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47, Cabang dan Ranting Muhammadiyah harus tumbuh sehat dan aktif dalam mengerakkan dakwah dan pembangunan masyarakat sesuai kebutuhan local. Sehingga keberadaan Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (PCM & PRM) didorong menjadi ujung tombak dakwah persyarikatan.
 
Jamaluddin Ahmad, Wakil Ketua LPCR PP Muhammadiyah menyampaikan, keberhasilan atau ciri Cabang dan Ranting yang maju adalah kemandirian secara ekonomi. Kemandirian ekonomi yang dimiliki oleh Cabang dan Ranting bisa melalui adanya Amal Usaha (AUM). Fakta tersebut menegaskan bahwa, maju atau kuatnya Cabang dan Ranting tidak serta-merta hanya diukur dari rutinitas pengajian yang diselengarakan.
 
“Hal ini kita temukan di mana-mana, sebuah Cabang dan Ranting yang maju adalah yang mampu merubah masyarakat menjadi punya kekuatan ekonomi. Temuan ini kemudian kita jadikan sebagai suatu gerakkan nasional. Salah satu caranya adalah melalui Cabang dan Ranting Expo," tutur Jamal.
 
Mengulas sejarah awal dijalankannya program Cabang dan Ranting Expo, Jamalludin menerangkan diawal berjalannya program ini lebih spesifik kepada penguatan ekonomi berbasis di Cabang dan Ranting. Berawal dari dikumpulkannya Cabang dan Ranting yang sudah maju, kemudian ide ini dikerjakan bersama mereka. 
 
“Namun kita tidak hanya mendatangkan Cabang dan Ranting yang hebat secara ekonomi, tapi kita juga menghadirkan Cabang dan Ranting yang hebat diluar dua bidang tersebut. Meskipun juga Cabang dan Ranting yang hebat pasti ada selalu irisan dengan kemapanan ekonominya," tambahnya.
 
Sehingga dalam Cabang dan Ranting Expo yang diadakan selain inspirasi penguatan ekonomi juga disediakan sesi Cabang dan Ranting Award. Cabang dan Ranting Expo III yang diselenggarakan di Gowa ini mengalami peningkatan peserta, dimana pada Cabang dan Ranting Expo II di Magelang hanya diikuti sebanyak 18 perwakilan dari Cabang dan Ranting, kini diikuti sebanyak 27 perwakilan Cabang dan 12 Ranting.
 
“Peserta yang datang hampir dari seluruh Indonesia, yang terjauh ada yang dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sika Flores Nusa Tenggara Timur," tuturnya. 
 
Diharapkan dari acara yang diselenggarakan bukan hanya terinspirasi dari segi penguatan ekonomi, tetapi juga mampu menimbulkan inspirasi dari keunggulan Cabang dan Ranting yang akan ditampilkan di acara ini selama tiga hari kedepan. Karena juga diadakan forum presentasi bagi Cabang dan Ranting unggulan. 
 
“Contoh, PCM Kinali dari Sumater Barat seusai acara Cabang dan Ranting Expo di Gunungpring, Magelang beberapa waktu lalu. Langsung membuat SD Muhammadiyah Unggulan, yang ditahun kedua sekolah tersebut sudah menolak murid yang ingin daftar," terangnya.
 
Dalam pengembangan Cabang dan Ranting, Jamalludin menerangan meliputi enam aspek. Pertama, pembinaan jama’ah kemudian leadership dan management. Ketiga, Amal Usaha Unggulan, kreatif, inovatis dan solutif. Keempat, pemberdayaan ekonomi social, baik untuk lembaga, umat dan masyarakat. Kelima, kaderisasi partisipasi Angkatan Muda Muhamamdiyah (AMM) dan rekrutmen anggota. Terakhir, penguasaan media informasi dan kemampuan daya pengaruh.
 
Jamalludin berpesan kepada seluruh Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah untuk memahami bahwa
 
Muhammadiyah sebagai organisasi pergerakkan, sehingga pelayanan yang diberikan bukan hanya diberikan oleh Pimpinan Pusat, Wilayah dan Daerah. Tapi harus kuat berbasis di akar rumput. Jangan terlalu bangga terhadap PP atau PDM apabila Cabang dan Ranting tidak hidup.
 
Kedua, adalah melakukan peremajaan Cabang dan Ranting. Sebaiknya pimpinan yang mengurusi Cabang dan Ranting adalah anak-anak muda, LPCR membuat kebijakan dengan menentukkan komposisi Pimpinan Cabang dan Ranting minimal 40%  dari pengurus adalah berusia di bawah 40 tahun. 
 
“Jangan menunggu 40 tahun untuk menjadi pengurus Cabang atau Ranting. Sehingga Muhammadiyah kembali menjadi gerakkannya kaum muda. Karena di suatu organisasi ada unsur kaderisasi dan regenerasi, jangan sampai maksud baik yang dilakukan oleh generasi tua itu malah kebablasan dan menghilangkan Muhammadiyah sebagai gerakan kaderisasi. Percayalah bahwa anak-anak muda kalau diberi kesempatan,  dibimbing dan didampingi mereka akan bisa maju," pungkasnya. (a'n

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *