Minggu, 15 Desember 2019
Home/ Berita/ NA Diharapkan Terus Konsisten Melawan Stunting

NA Diharapkan Terus Konsisten Melawan Stunting

MUHAMMADIYAH.ID, PALEMBANG – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, jika diidentifikasi kemiskinan di Indonesia jauh lebih tinggi dialami perempuan daripada laki-laki.

Hal tersebut dikatakannya dalam Penutupan Tanwir II NA pada Ahad (10/11) di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang.

“Jadi kalau diidentifikasi kemiskinan yang ada di Indonesia saat ini paling banyak adalah perempuan, terutama kemiskinannya karena usia, usia tua atau sepuh, keluarga single family juga kebanyakan dari perempuan, karena itu penanganan ini juga menjadi agenda dari NA,” ungkap Muhadjir yang juga Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang membidangi Majelis Dikdasmen dan Dikti.

Kemudian, lanjut Muhadjir, ketimpangan gender di Indonesia masih sangat panjang, peranan disemua sektor masih di dominasi oleh laki-laki.

“Karena itu juga tanggung jawab kita terutama peran NA disektor ekonomi dan politik harus ditingkatkan,” tegasnya.

Masalah ketahanan pangan, ketahan air, ketahanan energy, dan lingkungan, Menurut Muhadjir juga penting. Muhadjir juga membahas tentang permasalahan stunting yang menjadi fokus program nasional.

“NA sudah memprakasi lebih dulu dari Pemerintah menyatakan perang melawan stunting. Stunting itu adalah terhambatnya perkembangan fisik atau mental akibat dari tidak terjaminnnya kesehatan dan asupan gizi. Stunting tidak hanya kelihatan kerdil secara pisik tetapi juga mental yang kerdil.  Kerdil dalam arti sesungguhnya adalah kerdil dalam mental, semua terjadi karena kegagalan memelihara anak sebelu lahir, jadi dimulai ketika dalam janin, tentu saja faktornya adalah seorang ibu,” jelasnya lagi. 

Keterlibatan masyarakat dalam menyatakan perang melawan stunting adalah salah satu upaya menciptakan SDM yang unggul.

Muhadjir juga mengungkapkan pentingnya literasi pra-nikah, karena itu supaya pendidikan pra-nikah harus mendapatkan informasi yang cuckup bagaimana dia menciptakan SDM yang baik, agar anaknya tidak terkena stunting.

“Ini mestinya NA punya program keluarga sakinah, itu harus dimulai dari pelatihan keluarga yang baik. Stunting itu bukan karena gizi buruk, jadi stunting adalah kesalahan orang tua yang tidak memahami kandungannya, saya mohon NA tentu saja berjuang melawan stunting,” harapnya. (Syifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *