Jum'at, 06 Desember 2019
Home/ Berita/ Muhammadiyah Mencintai Kebudayaan Tidak Hanya Sebatas Kata-Kata

Muhammadiyah Mencintai Kebudayaan Tidak Hanya Sebatas Kata-Kata

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya Karnaval Budaya Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. Menurutnya kegiatan ini adalah menunjukkan bahwa Muhammadiyah itu mencintai kebudayaan tidak hanya sebatas kata-kata tetapi menjalankannya dalam aksi-aksi dan kegiatan. Bahkan dalam struktur kepengurusannya ada khusus yang membidangi mengenai kebudayaan.

“Ini adalah bagian bagaimana kita mengejawantahkan tentang memberikan syiar tentang seluruh warga agar bagaimana keberadaan kita semuanya makin mudah untuk saling berkomunikasi semuanya bisa saling menjaga dan saling mendukung untuk kehidupan kita bersama,”paparnya sebelum memberangkatkan peserta karnaval budaya, pada Ahad (10/11) di Balaikota Yogyakarta.

Heroe Poerwadi secara khusus juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Ketua PDM Kota Yogyakarta, Akhid Widi Rahmanto berserta seluruh kader Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang sudah memberikan warna dengan karakter budayanya.

Heroe menerangkan ada dua hal yang memberikan warna sehingga Muhammadiyah di Kota Yogyakarta mempunyai karakter budaya. 

“Pertama, Yogyakarta sebagai kota dimana perjuangan dimulai dan hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan. Maka, perjuangan yang dilakukan sebagai salah satu kota perjuangan adalah bagaimana Yogyakarta mampu mempertahankan Indonesia. Tidak hanya pengakuan dari Kraton, tetapi dalam keadaan terancam Jenderal Sudirman juga angkat senjata,”terangnya.

“Jenderal Sudirman adalah salah satu kader Muhammadiyah, maka penting bagi kita semua untuk memberikan warna yang lebih kepada kehidupan kita selanjutnya dan masa lalu memberikan insprasi pada kita tentang bagaimana sifat-sifat altruisme (perhatian terhadap kesejahteraan orang lain)harus kita tingkatkan untuk menunjukkan bahwa kita penjaga bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Kedua adalah Muhammadiyah, dalam usia yang ke 107 tahun menunjukkan bahwa organisasi ini sejak waktu kelahirannya yang mendahului Indonesia sudah berjuang untuk kemerdakaan Republik Indonesia. Bahkan, Muhammadiyah sudah berjuang untuk kesejahteraan warganya. Dan ini bagian yang penting untuk menunjukkan bahwa Muhammadiyah itu sebelum Indonesia ada sudah berjuang untuk masyarat.

“Nah pada kesempatan inilah kita bersama-sama terus menjadikan Kota Yogyakarta sebagai kota budaya. Sehingga ini menjadi wujud kecintaan kita terhadap budaya dan kecintaan kita terhadap kemanusiaan,” pungasnya.

Selepas memberikan sambutan Heroe Poerwadi langsung mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya karnaval dengan memberangkatkan 4000 peserta terdiri dari Organisasi Otonom, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta serta organisasi seni budaya. (Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *